Bandar Lampung, JurnalPost.com - Tim dosen Program Studi Farmasi, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Santri Cilik Cerdas Obat: Implementasi Program Edukasi ‘Obat Itu Bukan Permen’ untuk Meningkatkan Pemahaman Penggunaan Obat pada Anak Usia Dini di LPQ Insan Qurani.” Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya membangun literasi kesehatan sejak dini, khususnya terkait penggunaan obat yang aman pada anak usia pra-sekolah.
Ketua tim pengabdian, apt. Reny Haryani, S.Farm., M.Si., menyampaikan bahwa edukasi kesehatan pada anak perlu dilakukan dengan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan menyenangkan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan konsep dasar penggunaan obat yang aman, tetapi juga menjadi bagian dari upaya preventif untuk membentuk perilaku sehat sejak usia dini.
Berbeda dari metode edukasi konvensional, penyampaian materi dalam kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan interaktif berbasis media wayang yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Melalui alur cerita sederhana dan tokoh yang dekat dengan dunia anak-anak, pesan utama bahwa obat bukan permen disampaikan secara komunikatif, menyenangkan, dan mudah dipahami.

Kegiatan diawali dengan pre-test yang dipandu secara cermat oleh apt. Annisa Nofriani, M.S.Farm., menggunakan bahasa sederhana dan pendekatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman awal peserta tanpa menimbulkan kebingungan. Selanjutnya, suasana pembelajaran dibangun melalui ice breaking yang dipandu oleh apt. Naura Nurnahari, M.S.Farm. secara aktif dan menyenangkan, sehingga peserta menjadi lebih fokus, nyaman, dan antusias mengikuti kegiatan.
Pada sesi inti, materi disampaikan secara interaktif melalui kombinasi storytelling wayang, dialog langsung, dan simulasi sederhana. Penyampaian materi didukung oleh tim dosen Farmasi ITERA, yakni apt. Juwana Janu, M.Farm.; apt. Dini Mardhiyani, M.Farm.; dan apt. Isna Mulyani, S.Farm., M.Si. Anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga dilibatkan secara aktif melalui tanya jawab dan respons langsung terhadap cerita yang disampaikan.
Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan post-test sehingga setiap anak dapat memahami pertanyaan dengan baik. Pendekatan ini memungkinkan evaluasi yang lebih tepat terhadap peningkatan pemahaman peserta. Selain itu, untuk memperkuat pemahaman terhadap materi, dilakukan games edukatif berbasis pertanyaan yang berkaitan langsung dengan materi yang telah disampaikan. Anak-anak diajak menjawab pertanyaan sederhana, seperti membedakan obat dan permen serta tindakan yang harus dilakukan saat merasa sakit. Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, hadiah diberikan kepada peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik, sehingga suasana belajar menjadi semakin aktif, hangat, dan menyenangkan.

Kegiatan ini juga memperoleh tanggapan positif dari Ketua LPQ Insan Qurani, Ridho Syuhada Al Jundy, S.Pd., yang menyampaikan bahwa kerja sama pengabdian kepada masyarakat ini merupakan pengalaman pertama bagi LPQ Insan Qurani. Materi yang disampaikan pada kegiatan tersebut dinilai interaktif, terutama dengan penggunaan media wayang yang sesuai dengan karakteristik anak-anak. Dukungan serta masukan dari mitra juga menjadi unsur penting dalam menunjang kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan kegiatan.
Melalui kegiatan Santri Cilik Cerdas Obat, ITERA berharap anak-anak semakin memahami bahwa obat harus digunakan dengan benar, tidak boleh dikonsumsi tanpa pendampingan orang dewasa, dan ketika merasa sakit perlu segera meminta bantuan kepada orang tua, guru, atau tenaga kesehatan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat budaya literasi kesehatan pada anak usia dini, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda