Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Diplomasi atau geopolitik? Board of Peace dalam perspektif administrasi publik

Diplomasi atau geopolitik? Board of Peace dalam perspektif administrasi publik

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
11 Maret 2026, 01.18 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Board of Peace

Oleh: Ahmad Rosandi Sakir, S.I.P., M.A.P. Dosen FISIP - UNPATTI

JurnalPost.com - Keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace yang berkaitan dengan upaya stabilisasi wilayah Gaza Strip kembali memunculkan diskusi tentang arah kebijakan luar negeri Indonesia. Konflik antara Israel dan Palestine yang terus berlangsung membuat berbagai negara mencari cara untuk mendorong proses pemulihan dan rekonstruksi wilayah terdampak. Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang dilibatkan dalam forum tersebut. Keterlibatan ini dipandang sebagai bagian dari komitmen diplomasi Indonesia terhadap perdamaian dunia. Namun langkah tersebut juga memunculkan perdebatan mengenai posisi Indonesia di tengah dinamika politik global.

IKLAN

Board of Peace dirancang sebagai forum yang bertugas mengawasi stabilisasi, rekonstruksi, serta pengelolaan administrasi wilayah Gaza setelah konflik. Kerusakan infrastruktur sipil dan pemerintahan di wilayah itu membuat proses pemulihan tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh satu negara. Karena itu sejumlah negara dilibatkan untuk membantu koordinasi internasional. Indonesia termasuk di antara negara yang disebut akan berpartisipasi dalam forum tersebut. Kehadiran Indonesia dipandang sebagai upaya memperkuat peran negara berkembang dalam isu perdamaian global.

Geopolitical Economy at the Strait of Hormuz
Baca Juga

Ketika Geopolitik Mengguncang Ekspektasi: Energi, Pangan, dan Ujian bagi Ekonomi Indonesia

Mengapa Indonesia memilih untuk bergabung? Beberapa analisis kebijakan menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya mempertahankan tradisi diplomasi Indonesia yang aktif dalam isu perdamaian. Sejak lama Indonesia mendukung perjuangan Palestina dan sering terlibat dalam berbagai upaya diplomasi internasional. Dukungan terhadap Palestina bahkan menjadi salah satu sikap konsisten dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Dengan bergabung dalam forum ini, Indonesia dinilai ingin tetap berperan dalam proses penyelesaian konflik dan rekonstruksi wilayah yang terdampak perang.

Namun keputusan ini juga memunculkan pertanyaan dari berbagai kalangan. Sejumlah analisis hukum menilai keterlibatan tersebut dapat menjadi ujian terhadap prinsip politik luar negeri bebas aktif. Prinsip ini menegaskan bahwa Indonesia tidak memihak blok kekuatan tertentu, tetapi tetap berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia. Ketika sebuah forum internasional lahir di tengah tarik-menarik kepentingan global, keterlibatan suatu negara sering kali ikut dipengaruhi oleh dinamika geopolitik yang lebih luas. Karena itu, keputusan bergabung tidak hanya dinilai dari tujuan resminya, tetapi juga dari konteks politik global yang melatarbelakanginya.

Dari sudut pandang administrasi publik, isu ini menarik karena kebijakan luar negeri juga merupakan bagian dari kebijakan publik. Artinya, setiap keputusan pemerintah di tingkat internasional tetap harus dapat dijelaskan kepada masyarakat. Publik berhak mengetahui alasan, tujuan, serta manfaat dari setiap kebijakan yang diambil negara. Hal ini penting karena kebijakan luar negeri tetap berkaitan dengan penggunaan sumber daya negara, termasuk diplomasi, birokrasi, dan kapasitas institusi pemerintah.

IKLAN

Pendekatan administrasi publik juga mengingatkan bahwa kebijakan negara tidak hanya dinilai dari niatnya, tetapi juga dari akuntabilitasnya. Ketika pemerintah memutuskan untuk terlibat dalam suatu mekanisme internasional, masyarakat perlu mengetahui apa kepentingan nasional yang ingin dicapai. Tanpa penjelasan yang jelas, kebijakan global sering terlihat jauh dari kepentingan masyarakat. Padahal setiap keputusan diplomatik tetap memiliki implikasi terhadap arah kebijakan negara.

Para pengunjung menghadiri pameran foto
Baca Juga

25 Tahun SCO, Dari Keamanan Regional hingga Gagasan Tata Kelola Global Xi Jinping

Di sisi lain, keterlibatan Indonesia juga dapat dilihat sebagai kesempatan untuk memperkuat peran diplomasi Indonesia di tingkat internasional. Indonesia sering dipandang sebagai negara yang memiliki kredibilitas dalam isu perdamaian karena tidak memiliki kepentingan langsung dalam konflik Timur Tengah. Posisi ini memungkinkan Indonesia berperan sebagai mitra dialog yang relatif netral. Dalam beberapa kasus, negara yang tidak memiliki kepentingan langsung justru dapat berperan lebih fleksibel dalam proses diplomasi.

Meski demikian, pendekatan kritis dalam administrasi publik tetap mengingatkan pentingnya kehati-hatian. Banyak forum internasional lahir dalam konteks kepentingan geopolitik tertentu. Negara yang terlibat perlu memastikan bahwa partisipasinya benar-benar sejalan dengan kepentingan nasional. Keterlibatan tidak boleh hanya bersifat simbolik atau sekadar mengikuti arus politik global. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap keputusan diplomasi memiliki tujuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Perdebatan mengenai Board of Peace akhirnya menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri tidak lagi berdiri terpisah dari tata kelola publik. Pemerintah saat ini tidak hanya mengelola urusan domestik, tetapi juga terlibat dalam sistem kerja sama internasional yang semakin kompleks. Dalam situasi seperti ini, konsistensi prinsip dan transparansi kebijakan menjadi hal yang penting.

Bagi Indonesia, tantangan utamanya adalah menjaga keseimbangan antara komitmen terhadap perdamaian dunia dan kepentingan nasional. Prinsip bebas aktif tetap relevan, tetapi harus diterjemahkan secara hati-hati dalam setiap keputusan kebijakan. Dengan pendekatan yang transparan dan akuntabel, keterlibatan Indonesia dalam forum internasional dapat memperkuat posisi diplomasi negara sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah.

Geopolitik
Baca Juga

Geopolitik Penjaga Gerbang: Mendikte Damai Global melalui Tuas Kedaulatan Strategis

Ahmad Rosandi Sakir

Oleh: Ahmad Rosandi Sakir, S.I.P., M.A.P. Dosen FISIP - UNPATTI

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/diplomasi-atau-geopolitik-board-of-peace-dalam-perspektif-administrasi-publik/91373/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.57 WITA

  • #Board of Peace
  • #Geopolitik

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Pilihan Editor

  1. 1 Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta
  2. 2

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

  3. 3

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  4. 4

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  5. 5

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.