Jurnalpost - Sudah 8 bulan sejak kasus pertama COVID-19 di Indonesia, dan sudah 8 bulan juga kegiatan pembelajaran secara daring diterapkan di Indonesia. Pembelajaran daring dilakukan Sejak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 mengenai Pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran corona virus disease (COVID-19).
Selama pembelajaran daring ini terdapat berbagai kendala yang dirasakan baik itu orangtua siswa maupun siswa itu sendiri. Berbagai kendala seperti tidak memiliki alat komunikasi yang memadai untuk menunjang kegiatan pembelajaran secara daring serta sulitnya siswa memahami materi yang diajarkan oleh guru selama kegiatan belajar mengajar ini.
Oleh karena itu, Desi Puspitasari Setianingsih mahasiswa jurusan Akuntansi Syariah, UIN Walisongo Semarang yang sedang menjalankan KKN Reguler Dari Rumah Ke-75 mengadakan kegiatan Pendampingan belajar untuk anak SMP dan SD yang berada di sekitar rumahnya.
“Kegiatan pendampingan belajar ini di gelar karena melihat banyaknya orang tua siswa yang mengeluh tidak dapat mengajarkan anaknya dan mendampingi anaknya selama pembelajaran daring yang disebabkan berbagai hal seperti kedua orang tua siswa sedang bekerja.” Ujar Desi Puspitasari
Kegiatan pendampingan belajar ini digelar di kediaman Desi Puspitasari yang berada di Perum Pangulah Permai, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang. Pendampingan belajar ini di mulai pada tanggal 14 Oktober 2020 sampai dengan 19 November 2020 yang dilakukan 3 kali dalam satu minggu.
Karena tingginya antusias siswa dalam mengikuti kegiatan pendampingan belajar ini, Desi Puspitasari membagi kegiatan pendampingan belajar menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 08.30-10-00, sesi pertama ini diikuti oleh siswa SMP sedangkan sesi kedua diselenggarakan pada pukul 13.00-14.00, sesi kedua ini diikuti oleh siswa SD.
Muhammad Hilmi Dhiaulhaq dan Andika Hayana N.W merupakan salah satu siswa yang mengikuti kegiatan pendampingan belajar ini merasa terbantu dalam memahami materi yang diajarkan di sekolah “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan pendampingan belajar ini, sebab dengan kegiatan ini memudahkan kami dalam memahami materi dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru di sekolah selama School From Home berlangsung, tidak hanya itu kami sangat senang karena kegiatan pendampingan belajar ini diberikan secara Cuma-Cuma alias gratis.” Ujar Hilmi dan Andika.
Tidak hanya itu kegiatan pendampingan belajar ini juga disambut dengan baik oleh orang tua siswa. Ibu Siti Hodijah selaku orang tua siswa mengungkapkan “kegiatan pendampingan belajar ini dapat memperingan beban orang tua, sebab orang tua tidak selamanya dapat mendampingi anak selama kegiatan School From Home ini, dan anak-anak menjadi rajin yang biasanya pagi-pagi sudah bermain games semenjak adanya kegiatan ini anak-anak di pagi hari sudah belajar. Alhamdulillah anak saya jadi semangat menjalani belajar secara daring di tengah pandemi ini.” Ujar Ibu Siti Hodijah. (Desi Puspitasari )
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda