Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Suhu Mempengaruhi Pengurangan Peyebaran Virus Covid-19

Suhu Mempengaruhi Pengurangan Peyebaran Virus Covid-19

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 Oktober 2020, 19.06 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Covid-19
JURNALPOST - Suhu merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan derajat. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer. Suhu dapat mengakibatkan benda memuai, baik itu pemuaian panjang, pemuaian luas, hingga pemuaian volume.

Pengaruh Suhu, Cuaca dan Iklim terhadap Virus Corona (SARS dan MERS)

Penyebaran virus corona kelas bethacoronaviruses, seperti SARS-CoV dan MERS-CoV, diduga dapat dipengaruhi oleh suhu, cuaca, dan iklim. Walaupun belum terdapat banyak bukti, penyebaran virus corona diduga memiliki pola musiman pada host alami dimana perubahan musim dapat meningkatkan risiko penularan zoonosis pada waktu-waktu tertentu. Sebuah studi di Hongkong pada tahun 2003 mencoba mengidentifikasi faktor yang terlibat dalam penyebaran virus SARS-CoV. Studi ini mengemukakan bahwa insidensi tertinggi dari SARS terjadi saat musim dingin dan secara bertahap menurun saat memasuki musim semi. Pola ini terlihat serupa dengan pola musiman pada influenza. Masih dari studi yang sama, setiap peningkatan suhu udara sebesar 1 derajat C diduga berkaitan dengan penurunan rerata insidensi yaitu 3,6 kasus. Namun, efek suhu dan humiditas udara bisa saja diganggu oleh faktor lain, sehingga akan dibutuhkan pemahaman yang lebih panjang dari pengaruh musim terhadap epidemi SARS. semakin tinggi suhu diduga kasus COVID-19 akan semakin rendah. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa iklim tropis sebenarnya dapat membantu menghambat penyebaran virus corona, karena kondisi iklim tropis sebenarnya dapat membuat virus lebih cepat menjadi tidak stabil. Namun, hasil penelitian ini masih perlu dievaluasi lebih lanjut. Selain itu, perubahan gaya hidup mungkin adalah faktor lain yang ikut berperan menambah population at risk. Misalnya peningkatan perjalanan internasional yang menyebabkan virus corona dapat menyebar ke seluruh dunia secara massif. Cuaca dan iklim mungkin merupakan salah satu faktor pendukung terjadinya wabah COVID -19 saat pertama kali muncul di negara lintang tinggi, tetapi peningkatan kasus gelombang kedua terutama di Indonesia kemungkinan lebih dipengaruhi oleh tingkat mobilitas manusia dan interaksi sosial.

Seberapa efektif pemeriksaan suhu guna mendeteksi Covid-19?

Termometer tembak dan kamera skrining termal, yang mengukur panas dari tubuh seseorang, tidak akan mendeteksi semua orang yang terinfeksi Covid-19. Sebab, ada beberapa orang yang telah teinfeksi virus namun tidak menunjukkan gejala apa pun. "Orang-orang yang tidak menunjukkan gejala sama menularnya dengan mereka yang mengalami demam atau gejala lainnya," kata MacIntyre. Hal ini diperkuat dengan penjelasan dari para peneliti Jerman mengungkapkan, penularan dapat terjadi pada orang yang tidak ada gejala atau hanya muncul gejala ringan. Selain itu, orang yang terinfeksi mungkin masih dalam masa inkubasi (lamanya waktu antara paparan infeksi dan munculnya gejala pertama). Pendapat lain mengenai masa inkubasi juga disampaikan oleh pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Mereka mengatakan gejala Covid-19 dapat muncul segera setelah dua hari atau selama 14 hari setelah paparan. Namun, dokter spesialis pernapasan di China, Zhong Nanshan mengungkapkan bahwa masa inkubasi bisa selama 24 hari dalam kasus tertentu. Masa inkubasi 14 hari adalah periode penasehat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memantau kasus dan didasarkan pada data dari virus corona lainnnya. "Bahkan jika mereka memiliki penyakit Covid-19 dengan demam, mereka mungkin tidak mengalami demam pada saat mereka diskrining karena fluktuasi alami demam atau penggunaan obat-obatan untuk menurunkan demam," ujar dokter spesialis penyakit menular di Sekolah Kedokteran Universitas Nasional Australia di Canberra, Sanjaya Senanayake. Adapun skrining di bandara hanya berfungsi jika penularan infeksi oleh orang tanpa gejala dapat diabaikan, sensitivitas skrining hampir sempurna, dan periode inkubasi pendek.

CARA PENCEGAHAN COVID DENGAN MELAKUKAN BEBERAPA HAL YAITU

1. Mencuci tangan dengan benar Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan. Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman. 2. Menggunakan masker Banyak yang menggunakan masker kain untuk mencegah infeksi virus Corona, padahal masker tersebut belum tentu efektif. Secara umum, ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95. Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari. 3. Menjaga daya tahan tubuh Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. 4.Menerapkan physical distancing dan isolasi mandiri Pembatasan fisik juga dilakukan dengan cara menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain dan selalu menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian. Selama menjalani physical distancing, Anda juga perlu menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, diduga terinfeksi virus Corona, atau sudah dinyatakan positif COVID-19. Jika Anda memiliki salah satu gejala COVID-19 yang bersifat ringan, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di daerah terjangkit virus Corona dalam 14 hari terakhir, atau pernah kontak dengan orang yang dinyatakan positif COVID-19, Anda dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri. Selain itu, isolasi mandiri juga dianjurkan untuk dilakukan oleh orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus Corona, seperti lansia atau orang yang memiliki penyakit penyerta, misalnya hipertensi, diabetes, atau daya tahan tubuh yang lemah. 5. Membersihkan rumah dan melakukan disinfeksi secara rutin Selain kebersihan diri, menjaga kebersihan rumah juga sangat penting dilakukan selama pandemi COVID-19 berlangsung. Hal ini dikarenakan virus Corona terbukti dapat bertahan hidup selama berjam-jam dan bahkan berhari-hari di permukaan suatu benda. Oleh karena itu, rumah harus rutin dibersihkan dan dilakukan disinfeksi secara menyeluruh, termasuk perabotan dan peralatan rumah yang sering disentuh, seperti gagang pintu, remote televisi, kran air, dan permukaan meja. Saat membersihkan atau melakukan disinfeksi, Anda perlu menggunakan sarung tangan dan masker, serta mencuci tangan dengan air bersih dan sabun setelah selesai membersihkan rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona yang mungkin saja terjadi. (Nur Annisa Lubis)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/suhu-mempengaruhi-pengurangan-peyebaran-virus-covid-19/12632/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.58 WITA

  • #Covid-19

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027
  2. 2

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  3. 3

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  4. 4

    Flu Sedang Naik: Kapan Cukup Istirahat di Rumah, Kapan Harus ke Dokter?

  5. 5

    UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.