JURNALPOST.COM - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) bincang kepemimpinan di Musyda ke-XIX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulsel Senin, (14/3).
Dialog ini, menghadirkan narasumber antaranya Panca (Mantan Ketua Umum DPD IMM Sulsel), Usman Lonta (Mantang Ketua Umum DPD IMM Sulsel dan sekarang anggota DPRD Propinsi), Syaiful Saleh (Mantang Ketua Umum DPD IMM Sulsel), Syamsuriadi (Mantang Sekretaris Umum DPD IMM Sulsel) dan Mustakim Muallim (Mantang Ketua Umum DPD IMM Sulsel).
Panca, menjelaskan bahwa gerakan pada hari ini sangat dipengaruhi gerakan sosial dan kebangsaan. Olehnya itu dia mengharapkan kepada kelompok mahasiswa atau lembaga agar bisa mengedepan sikap kritis.
Lanjut dia, pempimpin kedepan harus punya visi yang jelas, tidak bisa memanjakan kader dalam artian kader meminta sesuatu langsung di kasi tanpa berproses, jelasnya.
Selain itu, Usman Lonta mengatakan gerakan IMM seharusnya membuat gerakan atau demo tentunya perlu hasil kajian yang penuh makna tentang pilosofis dan rasional. Karena di IMM sangat dibtuhkan kecerdasan, integritas dan tekun untuk melaksanakn gerakan, jika ada issu perlu pelajari sebaik-baiknya baru mengeluarkan solusi,tuturnya.
Syaiful Saleh, lebih kepada pemilihan formatur dia mengatakan bahwa menjadi Ketua Umum tidak harus suara terbanyak karena yang diharapkan kepemimpinan yang akan datang adalah bisa lebih baik kedepan IMM, jelas ketua BPH Unismuh.
Syamsuriadi, "Menjadi kader harus konsisten, jangan menjadi kader sonsisten saja dalam artian tidak jelas arahnya". Mustakim Muallim, menambahkan bahwa jika Konsolidasi saat momentum musyda jangan hanya konsolidasi kemenangan tetapi perlu konsilidasi pemikiran, artinya bagaimna membangun dan membesarkan IMM di Sulsel khususnya, tidak hanya membesarkan dari di IMM, tutupnya.(Basri)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda