SURABAYA, JurnalPost.com — Pengalaman belajar hukum tidak selalu diperoleh melalui buku dan ruang perkuliahan. Bagi Selvia Irma Wulandari, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, kesempatan menjalani magang di Pengadilan Agama Surabaya menjadi pengalaman penting untuk memahami bagaimana proses peradilan berlangsung dalam praktik.
Selama menjalani kegiatan magang di bagian Kepaniteraan, Selvia berkesempatan mengenal berbagai tahapan administrasi perkara, mempelajari sistem informasi pengadilan, hingga mengamati jalannya persidangan secara langsung.
Kegiatan magang tersebut berlangsung selama periode 6 Juli hingga 28 Agustus 2026, dengan masa pelaksanaan yang dilaporkan selama 40 hari.
Melalui pengalaman ini, Selvia memperoleh gambaran mengenai penerapan ilmu hukum dalam lingkungan kerja, khususnya berkaitan dengan pengelolaan administrasi perkara di lembaga peradilan.
Mengenal Proses Perkara dari Bagian Kepaniteraan
Selama menjalani magang, Selvia ditempatkan di bagian Kepaniteraan Pengadilan Agama Surabaya.
Di bagian tersebut, ia mendapatkan kesempatan untuk memahami sejumlah pekerjaan administratif yang menjadi bagian dari proses penanganan perkara.
Salah satu kegiatan yang dilakukannya adalah membantu penataan dan pemberkasan dokumen perkara.
Pekerjaan tersebut memberikan pemahaman bahwa setiap berkas memiliki fungsi penting dalam mendukung kelancaran proses peradilan.
Penataan dokumen membutuhkan ketelitian karena administrasi perkara berkaitan dengan pencatatan, pengelolaan, serta ketersediaan informasi yang diperlukan dalam proses hukum.
Melalui kegiatan tersebut, Selvia mulai memahami bahwa penyelenggaraan peradilan bukan hanya tentang pemeriksaan perkara di ruang sidang, tetapi juga melibatkan berbagai tahapan administratif di baliknya.
Pelajari Sistem Informasi Perkara dan Amati Persidangan
Selain membantu pemberkasan, Selvia juga diperkenalkan dengan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP).
Sistem tersebut digunakan dalam lingkungan peradilan untuk mendukung pengelolaan dan penelusuran informasi perkara secara elektronik.
Pengenalan SIPP memberikan kesempatan bagi Selvia untuk memahami peran teknologi informasi dalam administrasi peradilan.
Ia juga mendapatkan kesempatan mengamati proses persidangan secara langsung.
Pengalaman itu membuat berbagai materi hukum yang sebelumnya dipelajari melalui perkuliahan menjadi lebih mudah dipahami karena dapat dikaitkan dengan praktik di lapangan.
“Selama magang, rasanya seperti mendapatkan gambaran langsung dari apa yang selama ini dipelajari di kampus. Kalau di perkuliahan lebih banyak memahami teori, di sini bisa melihat bagaimana prosesnya berjalan secara langsung. Awalnya memang perlu menyesuaikan diri, tapi semakin lama justru semakin menarik karena banyak hal baru yang dipelajari,” ujar Selvia.

Menurutnya, pengalaman berada di lingkungan pengadilan memberikan pemahaman baru mengenai hubungan antara teori hukum, prosedur administrasi, dan pelaksanaan persidangan.
Ia menyadari bahwa setiap perkara membutuhkan dukungan administrasi yang tertib agar proses penanganannya dapat berjalan sesuai ketentuan.
Dapat Bimbingan Langsung dari Panitera Muda Hukum
Selama pelaksanaan magang, Selvia memperoleh bimbingan dari Dini Aulia Safitri, S.H., M.H., selaku Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Surabaya.
Pendampingan tersebut membantunya mengenali alur pekerjaan di bagian Kepaniteraan sekaligus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja lembaga peradilan.
Selain memahami prosedur administratif, Selvia juga belajar mengenai pentingnya kedisiplinan, ketelitian, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
Menurutnya, proses adaptasi menjadi salah satu tantangan pada awal pelaksanaan magang. Namun, melalui arahan dan pengalaman mengerjakan tugas secara langsung, ia semakin memahami pekerjaan yang sebelumnya terasa asing.
“Yang paling terasa adalah belajar untuk lebih teliti dan terbiasa dengan lingkungan kerja. Ada beberapa hal yang awalnya belum dipahami, tetapi setelah dijelaskan dan dicoba secara langsung akhirnya lebih mudah dimengerti. Jadi, magang ini bukan hanya menambah pengalaman, tetapi juga membuat saya lebih memahami dunia kerja di bidang hukum,” tambahnya.
Bagi Selvia, bimbingan selama magang tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman mengenai administrasi perkara, tetapi juga memberikan pengalaman tentang cara bekerja dalam lingkungan profesional.
Memahami Pentingnya Ketelitian dalam Proses Peradilan
Salah satu pelajaran yang diperoleh Selvia adalah pentingnya ketelitian dalam setiap tahapan pengelolaan perkara.
Ia melihat bahwa proses hukum tidak hanya bergantung pada pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan, tetapi juga memerlukan sistem administrasi yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dokumen perkara, pencatatan informasi, hingga pengelolaan berkas merupakan bagian dari pekerjaan yang mendukung berlangsungnya proses peradilan.
Pengalaman tersebut memberikan sudut pandang baru mengenai peran tenaga kepaniteraan dalam menunjang pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan administratif, Selvia juga mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan kerja yang tidak seluruhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di kelas.
Jadikan Magang sebagai Bekal Memasuki Dunia Hukum
Bagi Selvia, pengalaman magang di Pengadilan Agama Surabaya menjadi bagian penting dari proses pembelajarannya sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Untag Surabaya.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kondisi nyata di lingkungan lembaga peradilan.
Selain menambah wawasan mengenai administrasi perkara dan proses persidangan, magang juga membantunya memahami tuntutan profesionalisme dalam dunia kerja hukum.
Pengalaman berinteraksi dengan lingkungan kerja pengadilan turut membentuk pemahamannya mengenai pentingnya komunikasi, kemampuan beradaptasi, dan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Selvia menilai bahwa memahami hukum bukan hanya persoalan menguasai teori dan aturan, melainkan juga mengetahui bagaimana ketentuan tersebut dijalankan melalui prosedur yang berlaku.
Pengalaman selama magang diharapkan menjadi bekal baginya untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun profesional di bidang hukum.
Dari balik meja Kepaniteraan Pengadilan Agama Surabaya, Selvia memperoleh pelajaran bahwa proses penegakan hukum juga ditopang oleh pekerjaan administratif yang membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda