JurnalPost - Mahasiswa Universitas Sumatera Utara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis. Dosen Mahasiswa FISIP USU Bapak Onan M Siregar, S.Sos, M.Si sebagai Dosen Mata Kuliah Strategi Dan Kebijakan Pemasaran.
Sampai saat ini, pandemi COVID-19 masih melanda di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Kondisi ini sangat mempengaruhi berbagai aspek dan sektor kehidupan, termasuk sektor ekonomi. Salah satu sektor ekonomi yang terkena dampak dari pandemi COVID-19 ini adalah sektor UMKM yang ada di Indonesia. UMKM merupakan salah satu jenis usaha yang sangat banyak ditemui dan memiliki peranan penting dalam perekonomian Indonesia. UMKM telah menjadi salah satu roda penggerak perekonomian nasional melalui kontribusi serta peranannya dalam menyerap tenaga kerja lebih banyak apabila dibandingkan dengan elemen bisnis lainnya yang juga ada di Indonesia.
Salah satu UMKM yang masih beroperasi dan mampu bertahan walau terdampak pandemi ini adalah UMKM Thrifted21. UMKM Thrifted21 adalah unit usaha yang menjual produk berupa pakaian second berkualitas yang dapat digunakan oleh semua kalangan, baik pria ataupun wanita (unisex). Usaha ini merupakan sebuah usaha yang cukup menarik karena mampu menjual produk pakaian second dimasa pandemi sekarang ini. Usaha Thrifted21 merupakan usaha yang bergerak di bidang fashion. Usaha Thrifted21 didirikan pada tanggal 16 Juli 2010 oleh Rizki Ramadhan dan temannya Muhammad Ananda yang merupakan perantau dari Kabupaten Labuhan Batu dan mengoperasikan bisnisnya di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kota Medan.
Menurut Owner Thrifted21, Rizki Ramadhan terkait dengan strategi pemasaran yang dilakukan oleh usaha Thrifted21 dalam rangka memasarkan produk di masa Pandemi COVID-19 tidak banyak mengalami perubahan yang berarti dan lebih berfokus pada kegiatan transaksi secara online.
UMKM Thrifted21 membagi segmentasi pasar nya kedalam 4 bagian yaitu Segmentasi Perilaku, Segmentasi Psikografis, Segmentasi Demografis dan juga Segmentasi Geografis. Timing pemasaran produk usaha Thrifted21 pada saat sebelum dan sesudah pandemi tidak memiliki perbedaan yang signifikan, jam operasional bebas karena sistem penjualan melalui e-commerce dan juga sosial media, hanya saja respon untuk para konsumen akan dilakukan pada jam kerja yaitu pada pukul 08.00-18.00 WIB.
Selain itu, peranan Marketing Mix yang terbagi menjadi 4 yaitu Produk (berkaitan dengan klasifikasi Produk, inti produk atau manfaat produk, karakteristik yang dimiliki produk dan produk tambahan yang ditawarkan untuk menyempurnakan produk inti), Harga (dilakukan dengan menetapkan harga sesuai dengan kualitas produk), Distribusi (dilakukan secara online menggunakan platform Instagram maupun Tokopedia. Juga dilakukan sistem COD bagi pelanggan di sekitar wilayah Kota Medan. Bagi pelanggan di luar wilayah Kota Medan, pesanan akan dikirim melalui berbagai jasa pengiriman seperti JNE, JNT maupun Kantor Pos) dan Promosi (promosi word of mouth dan menerapkan strategi diskon ongkir bagi pelanggan yang berbelanja dengan total Rp 300.000).
Strategi UMKM Thrifted21 untuk menghadapi para pesaingnya adalah dengan cara menampilkan potret pakaian second yang terlihat menarik, bersih dan aman digunakan serta menawarkan harga yang juga menarik minat konsumen. Selain itu, Thrifted21 juga menambahkan service seperti free laundry agar konsumen lebih merasa puas dan nyaman. Thrifted21 juga memberikan ulasan yang jelas mengenai kondisi baju yang ditawarkan sehingga konsumen menjadi lebih merasa produk tersebut layak untuk dibeli.
Strategi yang digunakan oleh Thrifted21 untuk meraih kepuasan pelanggan yaitu dengan cara menyediakan produk-produk pakaian second yang memiliki kualitas baik, harga yang tergolong ramah dikantong serta pelayanan yang juga ramah dan responsif.
Oleh: Muhammad Yusuf Nasution, Zelin Auliani Zahra Harahap, Ricky Dian Adytama Sinulaki, Selli Selfia, Mega Astria Sinaga, Teuku Naufal Zaky.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda