Foto pengolahan sampah organik menjadi eco enzim
JurnalPost.com - Permasalahan sampah tentu sudah menjadi permasalahan umum khususnya di negara-negara dengan penduduk yang padat salah satunya Indonesia. Tidak hanya di lingkungan perkotaan, lingkungan pedesaan juga tidak luput dari permasalahan sampah. Bahkan, jarang diketahui oleh masyarakat umum bahwa lingkungan pedesaan justru menjadi lingkungan dengan permasalahan sampah yang cukup mengkhawatirkan karena kurangnya akses atau terkendala hal-hal administratif sehingga sampah di pedesaan belum bisa diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Akibatnya, masyarakat desa harus mencari alternatif lain untuk menghilangkan sampah di lingkungan sekitar, salah satunya adalah dengan membakar sampah. Sangat disayangkan, lingkungan pedesaan yang seharusnya menjadi lingkungan yang sejuk dan bebas polusi harus tercemari oleh asap hasil pembakaran sampah dan menyebabkan turunnya kualitas udara di lingkungan pedesaan. Salah satu desa yang juga tengah mengalami permasalahan sampah ini adalah Desa Karangasem.
Desa Karangasem merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Desa Karangasem terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Sudimoro, Dusun Karangasem, dan Dusun Sugihan. Desa ini bergerak di bidang pertanian yang mayoritas warganya merupakan petani padi dan jagung. Selain di bidang pertanian, sekelompok masyarakat juga bergerak di bidang peternakan yaitu beternak kambing dan ayam. Sayangnya, meskipun telah dikelilingi oleh sawah, kualitas udara di desa ini cukup buruk karena kebiasaan pembakaran sampah rumah tangga oleh masyarakat di pekarangan rumah mereka yang menyebabkan naiknya tingkat polusi udara di desa ini.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Tim MMD 769 Universitas Brawijaya melakukan pengolahan sampah di Desa Karangasem dengan bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup. Kepala Desa Karangasem, Bapak Cipto Sutrisno memberikan tanggapan “Di desa ini memang masyarakatnya masih membakar sampah karena masyarakat desa belum tahu cara mengelola sampah dan memang tidak ada pengangkutan sampah di desa ini, sehingga masyarakat terbiasa membakar sampah agar tidak berserakan” ungkapnya (4/7/2023).
“Kalau memang mbak-mbak dan mas-mas punya program untuk membantu permasalahan sampah di desa monggo disosialisasikan dulu ke masyarakat, kalau butuh apa-apa bisa bilang ke kami selaku perangkat desa, nanti biar kami bantu program mbak-mbak dan mas-mas sekalian” tambahnya (4/7/2023). Salah satu warga desa, Ibu Estin, juga menyuarakan tanggapannya terkait sampah kepada Tim MMD “Selaku ibu rumah tangga, saya resah sekali karena gini mbak, di Dusun Sudimoro, kita belum punya tempat yang strategis untuk membuang sampah atau pembuangan akhir, jadi saya berpikir bagaimana menghilangkan secara cepat sampah ini selain dibakar, soalnya selama ini sampah basah, sampah kering, sampah bekas makanan dicampur aduk di depan rumah terus dibakar karena kami nggak tau cara memilah dan mengolah sampah” ujarnya (13/7/2023).
Foto tempat pembakaran sampah
Tim MMD melakukan tiga jenis pengelolaan sampah yaitu dengan memilah sampah organik, anorganik, dan limbah cair yang kemudian disosialisasikan serta dilakukan pelatihan kepada masyarakat (20/7/2023). Sampah organik seperti sisa sayur dan buah yang masih segar akan diolah menjadi eco-enzyme yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus meringankan biaya pengeluaran masyarakat di setiap bulannya karena dapat menjadi alternatif pengganti cairan pembersih lantai, sabun pencuci piring, hand-sanitizer dan lain-lain.
Sedangkan, sampah organik lainnya yang sudah tidak dalam keadaan segar bisa diolah menjadi pupuk kompos. Sampah anorganik kering seperti botol dan plastik bekas dapat didaur ulang untuk dipakai kembali dan dapat juga dijual ke pengepul sehingga dapat menambah pemasukan masyarakat. Limbah cair seperti minyak jelantah, air sisa sabun, dan air sisa olahan makanan dapat diolah menjadi lilin, sabun, dan bio-diesel. Setelah diadakan sosialisasi mengenai sampah tersebut, tim MMD juga membantu untuk mengajukan proposal ke Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pengangkutan sampah di Desa Karangasem sehingga masyarakat tidak perlu untuk membakar sampah rumah tangga lagi. Desa yang jauh dari polusi akan menciptakan desa yang asri dan nyaman.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda