Jurnalpost - Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Makassar mengelar dialog untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui Goes To Campus di Ruangan Konsentrasi Fakultas Hukum (FH) Lt.2 Kampus I Universitas Indonesia Timur (UIT) Jln. Rapocini Raya Makassar Rabu, Desember 2016 kemarin siang.
Kegiatan ini, dihadiri kurang lebih 90 orang peserta, dari berbagai Kampus antarnya Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Hasnuddin dan Unversitas Islam Negri Makassar (UINAM). Dan menghadirkan narasumber antaranya Prof. Abd. Rahman (Dosen FH UIT) dan Fadhil Yhaya (Alumni Pasca Sarjana Hukum UMI). Dengan mengankat tema “Analisis Konflik Sosial, Politik dan Hukum dalam Menjaga Kedaulatan NKRI“.
Ketua Panitia, Agung mengatakan bahwa suksesnya kegiatan ini, tidak lepas dari peran pengurus dan teman-teman panitia yang telah bekerja sama mulai diadakannya bazar untuk pengalangan dana sampai kegiatan ini berjalan dengan sukses. Olehnya itu, dia mengharapkan semoga PERMAHI ke depan semakin eksis dan dapat memberikan pengetahuan hukum yang lebih luas, tidak hanya kepada Mahasiswa, melainkan masyarakat, ungkapnya.
Sementara itu, Reza Patryanto Y biasa disapa Baso (Ketua Permahi DPC Makassar) menjelaskan bahwa PERMAHI DPC Makassar sebagai organisasi meningkatkan kualitas keilmuan, mengupayakan penegakan hukum dan membangun kesadaran masyarakat tentang hukum. Sehingga alasan tema di angkat di atas adalah agar Mahasiswa yang notabenenya generasi muda bisa berperan aktif menjaga keutuhan NKRI, jelas baso.
Selain itu, Prof. Abd. Rahman mengatakan bahwa ada tiga hal penting untuk dipegang teguh sebagai generasi muda antaranya NKRI adalah harga mati bagi Bangsa Indonesia, Peningkatan pembangunan yang menyeluruh, adil dan kesejahteraan dan kebijakan politik Pemerintahan menjamin persatuan dan kesatuan Bangsa.
Lebih lanjut dia, bahwa demokrasi Indonesia hari ini, adalah demokrasi sombi yang hanya ada tubuhnya tapi tidak ada nyawanya yang artinya, bahwa demokrasi Indonesia hanya penuh janji politik tetapi tidak ada buktinya, ungkap Prof. Secara tegas.
Fadhil Yhaya mengatakan dalam materinya tentang Selayang Pandang PERMAHI, bahwa lahirnya PERMAHI tidak lepas adalah untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah dan juga tidak lepas untuk memberikan tempat Mahasiswa FH untuk mempelajari ilmu hukum sebagai profesinya, tutup kader Permahin ini.
Muh. Basri Lampe Direktur Media dan Pers (Mapers) PERMAHI DPC Makassar melaporkan dari Makassar
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda