JurnalPost.com - Islam merupakan sebuah agama yang menjunjung tinggi akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Islam juga mengajarkan pentingnya nilai spiritual tanpa meninggalkan nilai material. Hal itu yang menjadikan umat islam untuk senantiasa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Akhlak merupakan tingkah laku seseorang untuk melakukan suatu tindakan yang melekat pada diri sendiri. Dalam setiap muslim harus memiliki sifat akhlakul karimah atau sifat terpuji. Akhlak mempunyai kedudukan tertinggi dalam islam, sehingga setiap aspek dari ajaran agama ini selalu berorientasi pada pembentukan dan pembinaan akhlak yang mulia. Ketika Rasulullah SAW ditanya: “Siapakah orang beriman yang paling utama imannya?” Maka beliau menjawab, “Yang paling baik akhlaknya.” (HR. At-Tirmidzi, no. 1162 dan Abu Dawud, no. 4682).
Ekonomi islam merupakan ilmu yang mempelajari perilaku ekonomi manusia dalam menjalankan bisnis yang di atur berdasarkan Al-Qur’an dan hadist. Ekonomi dan akhlak mempunyai keterikatan yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga akhlak dalam dunia ekonomi memiliki pengaruh yang baik seperti terciptanya kerja sama antara pembeli dan penjual. Namun, pada saat ini banyak pedagang yang lalai tidak menerapkan akhlak dalam berdagang. Akibatnya banyak pedagang melakukan praktik persaingan liar yang menghalalkan segala cara seperti terjadi penyuapan, kenaikan harga yang tidak wajar, pengemasan yang tidak sesuai. Sehingga hal tersebut membangun rasa ketidak percayaan di kalangan para pembeli. Untuk itu Islam mengajarkan kita beberapa hal tentang akhlak dalam berdagang sebagai berikut:
1. Berbaik Hati dalam Berdagang Yaitu tidak berperilaku pelit terhadap barang dagangannya, tidak memasang harga terlalu tinggi, tidak mengambil keuntungan yang terlalu tinggi serta bersikap ramah kepada pembeli. Berbaik hati dalam berdagang sangat dianjurkan karena dapat memberikan berkah dalam kehidupan sehari-hari dan tentunya mendapat pahala dari Allah SWT.
2. Jujur Sikap jujur dalam berdagang sangat penting dilakukan. Misalnya jujur dengan hasil timbangan dan menggambarkan barang dengan sebenarnya tanpa ada unsur bohong agar pembeli merasa puas terhadap barang yang di beli. Sikap jujur sering dianggap sebagai hal yang bisa dilakukan namun pada saat itu iman seseorang sedang diuji. Bila pedangang melakukan tindakan tidak jujur seperti penimbunan barang dan lain-lain maka hukumnya tidak boleh atau haram.
3. Adil dalam Berdagang Yaitu dengan bersikap adil dengan tidak membedakan pembeli satu dengan pembeli lainnya dan adil dalam memberikan harga dagangan. Sifat adil ini menjadikan pembeli merasa dihargai dan senang terhadap pelayanan yang diberikan.
4. Amanah Yaitu bagaimana seseorang melakukan tanggung jawab yang diberikan. Amanah berdagang yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yaitu tidak mengambil hak yang bukan miliknya, tidak mengurangi hak orang lain seperti melebihkan harga atau mengambil keuntungan yang terlalu tinggi, dan mengembalikan barang yang bukan miliknya.
Sudahkah kita menerapkan akhlak berdagang dalam kehidupan sehari-hari, jika belum maka hendaknya segera menerapkan akhlak berdagang sesuai dengan yang dijelaskan di atas. Agar mendapat keberhasilan dan kesuksesan di jalan yang benar serta berkah. Semoga kita termasuk golongan orang yang di ridhoi Allah SWT.
Penulis : Azizul Quzaimah Rahajeng, Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang Editor: Fatimah Reski
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda