Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Essay
  3. Reposisi Gaya Teatrikal Modern di Era 2000

Reposisi Gaya Teatrikal Modern di Era 2000

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
14 November 2025, 11.33 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Gaya Teatrikal

Oleh Arief Akbar, Bsa

JurnalPost.com - Konsep ini muncul dari kebutuhan akan kreativitas dan aktualitas dalam seni pertunjukan, terutama dalam menghadapi perkembangan zaman dan perubahan sosial dalam mengemas seni pertunjukan. Reposisi gaya teater adalah suatu tindakan kreatif untuk menempatkan kembali, menafsirkan ulang, atau mengubah pendekatan dan konvensi yang digunakan dalam pementasan teater. Ini melibatkan peninjauan kembali gaya-gaya yang sudah ada, baik teater tradisional maupun Barat, dan menyesuaikannya dengan konteks, tujuan, atau zaman yang baru.

IKLAN

Karakteristik Utama Pergeseran Gaya Teater Modern berakar dari:

ikonik Pramesti
Baca Juga

Mengulas Tokoh Ikonik Kirana dan Rangkasina dalam Pentas Teater Matahari Malam di Bogor

- Dari Tanpa Naskah ke Naskah Tertulis: Teater tradisional sering kali bersifat improvisasi atau mengandalkan cerita yang sudah ada secara lisan, sedangkan teater modern didasarkan pada naskah drama tertulis.

- Dari Fokus Aristokrat ke Orang Biasa: Drama klasik berfokus pada kehidupan bangsawan atau tokoh mitologis, sementara teater modern mengeksplorasi kehidupan orang-orang biasa dan masalah sosial kontemporer.

- Dari Struktur Kaku ke Eksperimental: Teater modern menolak aturan formal yang ketat (seperti tiga kesatuan waktu, tempat, dan tindakan) demi struktur yang lebih fleksibel dan non-linier.

- Dari Representasi ke Simbolisme: Teater modern sering menggunakan simbolisme, set abstrak, dan teknik non-realistis lainnya untuk menyajikan emosi dan gagasan, berbeda dengan representasi realitas yang lebih langsung dari teater tradisional.

Seru, Pentas Seni Anak Sekolah dan Masyarakat di Gelar di PAI Kota Tegal
Baca Juga

Seru, Pentas Seni Anak Sekolah dan Masyarakat di Gelar di PAI Kota Tegal

IKLAN

- Peran Penonton yang Berubah: Teater modern sering kali menantang penonton untuk berpikir dan berinteraksi secara lebih aktif dengan pertunjukan, alih-alih hanya menjadi pengamat pasif.

Dari pergeseran ini melahirkan pula berbagai aliran baru, di antaranya: - Realisme: Berusaha menyajikan kehidupan senyata mungkin di atas panggung, dengan fokus pada motivasi psikologis karakter dan latar yang rinci. - Surealisme dan Ekspresionisme: Mengeksplorasi alam bawah sadar, impian, dan pengalaman individu, sering kali menggunakan elemen visual yang terdistorsi atau abstrak untuk mengekspresikan emosi.

- Teater Realis Simbolik: Mencerminkan genre teater yang menggabungkan dua aliran realisme, yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dan realitas secara akurat, dan simbolisme, yang menggunakan objek atau aksi simbolis untuk menyampaikan makna yang lebih dalam atau abstrak. Gaya ini menciptakan dunia yang terlihat realistis, tetapi di balik permukaan tersebut ada pesan tersembunyi atau makna batin yang perlu diinterpretasikan oleh penonton.

Gaya teater di Indonesia saat ini dicirikan oleh keragaman yang dinamis, di mana terjadi koeksistensi dan interaksi antara gaya tradisional yang kaya dan gaya modern/kontemporer yang inovatif. "Maraknya" gaya teater ini menunjukkan ekosistem seni pertunjukan yang hidup dan terus berkembang.

Ahmad Naufal Fauzan
Baca Juga

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Teater modern berkembang di perkotaan dan banyak dipengaruhi oleh teori serta genre teater Barat (seperti tragedi, komedi, dan drama musikal). Ciri utamanya adalah penggunaan naskah drama yang matang, penyampaian dialog yang verbal dan realis, serta penataan panggung yang lebih terstruktur. Sedangkan teater kontemporer, sebagai bagian dari teater modern, lebih bebas dalam berekspresi dan bereksperimen dengan teknik-teknik baru, sering kali melibatkan penonton secara langsung dan melepaskan diri dari pakem-pakem yang mengikat. Gaya ini merangkul pemikiran di luar kotak dan menggabungkan berbagai media untuk menciptakan pengalaman yang unik.

Saat ini, banyak kelompok teater di Indonesia, seperti Samudera Teater, menggabungkan unsur-unsur ini. Mereka mungkin mengambil sumber cerita dari kisah klasik lokal, namun membawakannya dengan gaya modern, atau sebaliknya, menggunakan teknik tradisional untuk menyampaikan kritik sosial kontemporer.

Singkatnya, "maraknya" gaya teater di Indonesia adalah hasil dari kekayaan warisan budaya yang bertemu dengan keinginan untuk berinovasi dan bereksperimen, menciptakan lanskap seni pertunjukan yang beragam dan menarik.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/reposisi-gaya-teatrikal-modern-di-era-2000/88020/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.25 WITA

  • #Gaya Teatrikal
  • #Pentas Seni

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

Mengurangi Risiko Penggunaan Plastik Kresek Hitam pada Pedagang Kuliner Lokal

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Pilihan Editor

  1. 1 Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri
  2. 2

    Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

  3. 3

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  4. 4

    Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.