JurnalPost.com - Kesehatan tubuh sangat penting untuk dijaga, sama halnya dengan kesehatan jiwa atau mental. Karena tubuh yang lemah akan meningkatkan resiko munculnya masalah mental. Demikian juga, dengan kesehatan mental yang lemah akan membawa pengaruh negatif bagi tubuh. Mental yang sehat akan membantu orang untuk menangani stres dan menjaga kesehatan dengan lebih baik. Pikiran yang bersifat negatif akan membawa pengaruh buruh bagi tubuh. Meskipun tak tampak nyatanya pikiran tersebut akan mempengaruhi sistem-sistem metabolisme tubuh. Akibatnya orang-orang akan rentan mengalami kondisi medis tertentu.
Nyatanya emosi positif dapat berkorelasi dengan kesehatan mental seseorang, begitu juga sebaliknya. Stres merupakan contoh paling umum. Menurut American Psychological Association (APA), seseorang yang mengalami stres sering kali mengalami sakit perut. Bagaimana jadinya jika seseorang mengalami stres kronis? Stres kronis adalah stres yang membutuhkan penyembuhan cukup lama, stres yang tidak kunjung diobati mampu melemahkan tubuh dari waktu ke waktu.
Kemarahan merupakan emosi negatif yang sering kali muncul. Nyatanya kemarahan juga bisa memicu serangan jantung dan masalah fisik lainnya. Melansir dari Mental Health Foundation, orang dengan tingkat kesusahan tertinggi memiliki peluang 32 persen meninggal karena kanker. Sedangkan seseorang yang mengalami depresi, diketahui mengalami peningkatan risiko penyakit jantung koroner.
Kesehatan mental berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik. Di dalam tumbuh kembang anak-anak hingga dewasa. Ada beberapa hal yang mempengaruhi melemahnya kesehatan mental, mulai dari lingkungan yang toxic, kesehatan, merasa kesepian, faktor biologis seperti ketahanan metabolisme tubuh dan hormon, dan lain sebagainya. Agar menjadikan seseorang sehat secara fisik dan kuat secara mental. Seseorang perlu meluangkan waktu dengan melakukan hal-hal yang positif, serta meningkatkan kesehatan fisik dan jiwa. Berikut adalah beberapa tips ampuh untuk menjaga kesehatan jiwa dan fisik, yaitu:
1. Melakukan olahraga secara teratur Olahraga selama 30 menit setiap hari dapat membantu meningkatkan mood yang pada akhirnya bisa berdampak pada kesehatan jiwa. Meluangkan waktu melakukan olahraga, baik di pagi atau sore hari. Orang bisa memulainya dengan kegiatan ringan seperti jogging, jalan santai, yoga, bersepeda, atau bergabung dengan komunitas olahraga agar meningkatkan jiwa yang lebih bersemangat saat melakukan aktivitas fisik.
2. Mengkonsumsi makanan sehat Mengkonsumsi makanan sehat dan makan secara teratur dapat menjaga kesehatan jiwa. Melansir sebuah jurnal yang berjudul Dietary Patterns and Depression Risk: A Meta Analysis, pola makan yang beragam dan sehat dapat membantu kamu menurunkan risiko depresi. Megosumsi makan yang teratur juga dapat membantu menstabilkan mood dan membuat orang merasa lebih baik dan berenergi. Makanan sehat juga berdampak pada semangat dan energi. Sementara mengonsumsi makanan manis bisa membuat kamu cepat merasa lelah dan mengantuk.
3. Memiliki jam tidur yang teratur dan berkualitas Waktu tidur yang cukup, dengan durasi yang sesuai, dan menjaga tidur agar tetap berkualitas adalah cara menjaga kesehatan jiwa. Tidur adalah momen saat seseorang beristirahat dan mengembalikan kembali energi yang hilang karena beraktivitas seharian. Akibat ke kurang tidur dapat membuat orang cepat lelah, sukar berkonsentrasi, yang bila dipaksakan, akhirnya memicu stres. Saat stres muncul, maka efeknya dapat mengganggu kesehatan jiwa.
4. Melakukan aktivitas yang disukai dan Menenangkan Melakukan aktivitas yang disukai yang menenangkan. Seperti mengikuti program kesehatan yang dapat menggabungkan meditasi, relaksasi otot, dan latihan pernapasan. Melakukan aktivitas kesehatan lainnya yang di sukai seperti menulis jurnal, melukis, bernyanyi, menari, atau aktivitas yang bisa membuat kembali bersemangat.
5. Menentukan prioritas dalam pekerjaan Menentukan prioritas perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Tentukan apa saja yang mau dilakukan dan menjadi prioritas, dan bagaimana kesanggupan dalam melakukan pekerjaan. Pastikan jangan sampai kewalahan karena tidak mampu membedakan mana yang perlu dilakukan dan mana yang tidak.
6. Belajar bersyukur Sering kali hal yang membuat kesehatan jiwa seseorang terganggu adalah lupa bersyukur dan selalu merasa kurang. Berfokuslah pada hal-hal yang positif, identifikasi permasalahan lalu lihat mana yang layak untuk dipikirkan dan mana yang tidak. Ini akan sangat membantu untuk memilah-milah mana yang layak untuk diperjuangkan dan mana yang tidak.
7. Bersosialisasi itu penting Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan interaksi dan koneksi dengan manusia lainnya. Seseorang tidak bisa menjalani hidup sendirian. Pastinya akan merasa sangat kesepian dan perlu keterhubungan dengan orang lain untuk membantu, menjadi pendengar ketika merasa perlu bercerita, dan mendapatkan dukungan emosional. Pada dasarnya, setiap orang memiliki metode tersendiri untuk menjaga kesehatan mentalnya masing-masing. Hal yang perlu di lakukan adalah menemukan mana yang sesuai untuk dilakukan dan memang membantu menjaga kesehatan jiwa.
Penulis : Najwa Azizi/Mahasiswa Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala.
Referensi: Mental Health Foundation. Diakses pada 2020. Physical health and mental health. Dietary Patterns and Depression Risk: A Meta-Analysis. About Mental Health. Diakses pada 2022. Centers for Disease Control and Prevention. Caring for Your Mental Health. Diakses pada 2022. National Institute of Mental Health.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda