Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  2. Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  3. Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  4. Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  5. HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  1. Beranda
  2. Internasional
  3. 25 Tahun SCO, Dari Keamanan Regional hingga Gagasan Tata Kelola Global Xi Jinping

25 Tahun SCO, Dari Keamanan Regional hingga Gagasan Tata Kelola Global Xi Jinping

Foto profil Nurul
Penulis: Nurul
30 Agustus 2026, 18.00 WITA Editor: Fatimah
6 menit baca
Para pengunjung menghadiri pameran foto
Para pengunjung menghadiri pameran foto bertajuk "Menghimpun Kekuatan SCO: Melangkah Menuju Pembangunan dan Kemakmuran" (Pooling the Strength of the SCO: Moving Toward Development and Prosperity) di Bishkek, Kirgizstan, pada 27 Juli 2026. (Xinhua/Feng Kaihua)

Beijing, JurnalPost.com — Shanghai Cooperation Organization (SCO) memasuki usia 25 tahun di tengah perubahan besar dalam geopolitik dunia. Ketegangan antarnegara, meningkatnya proteksionisme, persaingan kekuatan besar, serta berbagai tantangan lintas batas membuat efektivitas tata kelola global kembali menjadi perhatian.

Dalam situasi tersebut, SCO berupaya memperluas perannya dari organisasi yang awalnya berfokus pada keamanan regional menjadi forum yang mencakup perdagangan, konektivitas, teknologi, pendidikan hingga tata kelola global.

IKLAN

Arah tersebut semakin terlihat setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping memperkenalkan Global Governance Initiative (GGI) dalam pertemuan SCO Plus di Tianjin pada 1 September 2025.

bertolak ke New Delhi
Baca Juga

Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping Dorong Kerja Sama Global South

Saat menyampaikan gagasan tersebut, Xi mengatakan dunia telah memasuki periode baru yang penuh turbulensi dan perubahan.

“Saya ingin mengusulkan Global Governance Initiative,” kata Xi dalam pidatonya di Tianjin, seraya menyerukan pembangunan sistem tata kelola global yang menurutnya lebih adil dan setara.

GGI menjadi inisiatif global keempat yang diperkenalkan Xi setelah Global Development Initiative, Global Security Initiative, dan Global Civilization Initiative.

Lima Prinsip Global Governance Initiative

GGI dibangun dengan lima prinsip utama, yakni kesetaraan kedaulatan negara, penghormatan terhadap hukum internasional, multilateralisme, pendekatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta penekanan pada tindakan konkret.

Geopolitical Economy at the Strait of Hormuz
Baca Juga

Ketika Geopolitik Mengguncang Ekspektasi: Energi, Pangan, dan Ujian bagi Ekonomi Indonesia

Konsep tersebut memiliki sejumlah kesamaan dengan prinsip yang selama ini dikembangkan SCO melalui apa yang disebut sebagai “Shanghai Spirit”.

Prinsip itu menekankan kepercayaan dan keuntungan bersama, kesetaraan, konsultasi, penghormatan terhadap keberagaman peradaban serta pembangunan bersama.

SCO sendiri dibentuk pada 15 Juni 2001 oleh China, Rusia, Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Dalam perkembangannya, organisasi tersebut terus membesar dan kini memiliki 10 negara anggota.

Sekretaris Jenderal SCO Nurlan Yermekbayev pada Februari 2026 menyebut negara-negara yang tergabung dalam SCO memiliki populasi gabungan lebih dari 3,4 miliar jiwa.

Presiden Tiongkok Xi Jinping
Baca Juga

Xi Jinping dan Narendra Modi Sepakat China-India Harus Jadi Mitra, Bukan Pesaing

Dengan cakupan tersebut, perkembangan organisasi ini memiliki bobot yang semakin besar dalam peta geopolitik Eurasia.

Kerja Sama Keamanan Masih Jadi Fondasi

Meski ruang lingkup kegiatannya semakin luas, keamanan tetap menjadi salah satu fondasi utama SCO.

Organisasi tersebut sejak awal membangun kerja sama untuk menghadapi terorisme, separatisme dan ekstremisme melalui Regional Anti-Terrorist Structure atau RATS.

Laporan mengenai situasi keamanan global 2025 yang diterbitkan China Institute of International Studies menyebut kerja sama negara-negara SCO selama periode 2001–2025 berkontribusi dalam menggagalkan lebih dari 1.400 kasus terkait terorisme dan ekstremisme.

Dalam periode yang sama, lebih dari 40 latihan serta operasi antiterorisme bersama telah dilakukan.

Langkah institusional juga diperkuat dalam KTT Tianjin 2025. Negara anggota menyepakati pembentukan mekanisme dan pusat baru yang berkaitan dengan ancaman keamanan, kejahatan terorganisasi lintas negara, keamanan informasi serta pemberantasan narkotika.

Penguatan struktur tersebut menunjukkan upaya SCO mengubah koordinasi politik menjadi mekanisme yang lebih permanen.

Ekonomi Digital hingga AI Jadi Agenda Baru

Perubahan paling terlihat dalam perkembangan SCO selama beberapa tahun terakhir adalah meluasnya agenda dari keamanan menuju pembangunan ekonomi dan teknologi.

IKLAN

Dalam setahun terakhir, tujuh platform kerja sama China-SCO telah diluncurkan. Bidang yang dicakup meliputi industri hijau, ekonomi digital, inovasi sains dan teknologi, energi, pendidikan tinggi, pendidikan vokasi dan teknis, serta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut laporan Xinhua pada akhir Agustus 2026, ketujuh platform tersebut telah menghasilkan lebih dari 160 proyek kerja sama.

Perdagangan juga menjadi salah satu indikator besarnya ruang ekonomi negara anggota SCO.

Perhitungan Xinhua berdasarkan data Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menyebut total impor dan ekspor barang dari 10 negara anggota SCO mencapai sekitar 8,88 triliun dolar AS pada 2025.

Konektivitas menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian adalah jalur kereta China-Kirgizstan-Uzbekistan, yang dirancang membuka jalur transportasi baru di Asia Tengah serta meningkatkan konektivitas perdagangan antara China dan kawasan tersebut.

Selain infrastruktur fisik, SCO mengembangkan jaringan kerja sama perguruan tinggi serta layanan perdagangan elektronik yang dikaitkan dengan koridor ekonomi Jalur Sutra.

Tujuannya adalah membuat integrasi regional tidak berhenti pada hubungan antarpemerintah, tetapi juga menyentuh aktivitas perdagangan, pendidikan dan mobilitas masyarakat.

SCO Ingin Perluas Peran Global

Peran SCO dalam tata kelola internasional juga semakin mendapat perhatian setelah organisasi tersebut memperluas pola kerja sama melalui format SCO Plus.

Pertemuan SCO Plus di Tianjin pada 2025, misalnya, tidak hanya melibatkan 10 negara anggota. Sejumlah negara mitra, negara pengamat serta organisasi internasional seperti PBB, ASEAN dan Asian Infrastructure Investment Bank juga hadir.

Format tersebut menjadi salah satu cara SCO memperluas dialog dengan negara-negara di luar keanggotaan inti, terutama negara berkembang dan kelompok Global South.

Namun, kemampuan SCO menjadi aktor utama dalam tata kelola global masih menjadi bahan perdebatan.

Analisis Stimson Center seusai KTT Tianjin 2025 mencatat bahwa kerja sama konkret SCO pada masa lalu dinilai masih terbatas dibandingkan besarnya agenda politik organisasi tersebut. Di sisi lain, pembentukan pusat-pusat keamanan baru dan perluasan agenda ekonomi dinilai dapat memperkuat kapasitas kelembagaannya.

Dengan demikian, tantangan SCO bukan lagi sekadar memperluas jumlah anggota atau agenda, tetapi memastikan keputusan multilateral menghasilkan manfaat yang terukur.

KTT Bishkek Jadi Ujian Berikutnya

Memasuki usia seperempat abad, SCO kini berada di bawah keketuaan Kirgizstan untuk periode 2025–2026.

Pertemuan Dewan Kepala Negara SCO berikutnya dijadwalkan berlangsung di Bishkek pada 1 September 2026. Sejumlah dokumen telah disiapkan, termasuk Deklarasi Bishkek untuk memperingati 25 tahun berdirinya organisasi tersebut.

Pertemuan itu akan menjadi momentum penting untuk melihat arah SCO setelah seperempat abad perjalanan.

Bagi China, pengalaman SCO dipandang sebagai salah satu contoh bahwa negara dengan sistem politik, tingkat pembangunan dan latar peradaban berbeda dapat membangun mekanisme kerja sama tanpa harus memiliki model pemerintahan yang sama.

Namun, seberapa jauh model tersebut mampu memberikan kontribusi nyata bagi tata kelola global akan sangat bergantung pada implementasi.

Di tengah fragmentasi geopolitik dan meningkatnya rivalitas kekuatan besar, kemampuan SCO menjaga konsensus sekaligus menghasilkan kerja sama konkret akan menjadi ukuran utama apakah “Shanghai Spirit” dapat berkembang dari prinsip regional menjadi salah satu model multilateralisme yang relevan di tingkat global.

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/25-tahun-sco-dari-keamanan-regional-hingga-gagasan-tata-kelola-global-xi-jinping/97501/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.57 WITA

  • #Asia Tengah
  • #Geopolitik
  • #Global Governance Initiative
  • #Keamanan Regional
  • #Multilateralisme
  • #SCO
  • #Xi Jinping

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Raih ACRA Award di Thailand, Kepala BSSN Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

BPKH dan Bank Muamalat Ajak Diaspora Indonesia di Malaysia Persiapkan Haji Sejak Dini

Pakar Indonesia Tertarik Kembangkan Moksibusi Sensitif Panas Usai Forum Pengobatan Tradisional SCO 2026

Pengangguran Pemuda Berpendidikan Tinggi di Sri Lanka Capai 43 Persen, Tertinggi di Asia

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Pilihan Editor

  1. 1 Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI
  2. 2

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  3. 3

    Awali Hari dengan Salat Subuh Berjamaah dan Senam Pagi, MAN 1 Bulukumba Tanamkan Semangat Sehat Lahir dan Batin

  4. 4

    Flu Sedang Naik: Kapan Cukup Istirahat di Rumah, Kapan Harus ke Dokter?

  5. 5

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.