JurnalPost.com - Program Sambanggo Dinas Pariwisata Kulon Progo adalah program yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi pariwisata di daerah tersebut melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat juga menjadi wadah bagi para pelaku usaha pariwisata lokal untuk berkolaborasi dan saling mendukung dalam upaya pengembangan pariwisata di daerah setempat dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata lokal. Melalui program ini, Dinas Pariwisata berusaha untuk memberdayakan masyarakat setempat agar turut serta dalam mempromosikan dan melestarikan potensi wisata yang ada di Kabupaten Kulon Progo.
Pada bulan Juni tahun 2024, Dinas pariwisata kulonprogo mengadakan pelatihan bagi pelaku wirasa dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM kepariwisataan, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan dua jenis pelatihan utama: Pelatihan Pemasaran Digital dan Pelatihan Pengelolaan Desa Wisata. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Hotel Morazen, Temon Kulon Progo. Pelatihan ini diikuti oleh 40 peserta dari masing-masing kategori, yang terdiri dari para pengelola desa wisata di Kabupaten Kulon Progo.
Narasumber yang dihadirkan adalah para ahli yang berkompeten dalam bidang pemasaran digital dan pengelolaan desa wisata. Kepala Bidang Pemberdayaan Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Sari Wulandari, SH, MM, menyatakan bahwa pelatihan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Tujuan utamanya adalah untuk memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan kepada para pelaku wisata dalam hal pengelolaan desa wisata serta pemasaran digital.
Selain pelatihan-pelatihan tersebut, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo juga mengadakan rapat koordinasi terkait Lomba Gelar Potensi Desa Wisata (LGPDW). Pada lomba tahun ini terdapat perubahan kriteria penilaian dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Unsur-unsur yang dinilai meliputi Promosi Digital dengan bobot 40%, Kunjungan Lapangan dengan bobot 40%, serta Sinergitas dan Kolaborasi dengan bobot 20%. Jumlah peserta lomba juga meningkat dari 22 desa wisata pada tahun sebelumnya menjadi 24 desa wisata pada tahun ini.
Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo juga melakukan evaluasi terhadap penerapan aplikasi e-tiketing untuk destinasi wisata yang dikelola oleh pemerintah kabupaten. Aplikasi e-tiketing ini telah berjalan selama satu tahun sejak awal tahun 2022 dan didukung oleh tim destinasi.app Integra Indonesia. Evaluasi rutin dilakukan untuk mengetahui permasalahan atau kendala yang dihadapi selama penggunaan aplikasi tersebut agar dapat terus disempurnakan.
Sebagai bagian dari Gerakan Sambanggo, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo juga fokus pada pengembangan pariwisata inklusif melalui inovasi teknologi seperti perangkat virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan penggunaan huruf braille. Teknologi ini digunakan untuk memberikan informasi terkait berbagai objek wisata di desa-desa wisata kepada penyandang disabilitas.
Layanan Inclusive Tourism Information Center (ITIC) juga disiapkan sebagai pusat informasi pariwisata inklusif yang dibangun di kompleks Kantor Dispar Kulon Progo. Program ini diperkuat dengan regulasi serta kerjasama dengan lembaga dan komunitas disabilitas untuk menyempurnakan layanan tersebut.
Penulis : Tegar Febrianto
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda