JurnalPost.com - Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan rempah-rempah, makanan yang memiliki cita rasa unik, dan berbagai macam makanan khas dari berbagai daerah. Namun dibalik itu semua ada bahan-bahan berkualitas yang diolah oleh para petani. Para petani sangat memperhatikan olahannya dengan sangat hati-hati dan teliti agar bisa menghasilkan hasil olahan yang berkualitas, namun masih banyak petani di Indonesia yang melakukannya dengan cara tradisional, berbeda dengan negara lain yang sudah menggunakan teknologi modern agar lebih efektif.
Beberapa daerah di Indonesia sudah menggunakan teknologi modern seperti Transplanter, Indo combine harvester dan lainnya. Banyak para petani di Indonesia sangat awam dengan teknologi dan juga harga setiap unit teknologi yang cenderung mahal. Teknologi pertanian sudah sangat pesat dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, seiring dengan kemajuan teknologi, Indonesia kini terus mengalami perkembangan yang jauh lebih baik, namun belum bisa dikatakan modern karna masih banyak petani yang menggunakan cara tradisional.
Melalui teknologi modern hasil produksi akan lebih berkualitas dan mampu bersaing di pasaran nasional maupun internasional. Karena masih kurangnya teknologi agrikultur di Indonesia, sumber pangan masih sangat dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan para konsumen, maka dari itu banyak orang mencari alternatif untuk memberikan sumber pangan yang kurang berkualitas dan cenderung kurang sehat.
Banyak orang juga beranggapan bahwa penyebab SDM di indonesia kurang maju adalah karena asupan yang dikonsumsi setiap harinya masih kurang sehat dengan menggunakan bahan-bahan yang kurang berkualitas dalam proses panen. Inovasi teknologi pertanian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, dengan bantuan teknologi pertanian, efektifitas penanaman, perawatan hingga panen bisa lebih meningkat. Selain itu, tenaga yang harus dikeluarkan oleh petani semakin menurun dengan hasil produksi yang meningkat.
Oleh: Ananda Nurhalisa Putri mahasiswi Sekolah Vokasi IPB
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda