Ditulis Oleh Videlya Kayla Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University
JurnalPost.com - Perkembangan teknologi yang pesat telah meresapi setiap aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat berkomunikasi. Media sosial, sebagai alat dari evolusi ini, menjadi kekuatan utama yang merubah cara interaksi manusia dan mewakili diri sendiri secara virtual berinteraksi, berkolaborasi, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain dan membentuk ikatan sosial. Dalam konteks ini, pemahaman mendalam terhadap dampak media sosial pada cara kita berkomunikasi menjadi suatu keharusan. Menurut Khotimah (2018), peran media sosial tidak hanya memengaruhi pola komunikasi, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat.
Dalam era digital ini, media sosial menjadi salah satu pendorong utama perubahan cara kita berkomunikasi. Dengan merangkum ide-ide dan opini dari masyarakat, media sosial mempererat silahturahmi dan memberikan ruang bagi pesan positif. Hubungan pertemanan dan penyediaan informasi yang tepat seperti lowongan pekerjaan dan beasiswa, semuanya dapat diakses melalui platform ini. Media sosial pun menjadi jendela pengetahuan, meningkatkan wawasan dengan memberikan informasi yang praktis dan relevan.
Namun, di balik dampak positifnya, media sosial juga membawa konsekuensi negatif. Khotimah (2018) menunjukkan bahwa penipuan, peningkatan rasa malas belajar, konten pornografi, dan bebas berbahasa adalah dampak negatif yang perlu diwaspadai. Sama halnya menurut McLuhan bersama Quentin Fiore, menyatakan bahwa “media setiap zamannya menjadi esensi masyarakat” hal ini menunjukkan bahwasanya masyarakat dan media selalu berkaitan dan media menjadi penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa media memiliki pengaruh yang bisa memberikan dampak baik maupun buruk pada pola dan perilaku mereka, entah itu disadari atau tidak.
Dalam menjalankan perannya, media sosial juga harus dilihat sebagai bentuk media yang memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Menjadi komunikator dan agen perubahan, media sosial menciptakan ruang interaksi yang memberikan pengaruh pada cara kita berpikir, perasaan, dan tindakan. Pentingnya media sosial, dalam membentuk opini dan perilaku masyarakat menjadi semakin jelas. Menurut kutipan yang disampaikan oleh Agung Kurniawan dari Ashadi Siregar, media online dapat disebut sebagai jenis media yang beroperasi melalui teknologi telekomunikasi dan multimedia, termasuk di dalamnya komputer dan internet. Media online, termasuk media sosial, menarik perhatian khalayak dari berbagai kalangan.
Menurut Widada (2018) terdapat beberapa manfaat menggunakan media sosial. Mudah untuk mendapatkan inspirasi, menjadi lebih kreatif, dapat berteman berjejaring dengan semua orang, tidak ada lagi hambatan komunikasi, kemudian dapat menemukan berbagai peluang bisnis, dan lebih mudah untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia. Dalam era digital yang terus berkembang, peran platform media sosial menjadi semakin signifikan dalam mengubah dinamika komunikasi dan interaksi. Fokus utama pada tiga platform yaitu Instagram, TikTok, dan YouTube yang memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana setiap platform memberikan kontribusi uniknya dalam membentuk cara kita berkomunikasi dan berinteraksi.
Instagram ialah aplikasi berbagi gambar serta video yang mengizinkan pemakai mengambil gambar serta video, melaksanakan penyeleksi digital, serta membagikannya di bermacam layanan jejaring sosial, terhitung Instagram itu sendiri (Al-Bahrani & Patel, 2015). Instagram, bukan hanya sekadar tempat berbagi momen, tetapi juga membentuk budaya visual yang kuat. Fitur-fitur seperti Instagram Stories dan IGTV memberikan ruang untuk kreativitas singkat namun memikat, memengaruhi cara kita menyampaikan pesan dan berinteraksi secara digital. Platform ini juga menjadi panggung bisnis dan pemasaran yang menghadirkan produk secara langsung kepada pengguna.
TikTok, dengan fokus pada video pendek yang diiringi musik, memunculkan gelombang kreativitas baru. TikTok bukan hanya platform media sosial, tetapi juga sumber hiburan dan ungkapan kreativitas yang dinamis. Aplikasi Tik Tok bisa menjadi budaya populer di Indonesia, karena beberapa alasan, yakni (Yang, Zhao, & Ma, 2019)
1. Video pendek yang menggambarkan situasi umum dan nyata Video dan musik berdurasi singkat yang dibuat oleh para pencipta konten di TikTok menampilkan situasi kehidupan sehari-hari yang dekat dengan realitas masyarakat, sambil memperlihatkan hiburan dan tren mode sebagai fokus utama konten untuk menarik perhatian penonton.
2. Layanan Video Pendek yang sederhana Di TikTok, para pencipta konten memiliki kebebasan untuk membuat video-video singkat dalam rentang waktu antara 15 detik hingga 1 menit. Di platform ini, para pencipta konten diberikan kemudahan dalam proses pembuatan konten, termasuk dalam pemilihan lagu yang tersedia melalui fitur "search". Layanan ini juga menyederhanakan proses pemilihan lagu dengan mengklasifikasikan lagu berdasarkan genre dan tren saat ini. Jika seorang pencipta konten tidak mengetahui judul lagu yang ingin digunakan, mereka dapat langsung memilih dari lagu yang digunakan oleh pencipta konten lain, sehingga mengurangi kompleksitas dalam proses produksi konten dibandingkan dengan masa lalu.
YouTube, sebagai platform video terpanjang, tetap menjadi tempat bagi pembuat konten untuk menyajikan informasi, hiburan, dan edukasi secara mendalam. Algoritma dan model bisnis yang berkembang di YouTube menciptakan lingkungan yang mendukung variasi konten yang luas, memberikan pengguna pengalaman beragam. Melalui analisis peran Instagram, TikTok, dan YouTube, kita dapat melihat bagaimana ketiganya membentuk pola komunikasi, memberikan ruang untuk kreativitas, dan menciptakan pengalaman digital yang unik. Namun, lebih dari sekadar perubahan komunikasi, setiap platform memiliki dampak budaya dan sosialnya sendiri. Instagram menciptakan standar kecantikan dan gaya hidup, TikTok mempercepat tren, dan YouTube menjadi pusat informasi dan hiburan yang tak terkalahkan.
Media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, menjadi wadah utama dalam membentuk cara kita berkomunikasi. Instagram, dengan fokus budaya visualnya, memperkuat interaksi melalui gambar dan video kreatif. TikTok, yang menitikberatkan pada video pendek berirama, menciptakan gelombang kreativitas baru. Sementara YouTube tetap sebagai sumber informasi dan hiburan mendalam. Namun, dalam kemudahan berkomunikasi, media sosial juga membawa tantangan komunikatif seperti penipuan dan konten negatif. Menyoroti pentingnya pemahaman dan kewaspadaan dalam berkomunikasi online. Dengan demikian, peran media sosial tidak hanya membentuk ikatan sosial, tetapi juga menggambarkan norma komunikasi dan budaya masyarakat.
Kesadaran akan dampak media sosial dalam berkomunikasi tercermin dari perubahan perilaku masyarakat. Terlepas dari manfaatnya, risiko dan konsekuensi negatifnya menegaskan bahwa media sosial memainkan peran kunci dalam membentuk dinamika komunikasi dan interaksi sosial. Sebagai pengguna media sosial, penting untuk bertindak bijak dalam memanfaatkan platform ini agar dapat meraih manfaat maksimal tanpa mengabaikan risikonya.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda