JurnalPost.com - Perkembangan globalisasi yang modern saat ini membuat semua serba canggih semakin berkembang dan mengalami kemajuan yang pesat. Hal tersebut tentu sangat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Perubahan zaman yang sangat pesat tersebut tentunya mempengaruhi banyak aspek mulai dari aspek bidang sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan teknologi. Pemanfaatan yang sering sekali digunakan yaitu teknologi informasi. Salah satunya teknologi informasi untuk berkomunikasi yang telah memudahkan manusia untuk saling berinteraksi dengan cepat, praktis tanpa bertemu tatap muka serta merubah cara berkomunikasi antar manusia mulai dari hal kecil seperti mengirim pesan hingga hal besar seperti bersosialisasi. Kemajuan di bidang teknologi informasi serta komunikasi sekarang ini, dunia tidak lagi mengenal batas, jarak, ruang dan waktu. Kini manusia dapat dengan mudah memperoleh berbagai macam informasi yang terjadi di belahan dunia tanpa harus datang ke tempat tersebut. Bahkan manusia dapat berkomunikasi dengan siapa saja di berbagai tempat di dunia hanya dengan memanfaatkan internet. Internet sendiri dapat digunakan alat komunikasi tanpa harus bertatap muka dengan pengguna internet lainnya. Dengan berkembangnya internet semakin banyak bermunculan situs-situs media sosial. Media sosial sendiri memberi layanan internet sebagai komunikasi online bagi orang yang memiliki kesamaan aktivitas, ketertarikan pada bidang tertentu, atau kesamaan latar belakang tertentu. Layanan media sosial biasanya berbasis web yang menyediakan kumpulan cara beragam bagi pengguna untuk dapat berinteraksi seperti chat, messaging, email, video, dll.
Peningkatan industri produk lokal contohnya pakaian, di Indonesia semakin meningkat di tiap tahunnya seperti yang dikatakan Kementerian Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan bahwa industri tekstil dan pakaian jadi adalah salah satu industri yang menjadi program Making Indonesia 4.0 atau mempersiapkan Indonesia untuk menghadapi era digital 4.0, ekspor industri tekstil dan pakaian jadi pada tahun 2020 berkontribusi dalam Produk Domestik Bruto (PDB) pengolahan industri nonmigas sebesar US$ 10,62 Miliar (kontan.co.id, 2021). Peningkatan industri produk lokal pakaian ini tidak luput dari strategi marketing yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan industri pakaian lokal dengan aktif di platform media sosial seperti, Instagram, Facebook, Twitter, TikTok dan YouTube, karena platform sosial media tersebut sudah menjadi platform yang sering digunakan (Pham dan Gammoh, 2015). Dalam mengukur Brand Equity dapat menggunakan lima kategori Social Media Marketing Activities (SMMA) yaitu Interaction, Informative, Customization (Personalization), Trendlines and Word of Mouth (WOM), di mana lima kategori ini dapat diterapkan di halaman sosial media seperti Facebook (Kim dan Ko, 2012).
Peran pemerintah juga berpengaruh dalam peningkatan industri pakaian lokal di Indonesia, Ketua Nasional Indonesia Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma, mengatakan bahwa dukungan pemerintah sangat penting untuk menunjang produktifitas dari para produsen industri pakaian lokal di Indonesia. Namun, Ali Charisma juga mengatakan bahwa kemajuan teknologi yang pesat membuat para pelaku industri pakaian lokal kesulitan untuk menggunakan teknologi tersebut terutama dalam segi Social Media Marketing Activities (SMMA) dalam mempromosikan produknya kepada konsumen di sosial media, sehingga perlu belajar dan penyesuaian kembali bagi para pelaku industri pakaian lokal (republika.co.id, 2021).
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa lebih dari 3,2 miliar orang di dunia menggunakan media sosial dewasa ini. Angka ini menjadi fakta menarik, bahwa media sosial memang digandrungi masyarakat. Dengan media sosial, proses marketing yang dilakukan akan jadi jauh lebih menyenangkan. Ada beberapa keuntungan yang bisa menjadi alasan kenapa marketing jenis ini penting yaitu meningkatkan brand awareness Sebuah produk akan semakin diakui keberadaannya ketika diunggah di media sosial secara terus-menerus. Ini karena perlahan-lahan masyarakat akan mulai menaruh perhatian. Mulanya masyarakat mungkin hanya akan melihat-lihat produk atau jasa yang ditawarkan untuk sementara waktu. Namun, jika terus diunggah di media sosial, sebuah produk akan mulai dianggap ada dan diingat oleh masyarakat. Ini karena media sosial jadi sebuah platform yang terus dikonsumsi setiap hari oleh orang-orang.
