JurnalPost.com - Penyemprotan pestisida merupakan salah satu cara untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. Mayoritas petani di Indonesia masih menggunakan pestisida kimia untuk menangani hama dan penyakit pada komoditas yang mereka tanam. Penggunaan pestisida kimia dalam jangka panjang dan dosis yang tidak tepat akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Pestisida kimia mengandung bahan aktif yang sulit terurai sehingga menjadi residu yang mencemari tanah dan air. Residu pestisida yang terkandung pada buah atau sayur juga berpotensi menimbulkan keracunan, gangguan kesehatan hingga kematian jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Solusi yang dapat dilakukan petani dalam meminimalisir dampak pestisida kimia adalah dengan beralih ke biopestisida atau pestisida organik. Selaras dengan upaya meminimalisir penggunaan pestisida kimia, Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur mengadakan sosialisasi terkait biopestisida. Acara ini diselenggarakan oleh Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur pada 16 Desember 2022 di Balai Desa Claket, Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sosialisasi berjudul "Agroindustri "FOBIO" untuk Meningkatkan Ketersediaan Pestisida Organik Desa Claket, Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto" bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan pentingnya penggunaan biopestisida dalam produksi tanaman. Panitia kegiatan sosialisasi ini adalah seluruh mahasiswa magang CV. Reja Mayur dengan ketua program magang Dr. Ir. Sri Wiyatiningsih, M.P. yang merupakan Dosen Agroteknologi, UPN "Veteran" Jawa Timur.
Kegiatan sosialisasi ini mengundang beberapa perangkat desa dan petani daerah setempat. Materi sosialisasi berisi tentang pengenalan tentang biopestisida "FOBIO" dan sesi diskusi terkait pengendalian hama secara organik. Biopestisida "FOBIO" merupakan pestisida organik hasil penelitian Ibu Dr. Ir. Sri Wiyatiningsih, M.P. atau yang biasa disapa Ibu Wiwit. Ibu Wiwit memaparkan materi seputar biopestisida seperti formula, cara penggunaan, hingga hasil dari pemakaian produk. Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi para tamu undangan. Sesi diskusi membahas seputar pendapat petani seputar penggunaan pestisida kimia hingga pertanyaan seputar bagaimana dosis dari penggunaan biopestisida jika digunakan bersamaan dengan pestisida kimia.

Bapak Misnaji, ketua GAPOKTAN Desa Claket, berharap setelah diadakan sosialisasi ini masyarakat Desa Claket bisa meningkatkan masalah tanaman dengan pengendalian hama dan penyakit secara organik. "Sore hari ini saya minta kepada Ibu Wiwit agar masyarakat Claket bisa meningkatkan masalah tanaman dengan penanganan organik sehingga petani di Desa Claket bisa berbudidaya menggunakan pupuk organik. Kalau di tanah Claket menggunakan pupuk urea, tanaman sudah tidak bisa maksimal. Oleh karena itu, saya minta dari Ibu Wiwit supaya memberi jabaran masyarakat Claket terkait hal tersebut (penggunaan biopestisida)" ungkap beliau.
Kegiatan berlangsung sekitar 1,5 jam dimulai dari pukul 13:30 hingga pukul 15:15. Seluruh rangkaian acara berjalan secara lancar dan seluruh tamu undangan antusias terkait penggunaan biopestisida. Selain pemaparan materi dan diskusi, terdapat sesi pembagian doorprize berupa sembako yang menambah kemeriahan dari acara ini. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama seluruh tamu undangan dengan penyelenggara kegiatan.
Penulis : Safira Masdaramsa Ramada
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda