Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Dampak Pembelajaran Online Bagi Kesehatan Mental Siswa Di Tengah Pandemi Covid-19

Dampak Pembelajaran Online Bagi Kesehatan Mental Siswa Di Tengah Pandemi Covid-19

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
12 November 2020, 09.36 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Dampak Pembelajaran Online Bagi  Kesehatan Mental Siswa Di Tengah Pandemi Covid-19

JURNALPOST - Kesehatan merupakan kondisi dimana kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang lengkap dan terpenuhi, bukan sekedar tentang tidak adanya penyakit ataupun kelemahan. Seseorang dalam menjalankan kehidupannya tidak hanya membutuhan kesehatan fisik saja untuk memenuhi kebutuhan fisiknya seperti makan, minum dan olahraga.

Tetapi yang tak kalah penting adalah kesehatan mental yang berguna untuk memenuhi kebutuhan kebahagiaan dan ketenangan dalam kehidupan seseorang. Kebijakan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19, salah satunya menutup sekolah sehingga mewajibkan siswa belajar dari rumah. Seperti kita ketahui bersama bahwa pada tahun ajaran baru bulan Juli 2020 sebagian besar anak-anak Indonesia masih harus menjalani kegiatan sekolah dari rumah masing-masing.

IKLAN

Hal ini tentu membuat siswa atau remaja pada umumnya kehilangan beberapa momen besar dan momen keseharian mereka, seperti beraktivitas dan berinteraksi dengan teman di sekolah, serta belum dapat dengan bebas mengujungi tempat-tempat yang mereka sukai seperti kolam renang, playground, atau tempat rekreasi yang menjadi salah satu hal yang menyenangkan bagi anak usia sekolah. Awalnya siswa lebih senang karena sekolah libur dan beralih ke online.

Foto Bersama
Baca Juga

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Namun belajar online semakin lama membuat perbedaan terhadap proses belajar, dan akhirnya siswa mulai jenuh. Tekanan akan berpotensi menjadi lebih kuat manakala tidak ada bimbingan atau pengawasan ketika belajar di rumah masing-masing.

Berdasarkan pengamatan saya, di tempat saya tinggal Pondok Pesantren Ar-Rohmah Jerakah Semarang, para santri yang juga sekaligus sebagai siswa tidak sedikit dari santri rindu untuk segera kembali belajar ke sekolah. Kami sebagai mahasiswa dan yang paling tua di pondok selalu mendukung pembelajaran online mereka dengan cara membimbing, memberikan arahan ataupun ikut membantu mereka dalam memahami materi yang diberikan guru.

IKLAN

Guru dalam pembelajaran online selalu memberikan tugas banyak bahkan bukan hanya satu guru saja tetapi semua guru mata pelajaran yang mengakibatkan tugas menumpuk dalam waktu sehari dan anak akhirnya menjadi kelelahan dan lama-lama bosan. Hal itu menyebabkan siswa tidak mau mengerjakan tugas dan pengerjaannya diselesaikan oleh orang tuanya, kakaknya atau orang lain, tentu akan menimbulkan dampak ke depannya. Dampaknya, si anak akan mengalami ketergantungan pada bantuan orang lain, kurang mandiri dalam menyelesaikan tugas, dan cenderung menjadi anak yang kurang percaya diri.

Di usia mereka, tentunya membutuhkan eksplor yang sangat luas yang nantinya akan membantu proses perkembangan berpikir mereka. Di pandemi ini anak tentunya hanya dirumah saja tidak kemana-mana, membuat anak lama-lama bosan dan bisa menganggu kesehatan mental mereka. Langkah strategis dan solusi bagi pembelajaran daring agar tidak mengganggu kesehatan mental siswa yaitu:

Hima Care
Baca Juga

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

1. Orang tua Orang tua sebagai pendidik utama di rumah harus menjalankan fungsinya. Meskipun demikian tetap saja membutuhkan bantuan dari guru di sekolah, guru perlu hadir door to door disemua peserta didik. Ini harus membuka cakrawala dan tanggungjawab orang tua bahwa pendidikan anaknya harus dikembalikan pada effort orang tua dalam mendidikan mental, sikap dan pengetahuan anak- anaknya. Bukan hanya itu orang tua juga harus mengatur waktu anak di rumah, antara belajar, main dan yang lainnya, usahakan anak selalu senang dengan apa yang dilakukan. dan bekalilah anak dengan pengetahuan agama supaya anak memiliki jiwa kereligiusan. Gunakanlah waktu bersama-sama ini dirumah sebaik mungkin dan sebagai pendekatan kepada anak.

2. Guru Dalam langkah pembelajaran online harus seefektif mungkin. Gunakan metode yang menarik dan membuat siswa senang. Guru bukan membebani murid dalam tugas-tugas yang yang diberikan dalam belajar di rumah. Jika perlu guru hadir secara gagasan dalam door to door peserta didik. Guru bukan hanya memposisikan sebagai pentransfer ilmu, perilaku, dan mental.

3. Sekolah Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan harus memberikan fasilitas perubahan apapun menyangkut pendidikan siswanya seperti buku paket, buku LKS dan kouta belajar. Pendidikan tingkah laku harus menjadi pijakan kuat di tengah perkembangan teknologi dan arus percepatan informasi. Program-program pendidikan yang dilakukan sekolah harus benar-benar disampaikan kepada murid, terlebih dengan media online tetap saja pihak sekolah harus benar-benar memperhatikan etika sebagai lembaga pendidikan. Penekanan belajar dirumah kepada murid harus benar-benar mendapat kawalan agar guru-guru yang mengajar melalui media garing tetap smooth dan cerdas dalam menyampaikan pelajaran-pelajaran yang wajib dipahami oleh murid.

4. Pemerintah Dalam hal ini tentunya pemerintah pendidikan dan kebudayaan membuat kurikulum baru tentang pendidikan secara online, dengan fasilitas-fasilitas yang mudah dijangkau oleh siswa dan orang tua, dan membekali para tenaga pendidik dengan keahlian dalam mengajar secara online. Serta mengadakan bimbingan konseling kepada siswa, guru dan orang tua karena dalam hal ini bukan hanya transfer ilmu saja yang diperhatikan tapi juga harus memperhatikan sikap dan psikis. (Anggi Nuryani/KKN UIN Walisongo Semarang)

program SEHATi
Baca Juga

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/dampak-pembelajaran-online-bagi-kesehatan-mental-siswa-di-tengah-pandemi-covid-19/13552/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 06.08 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Pilihan Editor

  1. 1 Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta
  2. 2

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  3. 3

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  4. 4

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  5. 5

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.