Jurnalpost - Selain kesehatan tubuh, pendidikan anak-anak juga tidak kalah penting untuk diperhatikan ditengah pandemic covid-19. Pandemic ini tidak hanya berdampak pada sector kesehatan dan ekonomi saja melainkan pada dunia pendidikan. Kehadiran wabah tersebut mengakibatkan siswa siswi terpaksa belajar secara daring. System pembelajaran ini memaksa mereka untuk mempelajari pelajaran melalui ponsel. Salah satu yang menjadi masalah adalah,anak sangat sulit diajak untuk belajar dan lebih memilih untuk bermain. Disisi lain,kurangnya perhatian orang tua terhadap anak dalam proses belajar juga memperburuk kondisi ini. Akibatnya anak seringkali tidak mengumpulkan tugas sesuai arahan gurunya.
Menyikapi hal ini, Nanda Rizka Amalia (20),salah satu mahasiswa UIN Walisongo Semarang asal Kendal yang sedang melaksanakan KKN Reguler Dari Rumah 75 berinisiatif memberikan bimbingan belajar kepada mereka yang merasa kesulitan dalam memahami pelajaran. “Saya berharap semoga apa yang saya lakukan,dapat bermanfaat bagi adik-adik dilingkungan tempat tinggal saya.” Katanya. Nanda mengatakan,system pembelajaran daring ini sangat tidak efektif diterapkan pada anak-anak sekolah dasar “menurut saya,system ini tidak efektif diterapkan pada anak-anak sekolah dasar apalagi dalam lingkungan masyarakat menengah kebawah. Selain belum bisa belajar secara mandiri,kebanyakan dari mereka,tidak mempunyai ponsel yang mendukung untuk pembelajaran secara daring. Ditambah lagi dengan orang tua yang harus bekerja dan lupa memperhatikan tugas sekolah anak-anaknya.” Ungkapnya.
“meskipun guru sudah menjelaskan dengan sedemikian rupa,masing masing siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam menyerap materi. Oleh karena itu,semoga bimbel yang saya berikan dapat menjadi wadah untuk mereka, menanyakan materi yang kurang di mengerti.” Imbuhnya.
Kegiatan ini dilaksanakan dua kali dalam seminggu. Biasanya setiap hari senin dan kamis atau menyesuaikan sesuai kesepakatan bersama. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan sebelum pembelajaran dan menggunakan masker. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa. “saya yang seharian harus bekerja, merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Karena anak saya jadi mau belajar dan mengerjakan PR,biasanya hanya main terus dan jarang sekali mengumpulkan tugas. Karena jujur,saya sebagai orang tua juga merasa kesulitan dengan kurikulum sekarang. Sangat berbeda dengan materi yang dulu saya pelajari saat sekolah.” Tutur Isti (40) salah satu orang tua peserta bimbel. (Nanda Rizka Amalia)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda