BOGOR, JurnalPost.com – Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menolak rencana perdamaian Gaza yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 29 September 2025. Penolakan ini disampaikan dalam pernyataan sikap resmi yang ditandatangani Imaam Jama’ah Muslimin, KH.Yakhsyallah Mansur pada Rabu (01/10/2025).
Dalam pernyataan tersebut, Jama’ah Muslimin menilai 20 poin proposal perdamaian itu hanya menguntungkan Amerika Serikat dan Zionis Israel, serta merugikan rakyat Palestina. Mereka minta agar tanah Palestina dikembalikan kepada bangsa Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri. Masa depan Palestina bukan ditentukan oleh zionis Israel, Donald Trump atau Tonny Blair.
“Rencana perdamaian yang ditulis dan diumumkan sepihak oleh Donald Trump jelas harus ditolak semua pihak, karena hanya mementingkan perlindungan bagi Israel dan sama sekali tidak menjamin kemerdekaan Gaza maupun bangsa Palestina,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Jama’ah Muslimin juga mengutip firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al-Qur’an sebagai landasan sikapnya.
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang zalim.” (Q.S. Al-Ma’idah: 51)
Dan juga firman-Nya dalam Surat Al-Mumtahanah ayat 1: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu.
Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”
Selain itu, Jama’ah Muslimin menyerukan umat Islam dan pemimpin negara-negara Muslim untuk bersatu dalam membela rakyat Gaza. Mereka juga meminta masyarakat internasional menolak kesepakatan yang dianggap melanggengkan imperialisme dan mendukung rakyat Palestina yang tertindas.
Di akhir pernyataannya, Jama’ah Muslimin memanjatkan doa agar Allah SWT menolong rakyat Palestina yang tertindas, serta menggagalkan setiap tipu muslihat kesepakatan jahat. “Sesungguhnya Allah sebaik-baik Dzat yang menggagalkan makar jahat,” demikian penutup pernyataan sikap Jama’ah Muslimin. (am)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda