JurnalPost.com - Riot Games mengumumkan format baru Valorant Champions Tour (VCT) 2027 yang membawa peluang bagi ekosistem esports Indonesia. Sistem kompetisi yang sebelumnya cenderung tertutup akan dikembangkan menjadi turnamen terbuka berbasis jaringan lokal di lebih dari 16 kota dunia.
Indonesia disebut masuk dalam kalender Open Qualifier VCT Pacific yang mulai digelar pada November 2026. Kehadiran Indonesia dalam rangkaian tersebut tidak hanya menarik bagi komunitas dan pemain Valorant, tetapi juga membuka ruang pembahasan mengenai potensi ekonomi, penerimaan negara, serta kesiapan infrastruktur digital dalam mendukung industri esports.
Selama ini, perputaran ekonomi sektor game di Indonesia masih menghadapi tantangan karena sebagian besar nilai transaksi dinikmati oleh penerbit game dari luar negeri. Dalam pertimbangan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional, potensi pasar industri gim Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$1,5 miliar hingga US$2 miliar per tahun.
Besarnya pasar tersebut menunjukkan bahwa industri game bukan lagi sekadar sektor hiburan. Transaksi pembelian item, layanan digital, kompetisi, hingga aktivitas komunitas telah membentuk ekosistem ekonomi yang cukup besar.
Format baru VCT 2027 dapat menjadi salah satu peluang untuk mendorong agar sebagian nilai ekonomi tersebut berputar lebih besar di dalam negeri.
Riot Games menyiapkan insentif bagi tim yang mengikuti jalur kualifikasi terbuka, dengan nilai yang bervariasi sesuai pencapaian di kompetisi. Tim yang mampu melaju ke level internasional juga berpeluang mendapatkan hadiah dari rangkaian turnamen global.
Apabila pemain atau organisasi esports Indonesia mampu memperoleh hadiah maupun insentif tersebut, pendapatan yang masuk ke Indonesia berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi baru, mulai dari penghasilan pemain, organisasi esports, pekerja kreatif, hingga sektor pendukung lainnya.
Dari sisi fiskal, penghasilan yang diterima individu maupun badan usaha juga dapat menjadi bagian dari basis penerimaan perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, prestasi di bidang esports berpotensi memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar pencapaian kompetitif.
Potensi bagi Kas Daerah dan UMKM
Salah satu keunggulan kompetisi esports dengan format terbuka adalah peluang penyelenggaraan pertandingan secara langsung atau luring. Apabila Indonesia dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan babak kualifikasi maupun pertandingan penting lainnya, dampak ekonominya dapat dirasakan oleh pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.
Turnamen yang menghadirkan banyak peserta biasanya tidak hanya membawa pemain. Tim datang bersama pelatih, staf teknis, manajemen, media, hingga pendukung. Jika penyelenggaraan mampu menarik penonton dari luar daerah, sektor akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, hingga industri kreatif juga berpotensi memperoleh manfaat.
Kegiatan tersebut dapat meningkatkan transaksi hotel, restoran, kafe, transportasi lokal, penjualan merchandise, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi pertandingan.
Dari perspektif pemerintah daerah, peningkatan aktivitas ekonomi tersebut juga berpotensi berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk melalui Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sesuai ketentuan perpajakan daerah.
Esports dalam konteks ini dapat berkembang menjadi bagian dari industri pariwisata berbasis acara. Penonton tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga menggunakan jasa transportasi, menginap, berbelanja, dan mengonsumsi berbagai produk lokal selama berada di kota penyelenggara.
Efek penggandanya dapat semakin besar apabila pemerintah daerah mampu mengintegrasikan turnamen dengan promosi destinasi wisata, ekonomi kreatif, serta produk UMKM lokal.
Pajak Digital dan Kesiapan Fasilitas Publik
Potensi ekonomi esports juga berasal dari transaksi digital. Dalam ekosistem Valorant, penjualan berbagai item digital telah menjadi salah satu sumber perputaran ekonomi yang cukup besar.
Pada rangkaian VCT 2025, Riot Games dilaporkan mendistribusikan lebih dari US$86 juta dari penjualan item digital kepada tim-tim mitra yang memiliki perjanjian dengan perusahaan tersebut. Angka tersebut menggambarkan besarnya potensi ekonomi yang terdapat di balik sebuah kompetisi esports.
Ketika transaksi digital dilakukan oleh konsumen Indonesia, aspek perpajakan digital juga menjadi bagian penting untuk diperhatikan. Aktivitas perdagangan melalui sistem elektronik dapat berkontribusi terhadap penerimaan Pajak Pertambahan Nilai Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPN PMSE) sepanjang memenuhi ketentuan perpajakan yang berlaku.

Namun, peluang ekonomi dari penyelenggaraan turnamen esports juga harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur.
Kompetisi game taktis seperti Valorant membutuhkan pasokan listrik yang stabil serta jaringan internet berkecepatan tinggi dengan latensi rendah. Gangguan koneksi atau pasokan listrik selama pertandingan dapat memengaruhi kualitas kompetisi sekaligus reputasi penyelenggara.
Karena itu, peningkatan konektivitas internet dan fasilitas pendukung di kota-kota potensial penyelenggara sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan suatu turnamen.
Infrastruktur digital yang dibangun atau ditingkatkan juga dapat digunakan oleh masyarakat, pelaku UMKM, perusahaan rintisan, pekerja kreatif, lembaga pendidikan, hingga sektor pelayanan publik. Dengan pendekatan tersebut, investasi untuk mendukung kegiatan esports dapat menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang.
Peluang bagi Ekonomi Digital Indonesia
Perubahan format VCT 2027 menunjukkan bahwa ekonomi kreatif digital memiliki potensi ekonomi yang semakin luas. Esports tidak lagi hanya berkaitan dengan pemain profesional dan komunitas game, tetapi juga menyentuh sektor perpajakan, pariwisata, UMKM, teknologi, hingga pembangunan infrastruktur.
Indonesia memiliki basis pemain dan komunitas game yang besar. Namun, besarnya jumlah pengguna perlu diikuti dengan kemampuan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.
Pemerintah pusat dan daerah dapat mengambil peran melalui penyederhanaan perizinan kegiatan, peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan industri game dan esports lokal, serta memastikan aktivitas ekonomi digital masuk ke dalam sistem perpajakan secara proporsional dan sesuai regulasi.
Jika peluang tersebut dikelola dengan baik, kehadiran kompetisi seperti VCT dapat memberikan manfaat lebih luas. Bukan hanya membuka kesempatan bagi pemain Indonesia untuk bersaing di tingkat internasional, tetapi juga mendorong investasi, menggerakkan UMKM, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar penting dalam industri esports global.
Penulis: Alexander Frederic Raja
Mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Politeknik Keuangan Negara STAN
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda