- Sewaktu sesuatu yang buruk terjadi, orang-orang akan memberi tahu kepada anda untuk “Tetap berpikir positif,” kalimat seperti ini sering kali dipakai untuk bersimpati. Namun, hal itu juga dapat menjadi cara untuk menutup apapun yang mungkin ingin anda katakan mengenai apa yang sedang anda alami dan rasakan.
- Setelah mengalami kehilangan, orang-orang memberi tahu anda bahwa “Segela yang terjadi ada hikmahnya.” Namun, orang sering membuat pernyataan tersebut karena mereka percaya bahwa perkataan tersebut bisa menghibur. Yang perlu diketahui bahwa hal itu juga merupakan cara untuk menghindar dari rasa sakit yang dialami oleh orang lain.
- Ketika anda menyatakan kekecewaan atau kesedihan, seseorang memberi tahu kamu bahwa “Kebahagian merupakan pilihan.” Hal ini menunjukkan bahwa jika anda merasakan emosi yang negatif maka hal itu adalah pilihan dan kesalahan anda sendiri karena tidak “Memilih untuk menjaadi bahagia.”
- Dianggap memalukan: Hal ini dikarenakan, ketika sesorang menderita, mereka perlu tahu bahwa emosi yang mereka rasakan adalah hal yang wajar. Yang mana seharusnya mereka dapat menemukan dukungan dan kasih sayang dari teman, keluarga, dan orang terdekat. Tetapi, sikap toxic positivity menekankan bahwa emosi yang mereka rasakan itu adalah sesuatu yang salah.
- Menyebabkan rasa bersalah: Hal ini menyiratkan pesan bahwa jika anda tidak menemukan cara untuk merasa positif ketika sedang mengalami tragedi, maka ini menandakan bahwa anda melakukan sesuatu yang salah.
- Membuat orang menghindari perasaan yang sebenarnya: Sikap toxic positivity berfungsi sebagai mekanisme penghindaran. Sehingga ketika kita merasakan emosi yang sulit maka kemudian kita akan mengabaikan dan menyangkal perasaan tersebut.
- Mencegah perubahan ke arah yang lebih baik: Hal ini membuat kita terus menghindari hal-hal yang mungkin menyakitkan. Yang mana ada kalanya hal ini sebenarnya membuat kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.
- Tidak ingin menyelesaikan suatu masalah.
- Merasa bersalah karena karena sedih, marah, atau kecewa.
- Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya dibalik kutipan-kutipan yang tampak lebih diterima secara sosial.
- Menyembunyikan apa yang sebenarnya kamu rasakan.
- Meminimalkan perasaan orang lain karena mereka membuat anda tidak nyaman.
- Mempermalukan orang lain karena mereka tidak bersikap positif.
- Memiliki kepercayaan diri yang rendah.
- Kendalikan emosi negatif dan jangan menyangkalnya.
- bersikaplah jujur dengan apa yang kamu rasakan.
- tidak masalah untuk merasakan lebih dari satu emosi.
- berfokuslah mendengarkan orang lain yang memberikanmu dukungan.
- pahami bagaimana perasaanmu.
- Aku akan selalu mendengarkanmu.
- Aku akan tetap berada di sisimu.
- Ini pasti sangat berat.
- Apakah sesuatu yang buruk terjadi? adakah yang bisa aku bantu?.
- Kegagalan terkadang adalah bagian dari hidup.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda