Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. The Walking Dead: Refleksi Krisis Kepemimpinan di Era Modern

The Walking Dead: Refleksi Krisis Kepemimpinan di Era Modern

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 Juli 2025, 21.55 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Era Modern
sumber: Den of Geek (Michonne dan Rick Grimes)

Penulis: Dela Andriyani

JurnalPost.com - Serial The Walking Dead yang sudah mengudara lebih dari sepuluh tahun bukan sekadar tontonan horor biasa. Serial yang diadaptasi dari komik milik Robert Kirkman, Tony Moore, dan Charlie Adlard ini pertama kali ditayangkan pada tahun 2010. Di balik adegan zombie yang mengerikan, serial ini menyajikan pelajaran mendalam mengenai bagaimana kekuasaan bekerja dalam masyarakat. Melalui teori-teori dari tiga pemikir besar (Antonio Gramsci, Stuart Hall, dan Michel Foucault) kita bisa memahami mengapa serial ini begitu populer dan relevan dengan kondisi kepemimpinan politik kita hari ini.

IKLAN

Melalui pemikiran Gramsci, kekuasaan tidak hanya soal memukul atau mengancam, tetapi juga soal membuat orang percaya bahwa sistem yang ada adalah yang terbaik. Ini yang disebut hegemoni, yang berarti dominasi yang "halus" melalui ide dan budaya, bukan hanya persoalan kekerasan fisik.

Kepemimpinan Transformasiona
Baca Juga

Kepemimpinan Transformasional: Solusi Nyata atau Sekadar Retorika dalam Manajemen Perubahan?

Melalui serial The Walking Dead, kita melihat bagaimana hegemoni ini bekerja dengan sangat jelas. Ambil contoh karakter Negan dan kelompok Saviors-nya. Negan tidak hanya menguasai komunitas lain dengan kekerasan, tetapi juga menciptakan sistem kepercayaan yang membuatnya diterima. Dia memposisikan dirinya sebagai "penyelamat" yang memberikan perlindungan dengan imbalan setengah dari semua hasil produksi komunitas lain. Yang menarik adalah bagaimana Negan membangun legitimasi kekuasaannya. Dia tidak hanya memukul yang melawan, tetapi juga menciptakan ritual dan simbolisme yang membuat pengikutnya percaya bahwa sistemnya adalah yang terbaik untuk bertahan hidup. Semua pengikutnya menyebut diri mereka "Negan", menunjukkan bagaimana identitas individual diserap ke dalam identitas kolektif yang dikontrol oleh pemimpin.

IKLAN

Sebaliknya, kelompok Rick Grimes menunjukkan bentuk hegemoni alternatif. Mereka membangun legitimasi melalui nilai-nilai seperti keadilan, perlindungan terhadap yang lemah, dan pengambilan keputusan bersama. Konflik antara kedua kelompok ini bukan hanya soal siapa yang lebih kuat secara fisik, tetapi siapa yang bisa meyakinkan orang lain bahwa cara mereka adalah yang paling benar.

Stuart Hall mengajarkan bahwa representasi dalam media sangat penting dalam membentuk identitas dan kekuasaan. Dalam serial The Walking Dead, representasi gender sangat menarik untuk dianalisis. Carol Peletier menunjukkan transformasi dari korban kekerasan domestik yang lemah menjadi survivor yang cerdas dan penuh dengan strategi, menantang stereotip tradisional tentang femininitas. Michonne sebagai karakter ”black woman” digambarkan sebagai warrior yang mandiri dan berintelektual, bukan sekadar sidekick atau korban. Namun, representasi ini juga masih terjebak dalam trope "strong black woman" yang harus selalu kuat.

Representasi kelas sosial juga berubah total dalam dunia post-apokalips. Seorang mekanik bisa menjadi lebih berharga dari lawyer, ibu rumah tangga bisa menjadi leader yang lebih efektif dari CEO. Ini menunjukkan bahwa representasi kelas sosial adalah konstruksi yang bisa berubah.

IMM Bulukumba Hadirkan Ketum PC IMM Makassar
Baca Juga

IMM Bulukumba Hadirkan Ketum PC IMM Makassar

Michel Foucault mengajarkan bahwa kekuasaan tersebar dalam semua hubungan sosial melalui gagasan, cara kita berbicara dan berpikir tentang sesuatu. Melalui serial The Walking Dead, berbagai gagasan tentang kemanusiaan, moralitas, dan peradaban saling bersaing. Frase "We are the walking dead" menciptakan "kebenaran" bahwa perbedaan antara yang hidup dan mati bukan soal biologis, tetapi moral dan sosial. Serial ini menciptakan wacana bahwa bertahan hidup membutuhkan kompromi moral, tetapi ada batas-batas yang tidak boleh dilewati. Serial ini juga memproduksi berbagai model kepemimpinan: Rick's leadership berbasis perlindungan "family", Negan's authoritarian leadership berbasis fear dan control, Ezekiel's symbolic leadership berbasis hope dan performance. Setiap model menciptakan "kebenaran" berbeda tentang bagaimana masyarakat seharusnya diorganisir.

Analisis ini memiliki relevansi untuk memahami dinamika politik dan sosial di Indonesia. Konsep hegemoni Gramsci membantu kita memahami bagaimana kekuasaan politik di Indonesia tidak hanya bergantung pada force, tetapi juga kemampuan menciptakan consensus melalui budaya dan ideologi. Misalnya, debat tentang Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah contoh bagaimana hegemoni ideologis bekerja. Berbagai kelompok politik mencoba menafsirkan Pancasila sesuai kepentingan mereka, menciptakan gagasan berbeda tentang apa artinya menjadi "Indonesia yang benar".

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/the-walking-dead-refleksi-krisis-kepemimpinan-di-era-modern/83382/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.22 WITA

  • #Kajian Kepemimpinan

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online
  2. 2

    Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

  3. 3

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  4. 4

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.