Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Aplikasi Telegram: Bukan hanya sekedar aplikasi berbagi pesan, berbagi ilmu bisnis untuk berkembang

Aplikasi Telegram: Bukan hanya sekedar aplikasi berbagi pesan, berbagi ilmu bisnis untuk berkembang

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
09 Juli 2021, 21.37 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
09 Jul 2021, 21.37 WITA · 6 menit baca
6 menit baca
Aplikasi Telegram: Bukan hanya sekedar aplikasi berbagi pesan, berbagi ilmu bisnis untuk berkembang
Catatan arsip: sebagian dokumentasi gambar pada artikel ini tidak lagi tersedia.
Tema:  Analisis Jejaring Sosial dalam hubungannya Bisnis Online JurnalPost - Dalam menjalankan bisnis online, akan sangat baik bila kita juga memanfaatkan aplikasi bisnis online. Di era serba online seperti sekarang, ada banyak komunitas dan tentunya seputar bisnis yang bisa kita ikuti. Salah satunya adalah melalui channel Telegram. Telegram merupakan aplikasi chat berbasis messaging. Dimana aplikasi Telegram ini terdapat fitur group messaging, sehingga kita dapat membuat grup sendiri ataupun bergabung dengan grup yang kita inginkan dengan jumlah kapasitas anggota yang tidak terbatas. Aplikasi bertukar pesan dari India ini dapat merubah grup dengan kapasitas anggota saat telah mencapai 200 ribu anggota, maka grup bisa diubah menjadi Broadcast Groups yang tidak terbatas. Aplikasi Telegram ini juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan didalamnya. Berikut beberapa kelebihan yang terdapat dalam aplikasi Telegram yang membuat kita nyaman dan tidak merasa takut ketika menggunakannya:
  1. Terjaminnya keamanan pesan, Saat kita melakukan chat dengan salah satu orang di kontak kita , maka kita dapat mengamankan pesan tersebut dengan menggunakan fitur end-to-end encryption dari Telegram. Dengan begitu, kita tidak perlu khawatir lagi pesan kita akan disadap oleh orang tidak dikenal.
  2. Self - destruct Timer, dimana kita dapat menghapus pesan dalam obrolan yang bersifat rahasia dengan orang lain apabila kita tidak ingin menyimpannya.Telegram menyediakan fitur yaitu mengatur self-destruct timers atau waktu otomatis untuk menghapus pesan tersebut secara permanen.
  3. Memungkinkan untuk mengirim file besar, Telegram menjadi salah satu aplikasi pesan instan yang dapat mengirim file dalam ukuran besar. Kita bisa mengirimkan file sebesar 1,5 GB. Dengan kapasitas sebesar itu, kita bisa mengirimkan berbagai macam file melalui Telegram tanpa perlu membuka Google Drive atau email.
Adapun beberapa kelemahan yang dimiliki aplikasi Telegram sebagai berikut:
  1. Tidak terdapat Fitur Video Call, Meskipun Telegram mempunyai berbagai kelebihan namun, ada beberapa kekurangan yang dimiliki oleh aplikasi pesan instan ini. Salah satu kekurangannya adalah Telegram tidak dapat melakukan aktivitas video call. Sehingga, melalui Telegram kita juga tidak bisa melakukan conference video call yang dapat menampung 2 orang atau lebih.
  2. Tidak memiliki fitur story, Kekurangan lainnya dari aplikasi pesan instan yang satu ini adalah tidak memiliki fitur story. Hal ini berbeda dengan WhatsApp atau Instagram yang mempunyai fitur story sehingga bisa menampilkan apa yang sedang dikerjakan oleh kontak kita atau mempromosikan barang dari bisnis yang kita miliki apabila kita ingin menawarkannya kepada sesama pengguna telegram. Mungkin kita bisa menawarkan produk kita melalui grup yang telah kita ikuti.
Dari telegram kita bisa mendapatkan berbagai informasi. Sebab, di dalam  aplikasi Telegram kita bisa bergabung dalam sebuah komunitas sesuai dengan apa yang kita cari. Misal kita ingin belajar mengenai bisnis online agar dapat berkembang, maka kita bisa mendapatkan ilmu mengenai hal tersebut melalui komunitas yang membahas mengenai how do your business to grow up.  Berbicara mengenai bisnis online tentu kita tidak asing lagi. Ketika kita ingin atau sudah memiliki bisnis, pasti kita akan mencari jalan bagaimana cara agar bisnis kita dapat berkembang dan bisa bertahan. Salah satunya adalah dengan mengikuti komunitas - komunitas pada sebuah platform karena dari situlah kita bisa sharing - sharing informasi yang kita butuhkan. Misal kita dapat mengikuti seminar yang berkaitan dengan bisnis online, agar nantinya kita bisa mengembangkan ilmu yang kita dapatkan dari mengikuti seminar bisnis online tersebut. Ada beberapa komunitas Telegram yang bisa kita ikuti seperti:
  • Contact @indonesia_internet_entrepreneur
  • Contact @indopreneur
  • Contact @energizerentrepreneur
  • Contact @IDStartupFounder
  • Contact @wirausaha
  • Contact @KalanganEkonomiKreatif
  • Contact @digital.id
Dari berbagai akun kontak di atas kita bisa saling sharing bisnis yang akan kita jalankan atau sedang berjalan. Dari komunitas tersebut kita bisa mengetahui kendala berbagai pengusaha dalam menjalankan bisnis. Dengan adanya hal tersebut kita bisa jadikan sebagai gambaran atau pelajaran untuk bisnis kita kedepan. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa ada beberapa fitur yang tersedia di Telegram hal ini bisa memberi kemudahan bagi komunitas pebisnis, ada fitur-fitur yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas bisnis dimulai dari :
