JurnalPost.com - Boyolali, 19 Juli 2023 - Di balik cakrawala Desa Dologan yang luas, tersembunyi tekad menggebu dari para petani yang berjuang mempertahankan bumi subur mereka. Di tengah keresahan akan dampak buruk bahan kimia dalam pertanian, terbitlah cahaya harapan baru dari seorang mahasiswa penuh semangat, Adelia Brilian Damayanti. Dalam upaya merawat kesehatan dan lingkungan, dia memprakarsai perubahan revolusioner dengan mengambil langkah sederhana yang memiliki dampak luar biasa: mengubah air cucian beras menjadi pupuk organik cair (POC).
Dalam sebuah inisiatif yang memukau, Adelia membawa solusi alternatif ke Desa Dologan yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Penggunaan bahan kimia dalam bentuk pupuk kimiawi telah lama mengkhawatirkan, karena bisa merusak kesuburan tanah dan menghambat produktivitas. Pupuk organik cair hadir sebagai jawaban untuk mengurangi risiko kontaminasi tanah dan air akibat bahan kimia, sekaligus mendukung visi pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh pemerintah.
Pada intinya, Adelia membuktikan bahwa air cucian beras, yang sering kali terbuang begitu saja, dapat diubah menjadi keajaiban bernama POC. Dengan begitu banyaknya air cucian beras yang terbuang akibat konsumsi beras yang tinggi, Adelia menggambarkan potensi besar dari limbah ini. Dengan sederhana, ia merangkai air cucian beras dengan kandungan nutrisi yang tinggi dari kulit ari beras, menciptakan formula POC yang bisa memberikan nutrisi penting bagi pertumbuhan tanaman.
"Kami tidak hanya mengubah air cucian beras menjadi pupuk, tetapi juga mengubah pandangan tentang limbah dan potensi yang terkandung di dalamnya," kata Adelia dengan penuh semangat saat berbicara kepada masyarakat Desa Dologan.
Edukasi tentang POC ini disampaikan kepada petani dan ibu rumah tangga di RT 03 dan RT 07/RW 03, dua titik penting dalam Desa Dologan. Pada Rabu, 19 Juli 2023 dan Kamis, 20 Juli 2023, tim Adelia menyebarkan leaflet yang berisi panduan langkah demi langkah dalam pembuatan POC. Rangkaian kegiatan meliputi sesi edukasi tentang pentingnya pupuk organik cair, demonstrasi proses pembuatannya yang menarik, serta diskusi interaktif.
Tak diragukan lagi, daya tarik edukasi ini membuat masyarakat tak sabar menyambutnya. Penuh semangat, Adelia menjelaskan manfaat luar biasa dari POC, sementara rekan-rekannya menggambarkan proses kreasi yang kreatif. Penduduk Desa Dologan merespons dengan hangat dan penuh antusiasme, dengan kepala desa sendiri, Pak Sugeng Riyanto, mengungkapkan apresiasi yang mendalam.
"Dengan langkah ini, kita dapat memanfaatkan potensi alam secara bijak dan membantu menjaga kesehatan serta lingkungan kita. POC tidak hanya memberikan solusi berkelanjutan, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam keberlanjutan," ungkap Pak Sugeng Riyanto dengan bangga.
Melalui inisiatif Adelia dan timnya, Desa Dologan menemukan kembali keajaiban organik yang dapat mewujudkan tanaman yang lebih sehat, produktif, dan ramah lingkungan. Dalam lingkungan pertanian yang kreatif dan berkelanjutan, harapan menuju masa depan yang lebih cerah semakin nyata.
Oleh: Adelia Brilian Damayanti DPL: Zaki Ainul Fadli, S.S., M.Hum. Lokasi KKN: Desa Dologan, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda