Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Sekum MUI : Banyak Kaum Radikal Muncul yang Susah Hidup dalam Keberagaman

Sekum MUI : Banyak Kaum Radikal Muncul yang Susah Hidup dalam Keberagaman

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
25 Desember 2016, 21.45 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Sekum MUI Banyak Kaum Radikal Muncul yang Susah Hidup dalam Keberagaman

Makassar, Sulawesi Selatan, Jurnalpost - Dalam sambutan yang diberikan saat acara maulid nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Ahlul Bait Indonesia Dewan Persatuan Wilayah Sulsel dan Pemkot Makassar, Sekum MUI Sulsel Prof. Dr. Muh Ghalib, mengutip perkataan Imam Ali Bin Abi Thalib bahwa Puncak Pengetahuan adalah Toleransi agar para jamaah yang hadir terus mengupayakan persatuan dengan seluruh umat manusia. “Ukhuwah Islamiyah itu seperti susah ditegakkan. Padahal kalau kita bersatu, kekuatan Islam itu sangat besar,” ujarnya.

Dalam kalangan Muslim sekarang ini muncul kekuatan-kekuatan radikal yang susah hidup dalam keberagaman padahal di lain pihak, rasul diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, bukan dimonopoli untuk umat Islam saja. “Oleh karena itu, mari kita tegakkan ukhuwah dengan semua insan karena rasul datang sebagai perwujudan kasih sayang kepada dunia,” tegasnya di hadapan 300 lebih peserta maulid Nabi di Hotel Asira Makassar (24 Desember 2016)

IKLAN

Mursyid Tareqat Khalwatiyah Samman, Dr. Ruslan Wahab, yang juga merupakan Ketua Hubungan Luar Negeri MUI Sulsel, dalam ceramah inti, mengindikasikan bahwa munculnya kekuatan-kekuatan radikal karena kelompok-tersebut tidak mengenal nabi Muhammad secara sebenarnya. “Ada yang mengenal nabi secara bashar saja, bahwa ia hanya manusia biasa saja. Ini tak lebih seperti pendekatan Abu Jahal kepada nabi. Ada juga yang mengenal nabi secara ilmiah saja lewat bacaan-bacaan, referensi-referensi,” ujarnya.

sosaial media
Baca Juga

Berbeda Budaya, Bukan Berarti Harus Bermusuhan: Mengatasi Prasangka di Media Sosial

IKLAN

BACA JUGA: Ahlul Bait Indonesia Sulsel Selenggarakan Acara Maulid Nabi bersama Pemkot Makassar

Namun mengutip hadis shahih Muslim jilid 4 hal 82, ada pendekatan lain seperti yang dilakukan Ummu Sulaim kepada nabi. “Ummu Sulaim mengelap keringat nabi untuk dijadikan obat bagi sakit anaknya. Hal seperti ini pastilah sekarang sudah dianggap bid’ah, padahal ini muncul karena kecintaan dan penghormatan kepada Nabi yang mendalam,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan Bilal yang mengambil sisa-sisa air wudhu Nabi sampai tak tersisa, yang merupakan tanda cinta dan kekaguman Bilal kepada Nabi. “Sekarang ini muncul kelompok-kelompok yang berusaha memecah umat dengan yang berusaha menghukumi apa yang dilakukan oleh sahabat-sahabat semacam itu adalah bid’ah. Maulid juga bid’ah, barzanji bid’ah, tasawuf bid’ah dan lain lain, padahal ilmu fiqih secara definif juga tidak ada pada zaman Nabi. Demikian juga ilmu tasawuf secara definitif tidak ada di zaman Nabi namun semua secara nyata dilakukan Nabi,” ujarnya.

Sebagai panita kegiatan, Ahlul Bait Indonesia DPW Sulsel berusaha membuat ukhuwah insaniyah tersebut benar-benar terwujud dalam acara maulid kali ini. Undangan disebarkan ke semua elemen masyarakat sehingga saat acara banyak perwakilan masyarkat dari berbagai golongan hadir; Muhammadiyah, NU, Syiah, Ahmadiyah, bahkan Konghucu. (Ahlulbait Indonesia Sulsel)

Menjadi Diri Sendiri
Baca Juga

Bermuara 2026: Merawat Keberagaman, Menjadi Diri Sendiri hingga Menciptakan Dampak Bersama

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/sekum-mui-banyak-kaum-radikal-muncul-yang-susah-hidup-dalam-keberagaman/3534/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.16 WITA

  • #Kaum Radikal
  • #Keberagaman
  • #Sekum MUI

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  3. 3

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. 4

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

  5. 5

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.