  1. Bisa menyambut konsumen secara otomatis
  2. Mampu memesan secara online
  3. Adanya real-time support
  4. Mampu memproses feedback dari konsumen
  5. Menjadi media untuk berkomunikasi dan mengkoordinasi tim
  6. Bisa memberikan informasi terbaru tentang keadaan bisnis
  7. Mampu menambah trafik ke website
  8. Adanya bantuan Non-stop client support.
Seperti yang diketahui dengan perkembangan teknologi dewasa ini membuat para pebisnis menjadikan teknologi ini sebagai peluang untuk menjalankan bisnisnya dan membuat bisnisnya semakin berkembang. Salah satunya dengan bergabung dengan komunitas pada platform telegram seperti sudah dijabarkan diatas. Ditambah dengan adanya kasus Covid-19 di Indonesia sekarang ini sedang mengalami peningkatan lagi. Dari data statistik kasus baru pada tanggal 21 Juni 2021 sebanyak 14.536. Dari kasus Covid-19 di Indonesia dibandingkan dengan bulan sebelumnya maka pada bulan Juni 2021 ini adalah yang tertinggi angkanya. Dapat dilihat pada data statistik berikut : Terlihat bahwa kasus Covid-19 pada periode Januari 2021 sebesar 12.001. Sehingga menandakan dari bulan Januari sampai Juli kasus meningkat sebesar 2.535. Dari laporan yang dirilis oleh Google pada Oktober 2020, dengan waktu yang disediakan orang untuk masuk ke platform dagang online sepanjang terjadinya pandemi dari semula 3,7 jam/hari menjadi 4,7 jam/hari ketika terjadi lockdown dan menjadi 4,2 jam/ hari setelah lockdown berakhir. Dari gambaran itu, wajar bila Bank Indonesia berani memproyeksikan transaksi e-commerce menjadi Rp337 triliun tahun ini. Naik 33,2 persen dibandingkan transaksi 2020 sebesar Rp253 triliun. Dengan adanya pandemi bisnis online malah semakin meningkat drastis, dengan adanya kebijakan PSBB dimana semua orang harus berjaga jarak maka adanya bisnis online ini sangat terbantu khususnya bagi para pekerja kantor. Banyak para karyawan yang terkena dampaknya dari pandemi ini dan harus di PHK di perusahaannya dengan adanya hal tersebut mereka melakukan pekerjaan secara online. Selain itu, adanya aplikasi Telegram ini juga memberikan peluang yang cukup besar bagi pebisnis baru atau pebisnis yang sudah ada karena pada platform Telegram ini para pebisnis bisa mengevaluasi usahanya kembali. Dengan kenaikan pengguna e-commerce pada saat kondisi Covid-19 ini yang serba terbatas untuk melakukan kegiatan tatap muka langsung maka dengan adanya jejaring sosial pada media sosial seperti telegram dapat mempermudah setiap orang dalam berbelanja. Kesempatan emas bagi para pemilik bisnis online untuk melanjutkan bisnis onlinenya dengan mengikuti beberapa webinar, sharing dengan sesama pemilik bisnis online yang berhubungan dengan produk atau dapat juga melakukan workshop. Seperti pada gambar dibawah ini. Kami beri contoh dari gambaran Platform bisnis di Telegram sendiri : Selain digunakan untuk berbagi ilmu dan sharing pengalaman, Telegram Channel juga dapat digunakan untuk menghasilkan uang. Tidak hanya Youtube Dan Blog yang dapat dimonetisasi, pada akhir tahun 2020 Telegram membagikan bahwa Telegram monetization akan diluncurkan. Berikut strategi untuk monetisasi Telegram yang diperoleh dari web appsgeyser.com
  1. Menjual layanan dan produk
  2. Menjual iklan
  3. Paid subscription
  4. Menjual channel Telegram
Telegram juga digunakan sebagai alat marketing pada beberapa perusahaan karena menawarkan fitur-fitur yang menguntungkan seperti memudahkan layanan konsumen, menentukan prospek dan penjualan. Universitas Muhammadiyah Malang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Akuntansi Mata Kuliah E-Commerce Kelas I , Semester 6 ,Kelompok 4

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/aplikasi-telegram-bukan-hanya-sekedar-aplikasi-berbagi-pesan-berbagi-ilmu-bisnis-untuk-berkembang/23123/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 13.25 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sempat Kesulitan Menggunakan BRImo, Nasabah Umi Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro

Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Menyelamatkan Satu Kehidupan, Menyalakan Sejuta Harapan: Memaknai Pengabdian Kemanusiaan

Transparansi Keuangan Organisasi Mahasiswa: Langkah Kecil Membangun Budaya Antikorupsi

HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

Praktik “Orang Dalam”: 4 Langkah Mencegah Ketidakadilan dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa

Pilihan Editor

  1. 1 Kemenag Latih 1.207 PPPK Penghulu, Perkuat Kualitas Layanan Umat
  2. 2

    Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

  3. 3

    Mengenal Styphelia javanica, Semak Xerofit yang Mampu Bertahan di Tengah Kekeringan Savana Bromo

  4. 4

    Bagaimana SerpNames Membantu Pembeli Menemukan Koleksi Aged Domain Terbaru

  5. 5

    Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.