Kemudian mendapatkan feedback produk dan strategi pemasaran. Ini adalah tahap lanjutan dari efek social media marketing. Setelah diakui keberadaannya, sebuah produk akan mulai jadi topik pembicaraan. Misalnya dengan memberikan like atau mem-follow akun. Ditambah lagi, media sosial juga menawarkan fitur komentar. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk memberikan pendapatnya soal produk yang kamu tawarkan atau cara kamu memasarkan produkmu. Bagi perusahaan, ini bisa jadi alat untuk mengukur kelebihan dan kekurangan dari produk atau strategi marketing yang dipilih dan mempelajari competitor. Mempelajari kompetitor jadi lebih mudah dengan social media marketing. Pasalnya, social media marketing sekarang marak digunakan oleh perusahaan untuk memasarkan produk. Dengan aktif di media sosial, strategi yang dilakukan oleh kompetitor bisa jadi bahan pembelajaran.
Brand Awareness mengacu pada kemungkinan bahwa pelanggan sadar atau akrab dengan kehidupan dan ketersediaan produk. Dengan cara ini, konsumen menghubungkan merek dengan produk yang bersangkutan secara langsung. Menurut (Krisnawati, 2016) brand awareness adalah kesanggupan dan kemampuan seorang calon konsumen untuk dapat mengenali bagian dari suatu merek atau mengingat kembali suatu merek adalah bagian dari sebuah kategori tertentu. Saat ini, pemasar secara luas menggunakan platform media sosial untuk membuat khalayak luas mengetahui produk mereka dalam waktu singkat (Shojaee dan Azman, 2013). Dalam hal ini, SMMA (Social Media Marketing Activities) juga dapat berguna dan dimanfaatkan dalam hal produk industri pakaian lokal untuk menciptakan serta meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk yang ditawarkan.
Selain itu, Brand Awareness juga memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan pembelian pembeli, karena konsumen perlu memahami merek dalam konteks segmen produk tertentu dan meningkatkan kesadaran akan peluang merek untuk menjadi bagian dari segmen produk tertentu. pesta nilai. Kesadaran sering mempengaruhi keputusan pada merek, meskipun tidak ada asosiasi merek di benak pelanggan. Dalam pengertian ini, dapat diasumsikan untuk produk pakaian lokal juga karena kesadaran akan produk lokal ini akan berdampak positif pada pengambilan keputusan pembelian konsumen.
Brand Image adalah pendorong utama Brand Equity, mengacu pada persepsi dan perasaan umum pelanggan tentang merek, yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Brand Image adalah fenomena subjektif dan perspektif pelanggan yang mereka yakini atau kesan dalam benak mereka tentang suatu merek (Wijaya dan Putri, 2013). Untuk memiliki citra merek, konsumen tidak perlu memiliki pengalaman produk atau jasa tetapi merupakan hasil dari kesan merek, mereka menerima dari berbagai sumber yang berkaitan dengan merek (Ansary dan Hasyim, 2018). Ketika konsumen menyukai suatu merek, mereka cenderung berbagi cerita/pengalaman positif ke kerabat mereka melalui komunikasi mulut ke mulut, yang secara otomatis memberikan penilaian khusus dibandingkan pesaing lain.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai social media marketing strategies pada produk lokal dalam mempromosikan Produk pakaian lokal dapat disimpulkan bahwa dengan adanya peran sosial media, para pelaku usaha semakin memiliki peluang untuk bersaing secara kompeten dalam meningkatkan Brand Awareness, Brand Image, dan Brand Equity dari produk yang mereka tawarkan. Hasil ini menunjukkan bahwa Social Media Marketing Activities berdampak positif terhadap peningkatan brand awareness dan brand image dari industri pakaian lokal yang ditawarkan.
Semakin tinggi Brand Awareness dan Brand Image suatu produk maka Brand Equity dan Consumers Purchase Intention juga akan meningkat. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa Brand Awareness dan Brand Image yang bagus akan meningkatkan Brand Equity dari produk tersebut yang dimana hal ini akan berpengaruh terhadap Consumers Purchase Intention. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelaku usaha industri pakaian lokal harus mampu memanfaatkan aktivitas sosial media sebaik mungkin dalam meningkatkan Brand Awareness, Brand Image, Brand Equity yang nantinya akan secara otomatis meningkatkan Consumers Purchase Intention.
Oleh : Gusti Ayu Putu Sri Indrawati (Mahasiswa S2 Ilmu Manajemen Universitas Pendidikan Ganesha)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda