Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Penolakan Vatikan atas Board of Peace Trump: Pelajaran Integritas Diplomatik bagi Indonesia

Penolakan Vatikan atas Board of Peace Trump: Pelajaran Integritas Diplomatik bagi Indonesia

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
24 Februari 2026, 20.29 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Board of Peace
Paus Leo XIV menghadiri Misa Rabu Abu di Basilika Santa Sabina di Roma, Italia, pada tanggal 18 Februari 2026. (Foto: Reuters/Remo Casilli)

Oleh Sobirin Malian (Dosen FH UAD)

JurnalPost.com - Pada Desember 2025, Vatikan secara resmi menolak undangan bergabung dalam "Board of Peace" yang diusulkan Donald Trump pasca-kemenangan elektoralnya. Inisiatif ini katanya untuk mediasi konflik Gaza, tapi Vatikan menilai “gagasan Trump” bertentangan dengan independensi moralnya. Paus Fransiskus tegas menyatakan: "Kami tidak ikut forum yang dicampur politik kekuasaan," sambil menyoroti Peacebuilding Commission PBB sebagai wadah multilateral resmi sejak 2005. Langkah ini mengingatkan prinsip hukum internasional: perdamaian bukan alat unilateralisme, tapi komitmen kolektif berdasarkan Piagam PBB.

IKLAN

Sebagai subjek hukum internasional dengan status pengamat tetap di PBB, Vatikan memprioritaskan traktat seperti Lateran Treaty 1929 yang lebih menjamin netralitas spiritualnya. Penolakan ini bukan impulsif—ini kalkulasi strategis. Forum Trump berisiko jadi panggung AS-centric, ini mirip atau serupa dengan kritik global terhadap Abraham Accords 2020 yang dianggap telah mengabaikan hak Palestina. Vatikan memilih menjaga jarak, tentu ini memicu gelombang diskusi etika di UN Security Council.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Baca Juga

Trump Pertimbangkan Serangan Besar ke Iran, Akan Bertemu Pemimpin Enam Negara Teluk

Warisan Glorious "Bebas Aktif" Indonesia Sejatinya Indonesia memiliki sejarah gemilang yang patut dirujuk. Politik luar negeri kita dulu sangat dihormati dunia karena konsisten dengan asas "bebas aktif" sebagaimana bunyi Alenia 4 Pembukaan UUD 1945: "melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial." Bung Karno pernah menekankan dalam pidatonya di Konferensi Asia-Afrika (KAA) Bandung 1955: "Kita tidak boleh terikat kepada blok mana pun... Bebas aktif berarti kita aktif dalam kebebasan, bukan budak dalam aktivitas."

IKLAN

Kontribusi ini nyata. KAA 1955 melahirkan Gerakan Non-Blok (GNB) 1961, di mana Indonesia menjadi ketua membantu lebih dari 120 negara berkembang menolak bipolarisme Perang Dingin. Dunia kala itu sangat menghormati “pilihan” indonesia sebagai jembatan, bukan pengikut.

Ironi Posisi Saat Ini Kini, situasinya sangat berbeda dan kontras dan terasa menyengat. Indonesia aktif di Forum Gaza Jeddah 2025 dan memboikot dagang Israel, tapi partisipasi ambigu di inisiatif Trump yang menimbulkan pertanyaan: mencari citra (pencitraan) atau substansi sejati? Data Kementerian Luar Negeri RI mencatat ada lebih dari 150 forum perdamaian diikuti Indonesia dalam kurun 2020-2025, tapi dampak konkretnya sangat minim sungguh berbeda dengan Vatikan yang satu penolakan saja mampu menggoyang narasi global.

Contoh diplomasi modern "bebas aktif" sempat mengalami masa kinclong: pada invasi Rusia ke Ukraina 2022, Indonesia menolak sanksi Barat sekaligus mengutuk agresi, kemudian mengusulkan dialog di forum G20 Bali kala itu Jokowi dihormati karena bersikap sebagai "netral aktif." Juga menjadi mediasi Myanmar pasca-kudeta 2021 via ASEAN, kita mendorong Five-Point Consensus tanpa campur tangan militer. Tapi belakangan, keraguan muncul di forum Gaza: undangan Israel ke event olahraga 2023 juga memicu protes domestik, yang menunjukkan kompromi atasi idealisme.

melintasi jalan di Teheran
Baca Juga

Iran Peringatkan Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS, Selat Hormuz Jadi Sorotan

Implikasi Hukum dan Moral Secara hukum, kasus ini menguji Pasal 2 (4) Piagam PBB tentang larangan penggunaan kekerasan, plus kewajiban non-intervensi. Indonesia, sebagai ratifier Konvensi Jenewa 1949 dan Roma Statute, bisa mengambil pelajaran dari Vatikan: menolak forum jika jelas-jelas melanggar prinsip multilateral. Bagaimana pun Board of Peace buatan Trump terasa janggal karena baru dua hari ditandatangani bom tetap berjatuhan di Gaza. Suasana di berbagai tempat di Palestina tetap mencekam, rakyat Palestina tetap dibiarkan kelaparan karena pasokan bantuan masih dihambat oleh Israel, dimana-mana masih terjadi pengeboman sungguh gambaran perdamaian itu sangat sulit diwujudkan karena keras kepalanya Netanyahu.

Pelajaran moralnya: integritas lebih bernilai daripada popularitas sesaat. Vatikan membuktikan, entitas kecil bisa mempunyai pengaruh sikap besar. Indonesia, dengan aset G20, ASEAN, dan OIC, harus menjawab tantangan memulihkan konsistensi warisan Soekarno. Penolakan Vatikan menjadi cermin tajam bukan wajah orang lain, tapi potret kita. Waktunya bertindak, bersikap kembalikan kehormatan kita di mata dunia lewat "bebas aktif" autentik sesuai bunyi pembukaan UUD 1945.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/penolakan-vatikan-atas-board-of-peace-trump-pelajaran-integritas-diplomatik-bagi-indonesia/90999/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 17.02 WITA

  • #Donald Trump
  • #Penolakan Vatikan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

Pilihan Editor

  1. 1 Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital
  2. 2

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  3. 3

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  4. 4

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

  5. 5

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.