Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Citizen Reporter
  3. Mahasiswa KKN Undip Berikan Penyuluhan Stunting dan Imunisasi, Yuk Cegah Stunting Sebelum Genting !!!

Mahasiswa KKN Undip Berikan Penyuluhan Stunting dan Imunisasi, Yuk Cegah Stunting Sebelum Genting !!!

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
08 Agustus 2023, 11.50 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Mahasiswa KKN Undip Berikan Penyuluhan Stunting dan Imunisasi, Yuk Cegah Stunting Sebelum Genting !!!

Cangkol JurnalPost.com – Menurut WHO, Indonesia dianggap memiliki angka stunting yang tinggi. Sebuah survei oleh Status Gizi Balita Indonesia pada tahun 2019 menyatakan bahwa angka stunting di antara anak-anak di Indonesia telah mencapai 27,67%. Dengan kata lain, sekitar 3 dari 10 anak di Indonesia menderita stunting. Stunting (kerdil) adalah kekurangan gizi kronis yang mengakibatkan pertumbuhan anak terganggu.

Stunting ditandai dengan kondisi ketika balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur akibat dari kekurangan gizi kronis. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stunting adalah anak balita dengan nilai z-scorenya kurang dari -2SD/standar deviasi (stunted) dan kurang dari -3SD (severely stunted).

IKLAN

Kejadian stunting merupakan suatu tantangan bagi berbagai stakeholder. Dibutuhkan kerjasama pihak kelurahan, posyandu, puskesmas, PKK, dan warga sekitar. Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, penyebab stunting yang pertama adalah intervensi spesifik sebelum lahir yang berkontribusi sekitar 23 %. Kedua, intervensi spesifik setelah lahir yang kita amati kenaikan paling tinggi itu sesudah menyusui. Karena begitu dia menyusui masih bagus, tetapi sesudah selesai ASI yang harus diberi makanan tambahan. Namun, untuk beberapa keluarga memiliki kendala ekonomi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya sehingga kejadian stunting masih terus ada.

Cegah Penyakit!!! Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Berikan Edukasi Penerapan Sanitasi Dan Hygiene Yang Tepat
Baca Juga

Cegah Penyakit!!! Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Berikan Edukasi Penerapan Sanitasi Dan Hygiene Yang Tepat

Kondisi ini menyebabkan perkembangan otak dan fisik terhambat, rentan terhadap penyakit, sulit berprestasi, dan saat dewasa mudah menderita obesitas sehingga berisiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan penyakit tidak menular lainnya. Gangguan pertumbuhan ini terjadi akibat beberapa faktor diantaranya faktor sosial-ekonomi, faktor janin, dan faktor ibu. Kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tak maksimal saat dewasa.

Di sisi lain, imunisasi dasar lengkap pada bayi dan balita sangat penting untuk melindungi anak dari berbagai risiko penyakit di masa yang akan datang dan membantu sistem imun si kecil dalam memproduksi antibodi khusus untuk melawan penyakit-penyakit tertentu. Namun, banyak ibu yang masih ragu untuk mengimunisasi anaknya takut anaknya akan mengalami demam dan rewel setelah imunisasi.

Salah satu penelitian dilakukan terhadap 286.500 anak usia 12-59 bulan di wilayah pedesaan di Indonesia. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa prevalensi stunting pada anak yang tidak diimunisasi dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang diimunisasi lengkap. Penelitian tersebut mengukuhkan bahwa imunisasi memiliki peran penting, selain dalam menurunkan angka kematian anak, juga menurunkan risiko anak untuk mengalami stunting. Dalam penelitian tercatat anak dengan status imunisasi yang belum tuntas 1,78 kali lebih berisiko untuk mengalami stunting dibandingkan anak dengan status imunisasi lengkap. Dengan kata lain, imunisasi yang dilakukan tepat waktu dapat mengurangi kemungkinan stunting pada anak-anak, sementara imunisasi yang tertunda dapat meningkatkan kemungkinan stunting.

IKLAN

Berangkat dari fakta tersebut, Mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro di Desa Cangkol mengadakan penyuluhan mengenai Stunting dan Imunisasi kepada para kader dan ibu balita di Kebayanan 2 yang terletak di Dukuh Gambiran, Desa Cangkol untuk deteksi dini stunting. Hal ini dilakukan dalam upaya pencegahan dan intervensi sedini mungkin terhadap permasalahan stunting.

Listrik Padam dan Stok Lilin habis? KKN UNDIP Bagi Tips Cara Membuat LINDA
Baca Juga

Listrik Padam dan Stok Lilin habis? KKN UNDIP Bagi Tips Cara Membuat LINDA

Edukasi yang diberikan tentang cara deteksi dini yang berfokus pada tahapan perkembangan yang dapat dicapai oleh anak seiring bertambahnya usia, penting bagi orang tua untuk mengetahui penggunaan butir-butir kuesioner yang terdapat pada buku KIA untuk mengetahui jika anaknya kurang dalam stimulasi tertentu atau masalah perkembangan lainnya. Program kerja ini dilakukan pada tanggal 15 Juli 2023 dengan membantu memasang dan menyiapkan alat pengukur tinggi badan & berat badan di Posyandu Kebayanan 2 (rumah Pak Zubaidi) sehingga dapat melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan atau panjang badan. Selain itu, mahasiswa membagikan poster dan booklet berisi informasi umum mengenai stunting dan imunisasi.

Inovasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga untuk Meningkatkan Imun Tubuh Masyarakat Desa Dologan
Baca Juga

Inovasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga untuk Meningkatkan Imun Tubuh Masyarakat Desa Dologan

Kami menilai Indonesia saat ini membutuhkan generasi muda yang produktif dan unggul untuk mencapai Indonesia Emas di tahun 2045. Oleh sebab itu, pencegahan dan penurunan angka penderita stunting perlu dilakukan sesegera mungkin, guna menciptakan calon generasi muda yang produktif dan unggul serta terbebas dari ancaman stunting. Selain itu, dengan dilaksanakannya program ini, diharapkan warga dapat lebih memahami pentingnya imunisasi dasar lengkap bagi bayi dan balita sehingga termotivasi untuk membawa anaknya datang ke posyandu dan mengikuti program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN).

Penulis: Evangga Yudha Perdana (NIM. 22010120130091) Program Studi: Kedokteran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Dr. dr Stefani Candra Firmanti, M.Sc. Lokasi KKN: Desa Cangkol, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mahasiswa-kkn-undip-berikan-penyuluhan-stunting-dan-imunisasi-yuk-cegah-stunting-sebelum-genting/57075/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 18.57 WITA

  • #KKNUndipTim2
  • #lppmundip
  • #p2kknundip
  • #undip

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Kolaborasi Lintas Jurusan, Mahasiswa UNDIP Kembangkan Dentavera sebagai Inovasi Perawatan Mulut

KKN Universitas Merdeka Malang Bangun Greenhouse Bambu, Dorong Ketahanan Pangan Warga Pandanrejo

KKN 179 UMM Pasang Papan Jadwal Pembagian Air di Bangelan, Cegah Perebutan Antarwarga

Warga Desa Tlekung Diajak Manfaatkan Urine Sapi Jadi Pupuk Organik Cair untuk Percepat Pertumbuhan Pakan Ternak

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Pilihan Editor

  1. 1 Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi
  2. 2

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  3. 3

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  4. 4

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  5. 5

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.