Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Olahraga
  3. Utopia Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia

Utopia Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
06 Maret 2024, 19.06 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Timnas Indonesia

Oleh Muhammad Thaufan Arifuddin (Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas)

JurnalPost.com - Sepakbola Indonesia penuh dengan cerita perjuangan. Tim Nasional Indonesia pernah ditahan imbang oleh Tim Nasional Filipina di Stadion Rizal Memorial pada Selasa (21/11/2023). Lalu, di babak 16 besar Piala Asia pada Minggu (28/1/2024), Indonesia takluk oleh Australia di Stadium Jassim bin Hamad, Al Rayyan, Qatar.

IKLAN

Tentu, ini sangat menyedihkan bagi pecinta bola dan Timnas Indonesia di tanah air. Tetapi, bukan pertandingan seri ini yang akan saya tuliskan sebagai poin utama dalam tulisan kecil ini. Saya hendak menyoroti hal lain yang melampaui betapa patah hatinya fans sepak bola di Indonesia dan sesungguhnya harapan untuk mencapai sepak bola level dunia masih mungkin. Selalu ada jalan lain menuju Roma.

Tenis Junior TDP IMTC Semen Tonasa Cup dan IMTC
Baca Juga

Kejurnas Tenis Junior IMTC Semen Tonasa Cup dan Piala Ketua Pelti Sulsel Resmi Digelar di Makassar

Jika Indonesia ingin mencapai level Piala Dunia dalam cabang olahraga sepak bola, sesungguhnya itu dimungkinkan jika terjadi perubahan mindset dan manajemen yang revolusioner bagi insan dan pelaku sepak bola di Indonesia, terutama PSSI. Indonesia harus mencoba menemukan sendiri resep jitu yang super modern dan karakter pelatihan dan permainannya.

Tentu, Indonesia telah mengadopsi sistem pelatihan modern dalam sepak bola dengan menyiapkan berbagai fasilitas modern dan mahal untuk meningkatkan performa pemain-pemain sepak bola di Indonesia, termasuk Timnas Indonesia. Tetapi, Indonesia harus menambahkan lagi resep yang benar-benar jitu dan karakter yang benar-benar mencerminkan kehebatan bangsa Indonesia dalam berolah raga kaki untuk memastikan bisa berkompetisi dan bahkan menginspirasi bangsa-bangsa di level dunia.

Pertama, Indonesia harus menargetkan pembinaan sedari dini dengan mencari bibit-bibit unggul calon pemain sepak bola yang potensial memiliki tinggi badan proporsional di sekitar 180 cm. Tentu, tinggi badan sangat menentukan untuk bersaing dengan pemain sepak bola dunia yang tingginya di sekitar 180 cm. Dalam Piala Dunia U-17 di Indonesia saat ini, Timnas Jerman memiliki rata-rata tinggi badan 185,3 cm, Prancis: 182,9 cm, Iran: 182,7 cm, Jepang: 178,1 cm. Sedangkan, Indonesia hanya sekitar 176,5 cm.

IKLAN

Tinggi badan akan sangat membantu pemain dalam menjangkau bola tinggi, meningkatkan kecepatan pemain karena jangkauan kaki lebih panjang, dan tentu saja stamina dan power pemain sepak bola lebih besar karena proporsi lebar badan dan dada cenderung lebih besar dibandingkan dengan pemain yang memiliki tinggi badan lebih pendek.

Liga Ramang U 12 2026
Baca Juga

Liga Ramang U-12 2026 Dibuka Lebih Luas, Barru Siapkan Akademi Sepak Bola Mulai 2027

Hal ini bukan sesuatu yang bersifat rasis karena sepak bola memerlukan professionalisme yang tinggi dan stamina yang besar untuk bermain selama 90 menit. Tentu, untuk konteks Indonesia, latihan harus digenjot sejak dini dan dipastikan memilih calon pemain Timnas Indonesia yang potensi tinggi dan berat badannya selevel dengan rata-rata pemain top di level piala dunia.

Kedua, Indonesia harus mencoba mencari inspirasi dan alternatif dengan mengadopsi karakter lokal olahraga kaki andalan Indonesia  yaitu sepak takraw sebagai basis utama skill penguasaan bola calon pemain handal dan Timnas Indonesia masa depan. Pelatih sepak bola dan Timnas Indonesia harus bisa berimanjinasi untuk menerapkan spirit dan skill sepak takraw ke dalam spirit dan skill calon pemain handal dan Timnas Indonesia sedari dini hingga menjadi pemain professional di level lokal, nasional dan dunia.

Anda bisa membayangkan kemampuan penguasaan bola pemain sepak takraw Indonesia yang menjadi juara dunia. Mereka sangat lihat dalam memberi umpan yang akurat, smash sepakan saltonya yang selalu keras dan terukur. Tak hanya itu, pemain sepak takraw Indonesia mempunyai skill dalam menahan bola yang sangat cepat. Jika spirit dan skill ini by training bisa ditransfer ke dalam karakter pemain sepak bola dan Timnas Indonesia yang juga memiliki tinggi badan sekitar 180 cm, maka tentu Indonesia dapat optimis untuk bersaing dengan timnas-timnas hebat dari negara mana pun di masa depan dalam 30 tahun ke depan.

Spirit dan skill Sepak Takraw harus diadopsi oleh sepak bola dan Timnas Indonesia agar bisa menjadi timnas unggulan. Jepang melakukan adopsi kultural ini melengkapi sistem training center modernnya sehingga Jepang menjadi salah satu timnas yang disegani hari ini.

Alkhalifi Alby Raffiansyah
Baca Juga

Berawal dari 2024, Alkhalifi Alby Raffiansyah Atlet Muda Sleman Kini Unjuk Gigi di Kancah Nasional

Alhasil, kita perlu belajar kepada Jepang yang mampu merevolusi mindset dan manajemen pelatihan mereka dalam memajukan dunia sepak bolanya. Mereka memastikan tinggi badan pemain mereka memenuhi rata-rata tinggi badan pemain dunia. Tentu, bukan dengan rekayasa konvensional dengan mencari pemain yang tinggi, tetapi dengan memastikan gizi rakyat Jepang terpenuhi sejak dini sehingga membuat rata-rata tinggi badan generasi Jepang semakin tinggi.

Sesungguhnya spirit dan skill permainan Jepang yang cepat secara filosofis mengadopsi spirit dan skill para samurai yang mampu bergerak cepat seperti kilat ketika memegang senjata Katana. Mungkinkah kita mau belajar kepada sepak bola Jepang untuk mengejar utopia piala dunia?  Hanya waktu dan PSSI yang bisa menjawabnya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/utopia-timnas-indonesia-menuju-piala-dunia/65640/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026, 00.17 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Jadwal Persib vs FC Seoul Hari Ini di ACL Two 2026/2027, Live RCTI Jam Berapa?

Al-Nassr Tumbang dari Al-Ittihad, Ronaldo Gagal Cetak Gol, Al-Hilal Tetap di Puncak

Indonesia vs Australia U-20: Duel Penentu Grup H, Nova Arianto Bidik Kemenangan

Indonesia vs Australia U-20 Tayang di TV Mana? Cek Jadwal dan Jam Kick-off

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

Darah Kembali Menetes di Tanah Rencong, Insiden Pulo Kenari Pidie Tewaskan Satu Warga

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Dukung Pengamanan Objek Vital Nasional, Semen Tonasa Jadi Lokasi Latihan Hanud Pasif

Pilihan Editor

  1. 1 Transparansi Keuangan Organisasi Mahasiswa: Langkah Kecil Membangun Budaya Antikorupsi
  2. 2

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  3. 3

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. 4

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  5. 5

    Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.