Cilacap, Jurnalpost - Banjir telah melanda lima Desa di Kabupaten Cilacap yaitu Desa Mujur Lor, Desa Mujur, Desa Gentasari, Desa Kedawung, dan Desa Sikampuh pada tanggal 26 Oktober 2020 yang diakibatkan oleh jebolnya tanggul disalah satu daerah sehingga menyebabkan air meluap, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Cilacap.
Banjir ini merupakan banjir terbesar dalam sejarah, pasalnya banjir hanya merendam 1 desa yaitu Desa Mujur Lor yang seringkali mengalami banjir yang disebabkan banjir kiriman. Banyak relawan yang saling bahu membahu dalam menangani bencana banjir tersebut. Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Anni Fitriyani Munawwaroh Jurusan Akuntansi Syari’ah dan masyarakat setempat juga ikut andil dalam membantu korban bencana banjir.
“ Beberapa posko kami dirikan dititik daerah yang terkena banjir salah satunya Posko di Dusun Pecangakan, Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya. Kami sediakan Dapur Umum dan tempat untuk pendistribusian bantuan. Harapannya dengan adanya posko yang kami dirikan tersebut bisa membantu para korban yang terdampak banjir.” Tutur Bapak Latifudin sebagai koordinator relawan.
Akibat banjir ini beberapa rumah terendam banjir sehingga para warga yang rumahnya terendam banjir mengungsi ke tempat yang lebih aman. Bantuan terus berdatangan dari sembako, air bersih, obatan-obatan, pakaian layak pakai, kebutuhan bayi bahkan bantuan berupa service motor juga ada yang bisa didapatkan oleh warga yang terdampak banjir secara gratis. Banjir berlangsung selama sepekan dari tanggal 26 Oktober 2020 sampai 1 November 2020. Walaupun air banjir sudah surut bantuan berupa sembako terus mengalir dari para dermawan.
“ Alhamdulillah banjir sudah surut walaupun setiap malam hujan terus mengguyur daerah kami, harapannya air tidak naik lagi dan banjir tidak terulang kembali, Terima Kasih para dermawan yang sudah membantu kami”. Ujar Susi Wardani sebagai kepala sekolah RA Al-Istiqomah yang ikut terdampak banjir.
Penulis : Anni Fitriyani Munawwaroh Prodi Akuntansi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda