BEKASI, JurnalPost.com – Dua tahun telah berlalu sejak pecahnya peristiwa bersejarah Thufan al-Aqsa pada 7 Oktober 2023. Aksi perlawanan itu bukan sekadar konfrontasi bersenjata, tetapi menjadi titik balik politik global yang membuka mata dunia terhadap wajah asli kolonialisme modern bernama Zionis Israel.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan bahwa sejak momentum Thufan al-Aqsa, Israel kehilangan legitimasi moral dan politik di hadapan dunia internasional. “Israel boleh menghancurkan bangunan, tetapi tidak akan pernah bisa menghancurkan semangat rakyat Palestina. Runtuhnya Gaza justru membangkitkan kesadaran nurani kemanusiaan global,” tegas Sudarnoto dalam refleksinya, Ahad (5/10).
Menurutnya, dunia kini menyaksikan genosida terang-terangan yang dilakukan rezim Tel Aviv: penghancuran rumah sakit, pembantaian anak-anak, hingga blokade bantuan kemanusiaan. Fakta tersebut menjadi bukti runtuhnya moralitas Zionis Israel. Sebaliknya, rakyat Gaza menunjukkan keteguhan luar biasa dengan tidak menyerah pada kehancuran, tetap menjaga martabat, dan melahirkan gelombang solidaritas global.
Ribuan Tentara Zionis Tewas
Berdasarkan laporan media penjajah sendiri, termasuk Yeidiot Ahronot, hingga Agustus 2024 disebutkan lebih dari 10.000 tentara Zionis tewas atau terluka sejak Thufan al-Aqsa pecah. Di sisi lain, data Pemerintah Palestina menyebut jumlah syuhada di Gaza melampaui 63.000 jiwa, akibat agresi brutal Israel. “Ini adalah genosida yang harus dilawan bersama!” tegas Aqsa Working Group (AWG) dalam keterangannya.
AWG juga mengingatkan bahaya rencana yang dilabeli sebagai “solusi damai” ala Donald Trump, yang dinilai hanya jebakan politik untuk memperpanjang penjajahan Israel. Sudarnoto menegaskan, inisiatif seperti Abraham Shield Plan ataupun “Deal of The Century” versi Trump hanyalah upaya melegitimasi keberadaan Israel sambil menyingkirkan hak-hak sah bangsa Palestina.
Agenda Diskusi AWG: Panggilan Perlawanan
Sebagai bagian dari peringatan, AWG menggelar Diskusi Publik INSIGHT AWG bertajuk “2 Tahun Thufan al-Aqsa & Rencana Trump” pada Selasa, 7 Oktober 2025, pukul 13.00–15.00 WIB di Gedung Rasil, Bekasi. Acara menghadirkan pembicara: Ple Priatna (Diplomat RI), Didik Hariyanto (Pemred Penerbit GDN), M. Anshorullah (Ketua Presidium AWG), dan M. Fatur Rohman, aktivis/relawan UAR yang baru kembali dari misi Global Sumud Flotilla.
AWG menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar diskusi intelektual, melainkan panggilan perlawanan untuk membangkitkan solidaritas umat, memperkuat gerakan boikot produk penjajah (BDS Movement), serta menggalang aksi nyata bagi kebebasan Masjid Al-Aqsa dan Palestina. Bergerak Berjamaah, Bebaskan Al-Aqsa dan Palestina!. (AM)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda