WONOSOBO, JURNALPOST - Pandemi saat ini mengubah seluruh tatanan hidup masyarakat tak terkecuali dalam dunia pendidikan, dimana sampai sekarang sistem pembelajaran masih di lakukan secara daring.
Berdasarkan survei dari beberapa orangtua siswa, sebagian besar dari mereka menganggap bahwa pembelajaran secara daring ini kurang efektif apalagi bagi orangtua yang gagap teknologi (gaptek) merasa kesulitan karena semua tugas diberikan melalui online, dan juga tidak semua orangtua sempat memberikan bimbingan belajar kepada anaknya karena sibuk dalam bekerja.
Melihat situasi yang cukup memprihatinkan ini menggerakkan hati Mahgalena, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah Angkatan ke-75 UIN Walisongo Semarang untuk membantu dengan mengadakan bimbingan belajar gratis dirumahnya. (31/10/2020)
Mahgalena, mahasiswi KKN-RDR UIN Walisongo mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja individunya.
"Kegiatan bimbingan belajar ini merupakan salah satu dari sekian program kerja individu saya, kegiatan ini berawal dari keprihatinan saya terhadap pendidikan anak-anak disekitar rumah saya, karena dari pengamatan saya dari pagi hingga petang mereka sibuk bermain dan sangat jarang belajar, dengan diadakannya progam bimbingan belajar ini memiliki tujuan untuk mengurangi waktu bermain anak-anak agar lebih produktif dan juga membantu meringankan beban orangtua dalam membimbing belajar anak-anaknya."
Bimbingan belajar ini sudah dimulai sejak tanggal 14 Oktober 2020. Sebenarnya bimbingan belajar ini hanya dijadwalkan pada hari rabu, tetapi karena sangat semangatnya anak-anak untuk belajar yang seharusnya hanya hari rabu mereka datang juga pada hari selain rabu.
Adanya bimbingan belajar ini disambut antusias dan rasa bersyukur orang tua dari anak-anak.
"Saya sangat antusias dengan di adakannya bimbingan belajar gratis ini, selain mengurangi waktu anak-anak yang setiap hari hanya bermain dan susah belajar karena sekolah secara daring, saya juga bersyukur ada yang mau mengajari anak saya dengan gratis," kata Irma Wahyuni salah satu orangtua anak.
"Biasanya anak-anak akan nurut kalau diajar dengan orang asing dibanding dengan orangtuanya sendiri," tambahnya.
Anak-anak pun mengaku tidak keberatan dan senang dengan adanya bimbingan belajar ini. "Saya senang ada bimbingan belajar seperti ini, karena kalau diajar ibu dirumah jika salah di marahi tapi tidak dengan kakak, saya juga ingin mendapat peringkat pertama," kata aira.
Dalam proses bimbingan belajar, cara pengajarannya satu persatu atau bergantian karena tingkatan kelas dari setiap anak berbeda-beda, metode belajarnya mulai dari membaca, menulis, mewarnai dan berhitung selain itu juga membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mereka.
Diharapkan bimbingan belajar ini berlanjut walaupun KKN sudah selesai dan juga membawa manfaat khususnya dalam pendidikan anak-anak.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda