JurnalPost.com - Tahukah anda mengenai Takakura? Takakura adalah metode pengolahan sampah organik dengan mengandalkan proses fermentasi untuk menguraikan sampah organik tersebut. Metode ini diciptakan oleh Koji Takakura dimana dengan memanfaatkan mikroba, proses pengomposan tidak akan menghasilkan bau tengik yang mengganggu.
Sebagai upaya pengenalan metode komposting ini serta meningkatkan nilai guna dari sampah organik, Aditya Pratama, Hammam Fawaz, dan Maulana Rohman Bahari mahasiswa dari UPN “Veteran” Jawa Timur mensosialisasikan metode komposting ini di Instalasi Pengolahan Air Minum Karangpilang yang dimiliki PDAM Surya Sembada Kota Surabaya.
Sosialisasi ini dilakukan untuk menangani sampah organik yang dihasilkan oleh lingkungan PDAM Karangpilang, dimana PDAM Karangpilang ini memiliki ruang terbuka hijau yang sangat luas sehingga menghasilkan sampah organik berupa rumput dan daun kering dalam jumlah yang besar.
Dengan adanya sosialisasi ini besar harapan dapat membantu petugas kebersihan dalam mengurangi sampah organik dengan tidak dibakar maupun ditimbun begitu saja.
Proses kompsoting Takakura berlangsung hanya dalam kurun waktu 7-10 hari. Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat kompos ini diantaranya :
Keranjang berrongga, berfungsi sebagai tempat pengomposan dan menjaga sirkulasi udara Bantalan sekam, berfungsi untuk menyerap air hasil pengomposan serta mengatur sirkulasi udara Kardus, berfungsi untuk menahan kompos keluar, melindungi kompos dari serangga, menjaga sirkulasi udara dan kelembaban Kain, berfungsi untuk melindungi kompos dari serangga dan menjaga kestabilan suhu Kompos, berfungsi sebagai starter yang membantu proses pengomposan
Untuk membuat kompos ini pertama-tama lapisi bagian dalam keranjang dengan kardus, selanjutnya letakkan bantalan sekam ke dalam keranjang, masukkan starter kompos ±5cm di atas bantalan sekam, berikutnya masukkan sampah coklat dan hijau kemudian aduk merata, selanjutnnya letakkan bantalan sekam diatas kompos dan tutup dengan kain. Kompos yang telah di tata selanjutnya perlu disimpan pada tempat yang teduh dan diaduk 2 hari sekali.
Oleh: Hammam Fawaz mahasiswa Teknik Lingkungan UPN "Veteran"Jawa Timur

Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda