Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Mengenal Jenis jenis ikan cupang dan cara membudidaya ikan cupang

Mengenal Jenis jenis ikan cupang dan cara membudidaya ikan cupang

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
17 November 2020, 13.49 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Mengenal Jenis jenis ikan cupang dan cara membudidaya ikan cupang
Foto ikan cupang 10 oktober 2020
Ditulis oleh : febryansyah ( mahasiswa FISIP universitas satya negara Indonesia ) selasa,17 novermber 2020 JURNALPOST - Ikan cupang atau Betta SP merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang habitat aslinya adalah bebrapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Vietnam. Jenis ikan cupang ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di Indonesia, terdapat cupang asli salah satunya jenis betta channoides yang bisa ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur. Di kalangan para penggemar, ikan cupang biasa umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Ikan cupang ini ada yang dikenal dengan mouth breeder yaitu ikan cupang yang mengerami telurnya di dalam mulut serta ada juga yang membangun sarangnya dengan busa atau bublie nest. Ikan cupang merupakan salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama, sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara dan aerator, ikan ini masih dapat bertahan hidup. Oleh sebab itu, hal inilah yang menjadi alasan ikan cupang banyak sekali digemari dan dipelihara oleh banyak kalangan. Jenis ikan cupang juga sangat beragam macamnya dan memiliki harga yang variatif. Mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah.

Megenal jenis – jenis ikan cupang

1. Jenis plakat ( ekor pendek )

Gambar diatas merupakan jenis ikan cupang plakat ekor pendek atau sering disebut dengan cupang PLAKAT. Jenis ikan cupang plakat merupakan jenis cupang aduan yang paling banyak dijual di pasaran dan paling dicari. Plakat sendiri diambil dari bahasa Thailand yang artinya “tarung”. Konon, tradisi adu ikan cupang awal mulanya berasal dari negara Thailand sehingga ikan cupang aduan banyak diasosiasikan dengan negara tersebut. Ikan cupang plakat mempunyai ciri ciri sirip dan ekornya yang pendek. Warnanya sendiri tidak terlalu mencolok dengan tubuhnya cukup besar dan kokoh sehingga sangat pas untuk dijadikan sebagai petarung. Ikan ini juga akan bergerak sangat agresif apabila melihat musuh di dekatnya. Harga dari ikan cupang plakat biasanya bervariatif mulai dari harga ikan cupang plakat anakan berkisar Rp 50.000 hingga Rp 2.000.000 untuk ikan cupang lakat yang menjadi juara dalam kontes aduan.

2.Ikan cupang jenis GIANT ( si badan besar )

Jenis ikan cupang giant merupakan persilangan dari berbagai jenis cupang. Ikan cupang giant merupakan sebutan untuk ikan cupang yang memiliki badan yang jauh lebih besar daripada cupang biasanya. Bahkan, ikan cupang giant ini ada yang panjangnya bisa mencapai 10-15 cm. Ikan cupang giant merupakan ikan cupang yang berasal dari negara Thailand dan banyak ditemukan di sungai-sungai dan danau di sana. Ikan cupang giant akan sangat cocok untuk dijadikan sebagai ikan cupang aduan karena tubuhnya yang besar dan lebih agresif. Karena ukurannya yang besar ini maka harganya juga lebih mahal dari ikan cupang biasa. Untuk harga ikan cupang giant untuk anakan saat ini berkisar Rp 50.000 hingga ikan cupang giant yang menjadi juara petarung yang berkisar di harga Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000

3. Ikan cupang jenis HALFMOON

Ikan cupang halfmoon, atau setengah bulan merupakan salah satu jenis yang memiliki nilai jual tinggi. Hal ini disebabkan oleh siripnya yang lebar dan lentur, serta warna tubuhnya yang jauh lebih terang dibandingkan dengan jenis ikan cupang lainnya. Ikan cupang halfmoon masuk ke pasaran Indonesia 10 tahun yang lalu dan sampai sekarang pamornya belum turun. Cupang halfmoon termasuk jenis aduan, tetapi akan lebih baik jika dipelihara sebagai ikan hias untuk menjaga kecantikan sirip dan warnanya.

Cara mebudidaya ikan cupang hias

Cara budidaya ikan cupang gampang-gampang susah. Belakangan, ikan cupang menjadi primadona bagi para pecinta ikan. Ikan mungil ini dikenal akan keindahannya sebagai hewan hias. Tak heran, saat ini banyak sekali orang yang ingin memeliharanya. Bahkan, para pemula pun juga ada begitu banyak. Tak sedikit pula dari mereka yang ingin membudidayakan ikan cupang. Sayang, sejumlah orang masih belum mengerti tentang cara budidaya ikan cupang di rumah. Sebenarnya, budidaya ikan cupang begitu mudah terlebih mereka tak membutuhkan tempat luas serta modal yang besar.

1. Pemilihan indukan ikan cupang

Cara budidaya ikan cupang yang pertama yakni memilih indukan ikan Cupang. Kalian harus bisa memastikan indukan betina dan jantan yang sudah memasuki fase matang atau siap kawin. Untuk membedakan ikan cupang betina dan jantan tak terlalu sulit. Ikan cupang jantan memiliki ciri-ciri sirip melebar, ekor lebar mengembang, tubuh lebih besar, gerakkan lincah dan warna lebih cerah. Sedangkan, ikan cupang betina memiliki ciri-ciri sirip pendek, ekor lebih pendek, tubuh lebih kecil, gerakkan lamban dan warna kusam. Adapun ciri-ciri ikan cupang sudah matang atau siap kawin adalah sebagai berikut: Ikan cupang betina - Gerakan lambat - Sirip pendek - Warna kusam kurang menarik - Bentuk badan membulat - Bagian perut sedikit membuncit akibat terisi oleh telur - Berumur sekitar 4-5 bulan Ikan cupang jantan - Gerakan lincah dan agresif - Sirip Panjang - Warnanya terang dan aktraktif - Bentuk badan Panjang seperti peluru - Berumur sekitar 5-6 bulan untuk melakukan breeding

2. Pemijahan dan ternak ikan cupang

Cara budidaya ikan cupang selanjutnya adalah proses pemijahan. Pada tahap ini, kalian hanya perlu menyiapkan wadah baskom kecil atau akuarium berukuran 20x20x20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk ikan cupang betina ya. Kalian bisa menyediakan tumbuhan air seperti kiambang. Setiap kawin, ikan cupang bisa menghasilkan 1000 butir telur. Nantinya telur tersebut akan menetas dalam kurun waktu 24 jam setelah pembuahan. Namun, dari 1000 butir biasanya yang bisa dipanen sekitar 200-300 ikan cupang hidup. Ya, memang tingkat kematian pembenihan ikan cupang cukup begitu tinggi. Sekedar informasi, indukan jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali dengan interval waktu 2-3 minggu. Sementara indukan betina disarankan dikawinkan hanya satu kali saja.

Tahap pemijahan

Cara budidaya ikan cupang berikutnya adalah tahap pemijahan lanjutan. Ada sembilan poin yang perlu kalian perhatikan jika ingin budidaya ikan cupang di rumah. Berikut 5 poin tahap pemijahan ikan cupang. 1. Isi Tempat Pemijahan dengan Air Bersih 10-15 cm Sebagai catatan, gunakan air sungai jernih atau air tanah. Endapkan terlebih dahulu air tersebut setidaknya sekitar satu malam. Hindari menggunakan air PAM berbau kaporit dan air dalam kemasan. 2. Tambahkan tanaman air Tambahkan tanaman air ke dalam wadah tersebut. Tujuannya untuk dijadikan sebagai tempat anak ikan yang masih kecil berlindung. Namun, tanaman air jangan ditempatkan terlalu padat sebab mereka bisa mengambil oksigen dalam air. 3. Masukkan Ikan Cupang Jantan Biarkan ikan cupang jantan berada di dalam wadah selama satu hari. Nantinya ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara yang berguna untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi. 4. Masukkan Ikan Cupang Betina Setelah ikan jantan membuat gelembung, kalian bisa memasukkan indukan betina. Biasanya waktu pemijahan terjadi sekitar pukul 7-10 pagi atau pukul 4-6 sore. Perlu diingat, ikan cupang akan begitu sensitif saat kawin. Untuk itu tutup wadah dengan koran dan letakkan wadah dari kebisingan orang-orang. 5. Angkat Indukan Betina Setelah terjadi pembuahan, angkat indukan betina dengan segera. Sebab, yang bertanggung jawab menjaga dan membesarkan anakan adalah ikan cupang jantan. [tan]

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mengenal-jenis-jenis-ikan-cupang-dan-cara-membudidaya-ikan-cupang/13876/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 17.55 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak

Nasabah Aninda Apresiasi Pelayanan BRI Cabang Bojonegoro, Transaksi Makin Mudah dan Nyaman

Telkom University Hadirkan Teknologi IoT untuk Pantau Kesuburan Tanah Petani di Banyumas

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa Universitas Pamulang Gandeng PT Aratech Nusantara Indonesia Kembangkan Sistem HRIS untuk Digitalisasi Karyawan
  2. 2

    Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

  3. 3

    Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

  4. 4

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  5. 5

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.