JurnalPost.com - Rumput laut atau secara ilmiah dikenal dengan nama algae atau ganggang adalah tumbuhan berklorofil dan digolongkan sebagai tanaman tingkat rendah yang tidak memiliki akar, batang maupun daun sejati atau hanya menyerupai batang (thallus). Rumput laut memiliki banyak manfaat dan kegunaan, diantaranya adalah untuk diolah kemudian dimakan sebagai makanan yang sehat, bahkan dapat menjadi bahan baku untuk pembuatan kosmetik dan farmasi.
Perkembangan produksi rumput laut di Indonesia cukup stabil dan cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, produksi rumput laut di Indonesia berada di 23 provinsi. Dalam hal ini, lima provinsi terbesar yang penghasil rumput laut adalah Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.
Rumput laut menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia pada sektor kelautan dan perikanan, baik di tengah kondisi pandemi ataupun tidak. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank yang mengatakan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara eksportir rumput laut terbesar di dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 juga mencatat, total nilai ekspor rumput laut dari Indonesia sebesar US$ 222,61 juta dengan volume 206,18 ribu ton. Hal tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya pada tahun 2020, dimana total nilai eskpor rumput laut dari Indonesia sebesar US$ 181,36 juta dengan volume 177,97 ribu ton.
Pada Tahun 2021 Indonesia mengekspor rumput laut paling besar ke Tiongkok dengan nilai ekspor mencapai US$ 188,34 juta dengan volume 177,56 ribu ton. Vietnam berada di peringkat kedua dengan nilai ekspor mencapai US$ 5,67 juta dan volume 9,03 ribu ton.
Kemudian, Korea Selatan pada peringkat ketiga dengan dengan nilai ekspor mencapai US$ 5,40 juta dan volume 5,19 ribu ton. Sejalan dengan hal di atas Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan peningkatan ekspor komoditas rumput laut didukung dengan banyaknya produk turunan yang dihasilkan sehingga membuat banyak negara tertarik untuk mengolah rumput laut. Sehingga wajar bila permintaan terhadap rumput laut terus naik dikarenakan berbagai industri seperti makanan dan kosmetik membutuhkan bahan baku dari komoditas ekspor utama tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa rumput laut merupakan komoditas yang menjanjikan, berkontribusi cukup besar dalam ekspor Indonesia, dan memiliki perananan dalam menambah devisa negara. Pemerintah, khususnya Menteri Kelautan dan Perikanan (Sakti Wahyu Trenggono) beserta jajarannya dalam kementerian juga menyadari bahwa rumput laut adalah komoditas andalan ekspor bagi Indonesia. Hal tersebut menjadikan rumput laut menjadi komoditas yang cukup banyak dilakukan penelitian, inovasi serta pembaharuan lainnya. Sehingga, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga terus mengupayakan serta berkomitmen dalam usaha peningkatan produksi rumput laut di Indonesia. Utamanya inovasi dan penelitian yang dilakukan oleh Badan Riset dan Sumber daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP).
Selain riset atau penelitian untuk peningkatan kualitas dan kuantitas produksi rumput laut yang akan diekspor, penelitian juga dilakukan untuk pemanfaatan rumput laut dalam bentuk lain. Pilihan lain tersebut adalah menjadikan rumput laut sebagai pupuk tanaman.
Kementerian Kelautan dan Perikanan akan terus mengupayakan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat dengan menggalakkan penggunaan bibit kultur jaringan, pembangunan kebun bibit, penyaluran sarana penjemuran rumput laut, dan penyediaan gudang rumput laut yang menerapkan Sistem Resi Gudang. Sehingga komoditas rumput laut nantinya mampu memberikan kontribusi terhadap pemulihan ekonomi dalam negeri baik sekarang maupun nanti dan akan terus menjadi komoditas ekspor andalan dari Indonesia yang diminati pasar mancanegara. Penulis : M. Apriesya Wastu Nirbhaya, Mahasiswa Politenik Statistika STIS jurusan Komputasi Statistik
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda