Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Featured
  3. Muhammadiyah Sumber Inspirasiku

Muhammadiyah Sumber Inspirasiku

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
26 September 2023, 19.37 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Muhammadiyah Sumber Inspirasiku
Foto Sri Handani Widiyaningrum aktif mengikuti kegiatan ‘Aisyiyah

Penulis :Sri Handani Widiyaningrum, PRM Pandowan, PCA Galur, Kulon Progo

JurnalPost.com - Muhammadiyah merupakan organisasi besar yang didirikan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 atau 18 November 1912 di Kauman Yogyakarta. Amal usaha Muhammadiyah berkembang sangat pesat di semua bidang. Yakni bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan dakwah. Setiap bidang penting bagi kita dan masyarakat. Misalkan dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah memberikan sumbang sih untuk ikut andil di dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui gurulah sebuah bangsa dapat dirubah dari kemunduran menjadi berkemajuan. Inilah yang membuat saya ingin menjadi guru terlebih di sekolah berbasis Muhammadiyah.

IKLAN

Foto Sri Handani Widiyaningrum aktif mengikuti kegiatan ‘Aisyiyah

km tilongkabila dan masyarakat pelabuhan
Baca Juga

KM Tilongkabila dan Masyarakat Pelabuhan: Kisah Perjalanan, Perjuangan Hidup, dan Harapan di Setiap Dermaga

Sebelumnya perkenalkan dulu, nama saya Sri Handani Widiyaningrum, saya berasal dari salah satu kalurahan di Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun jauh dari kota, namun orang tua saya termasuk orang yang berpendidikan, sehingga semua anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan. Selain itu, orang tua juga aktif pada kegiatan organisasi Muhammadiyah. Setelah saya lulus dari bangku kuliah dan berbekal ijazah itulah, saya mulai keluar masuk sekolah untuk mendaftarkan sebagai guru, iya guru honorer. Namun tak satupun sekolah yang mau menerima saya dengan alasan tidak ada lowongan. Aku memakluminya dengan keadaan sekolah yang memang tidak ada lowongan. Hingga suatu hari saya melihat kolom pada surat kabar, ada sekolah di kota yang membutuhkan guru.

Sekolah tersebut yakni SD Muhammadiyah Suronatan, setelah melalui serangkaian ujian, akhirnya saya diterima menjadi tenaga honorer di sana. Jarak dengan rumah kurang lebih 35 km, dengan naik bus dua kali ganti bus. Saya setiap hari ngelajo, bahkan pernah harus ber jalan kaki sejauh 4 km karena jembatan penghubung kabupaten Bantul dan Kulon Progo yakni Jembatan Srandakan putus. Setiap hari dari hari Senin sampai hari Sabtu harus pulang pergi untuk menjalankan tugas dan kewajiban sebagai guru. Alhamdulillah saya jarang sekali terlambat masuk sekolah, karena berangkat juga pagi-pagi.

SD Muhammadiyah Suronatan terletak di Jalan Suronatan, Notoprajan, Ngampilan, Kodya Yogyakarta. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1918 yang merupakan Sekolah Dasar tertua Muhammadiyah di Kota Yogyakarta. Bahkan sekolah ini merupakan sekolah tertua Muhammadiyah di Indonesia, yang awalnya sekolah ini bernama Standart School yang didirikan oleh K.H Ahmad Dahlan. Sekolah ini berdiri di atas bangunan seluas 1.513 meter persegi, dengan luas bangunan 996 meter persegi.

Alhamdulillah saya merupakan bagian dari pengajar SD Muhammadiyah Suronatan tahun 1999. Di sana saya mengajar al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama mengajar. Bisa bertemu dengan orang-orang yang sepaham. Saya nyaman bisa mengajar di SD Muhammadiyah Suronatan. Seperti guru pada umumnya, saya mengajar siswa dan juga membimbing beberapa lomba keagamaan. Bertahun-tahun membimbing siswa dengan segudang prestasi yang mereka dapatkan. Saya bersyukur karena telah menjadi bagian dari Muhammadiyah.

foto mang venus
Baca Juga

Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

IKLAN

Adapun lomba keagamaan antar sekolah antar lain lomba tartil, lomba azan, lomba Cerdas Cermat Agama (CCA), lomba kaligrafi dan sebagainya. Di SD Muhammadiyah sendiri ada tiga guru agama yakni Dwi Budiningsih, Ahmad Bunyanudin dan saya sendiri Karena kami bertiga, akhirnya lomba juga di bagi menjadi tiga bagian. Saya mendapatkan bagian lomba Cerdas Cermat Agama (CCA) dan tartil. Setiap lomba sering kali mendapatkan kejuaraan, karena memang SD Muhammadiyah Suronatan merupakan sekolah favorit, sehingga dukungan dari keluarga juga maksimal. Pernah suatu hari SD Muhammadiyah mengikuti event CCA tingkat Yogyakarta dan Jawa Tengah di Masjid Agung Kauman Yogyakarta. Alhamdulillah bisa meraih juara satu, selama dua tahun berturut-turut. Hal itu merupakan kebanggan tersendiri. Sedangkan perlombaan event lain, SD Muhammadiyah juga sering mendapatkan juara.

Selain membimbing siswa lomba, saya juga mengikuti kegiatan menulis buku yang diadakan oleh penerbit Suara Muhammadiyah (SM) tahun 2008 buku Al-Islam kelas 4 dan Kemuhammadiyahan kelas 3, 5 dan 6 sekolah dasar. Waktu itu ada dua event menulis buku, pertama yang mengadakan menulis buku dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan yang kedua dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta. Setelah cetakan pertama, kemudian menyusul cetakan kedua dan seterusnya. Ahamdulilah saya bisa menjadi bagian dari tim menulis buku, yang digunakan untuk buku pegangan siswa se Indonesia khusus sekolah Muhammadiyah. Selama sepuluh tahun saya mengabdi di SD Muhammadiyah Suronatan, sekolah yang menjadikan lebih dewasa, merupakan rumah kedua yang begitu nyaman. Dari sinilah saya banyak belajar tentang bagaimana pendidikan yang sesungguhnya. Pendidikan yang mengutamakan kepentingan siswa di atas kepentingan pribadi. Mengajar dengan penuh keikhlasan tanpa pamrih sedikitpun.

Foto Sri Handani Widiyaningrum mendapatkan juara harapan dua nasional Mahkamah Konstitusi

Namun tahun 2009, saya harus berpindah tugas di tempat yang baru, di MIN 2 Kulon Progo. Meskipun sekolah negeri, hal-hal yang saya dapatkan di SD Muhammadiyah Suronatan, saya terapkan di MIN 2 Kulon Progo. Jiwa Muhammadiyah selalu ada dalam jiwa dan perilaku setiap hari. Selain mengajar, saya juga aktif di organisasi ‘Aisyiah.

Amaia
Baca Juga

Sempat Ragu Pilih Matematika atau Ekonomi, Amaia Berhasil Raih Medali Perunggu OSN 2026

Di MIN 2 Kulon Progo, berbagai prestasi saya peroleh. Tahun 2017, 2018 pernah juara dua lomba Mahkamah Konstitusi tingkat propinsi yang diadakan oleh Kementerian Agma, tahun 2019 meraih juara satu tingkat propinsi lomba Mahkamah Konstitusi juga. Tahun 2021 maju mewakili Kementerian Agama dan mendapatkan juara harapan dua tingkat nasional lomba Mahkamah Konstitusi. Tahun 2021 juga mendapatkan juara tiga penulis buku solo tingkat wilayah Kementerian Agama.

Foto Sri Handani Widiyaningrum dengan karyanya buku Kemuhammadiyahan

Semua ini saya dapatkan karena turut serta di Muhammadiyah secara aktif, dari Muhammadiyah saya mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Pantang menyerah, semangat, ikhlas selalu menjalankan muqadimah Muhammadiyah. Saya banyak membaca dan belajar dari tokoh Muhammadiyah, baik nasional maupun lokal. Bagaimana piyayi sepuh (orang tua) Muhammadiyah yang semangat dalam mengamalkan amal usaha Muhammadiyah. Akhir kata semoga tulisan ini dapat menginspirasi bagi pembaca. Perjuangan tidak akan berhenti, negara ini masih butuh perjuangan. Salah satunya berjuang untuk memajukan pendidikan. Seko cilik iso dadi gede (dari hal yang kecil bisa menjadi besar). Dalam organisasi Muhammadiyah merupakan wadah yang paling tepat untuk turut serta dalam pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Penulis :Sri Handani Widiyaningrum, PRM Pandowan, PCA Galur, Kulon Progo

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/muhammadiyah-sumber-inspirasiku/59328/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.22 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ronald Dewa Rilis 'Salah Mencinta', Kisah Cinta Tulus yang Berakhir Luka

Masih 16 Tahun, Firsya Rahma Mardiana Bikin Bangga! Siswi SMAN 3 Ciamis Ini Borong 3 Medali Nasional

Jalan Terpanjang, Ingatan Terpendek? Wajah Baru Djamin Ginting di Layar Lebar

Bermodal Cermin hingga Terbang ke Thailand, Perjalanan Cikibul Bangun Karier sebagai Kreator Gaming TikTok

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  3. 3

    Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

  4. 4

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  5. 5

    DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.