Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

  2. Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  3. Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  4. Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  5. PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Fishballer Mahasiswa ITS Bantu UMKM Gading Olah Lele dari Daging hingga Limbah

Fishballer Mahasiswa ITS Bantu UMKM Gading Olah Lele dari Daging hingga Limbah

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
31 Agustus 2026, 20.57 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Mahasiswa ITS Dukung

JurnalPost.com — Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan teknologi Fishballer untuk membantu meningkatkan efisiensi pengolahan ikan lele di UMKM Gading, RW 06 Kelurahan Rungkut Kidul, Surabaya.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) 2026 dengan mengintegrasikan sejumlah tahapan pengolahan lele dalam satu sistem produksi.

IKLAN

Fishballer tidak hanya diarahkan untuk membantu pengolahan daging lele menjadi produk pangan, tetapi juga memperhatikan bagian ikan yang tersisa setelah proses produksi agar dapat dimanfaatkan lebih lanjut.

Aisyah Salsabila Alfandi
Baca Juga

Modernisasi Bioproses Pangan: Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Program tersebut tercatat dalam pendanaan PKM 2026 dengan judul resmi “Implementasi Sistem Integrasi Modular Pengolah Bakso Lele untuk Peningkatan Efisiensi Produksi dan Pemanfaatan Limbah pada UMKM Gading.”

Tim mahasiswa ITS tersebut diketuai oleh Muhammad Rafi Fauzan yang beranggotakan Faris Ahmad Holili, Rivaldi Satrio Wicaksono, Adri Fadhlansyah Aldinata, dan Karina Azzahra Rohmah serta dosen pendamping oleh Ira Dwitasari, S.ST., M.T. Program Fishballer menjadi salah satu proposal ITS yang memperoleh pendanaan pada bidang PKM Penerapan Iptek atau PKM-PI tahun 2026.

Berangkat dari Proses Produksi UMKM Gading

UMKM Gading merupakan salah satu usaha pengolahan ikan di kawasan Rungkut Kidul yang memproduksi berbagai makanan berbahan dasar ikan lele.

Produk yang dihasilkan antara lain bakso lele, dimsum lele, hingga kerupuk lele.

Dokumentasi Sosialisasi Hukum bertajuk “Keluarga Nyaman, Digital Aman, Usaha Lancar”
Baca Juga

Dosen dan Mahasiswa FH UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Warga Rungkut Kidul soal Hukum Keluarga, Digital, dan UMKM

Dalam proses produksi, pengolahan ikan harus melewati sejumlah tahapan mulai dari penyiapan bahan baku, pemotongan, pemisahan daging dari bagian lainnya, hingga pengolahan daging menjadi adonan.

Apabila tahapan tersebut masih banyak dilakukan secara terpisah dan manual, proses produksi membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar. Kondisi inilah yang menjadi salah satu dasar tim mahasiswa ITS merancang Fishballer.

Teknologi tersebut dikembangkan dengan konsep sistem modular yang menghubungkan beberapa tahapan pengolahan ikan dalam satu rangkaian.

Prosesnya mencakup pemotongan ikan, pemisahan bagian daging dari kulit dan tulang, pengolahan daging, hingga penanganan bagian ikan yang tersisa dari proses produksi.

614314c8bda99
Baca Juga

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pekerjaan yang sebelumnya dilakukan melalui beberapa tahapan terpisah diharapkan dapat berjalan lebih terstruktur.

Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter PKM-PI. Dalam panduan PKM 2026, Penerapan Iptek memang ditujukan untuk menghadirkan solusi teknologi berdasarkan permasalahan nyata yang dihadapi mitra produktif, termasuk persoalan dalam proses produksi dan pengembangan usaha.
Tidak Berhenti pada Daging Lele

Salah satu aspek menarik dalam pengembangan Fishballer adalah perhatian terhadap hasil samping pengolahan ikan.

Ketika ikan lele diolah, tidak seluruh bagian menjadi bahan utama produk seperti bakso atau dimsum. Kepala, tulang, kulit, serta bagian lainnya dapat tersisa setelah daging dipisahkan.

Karena itu, tim mengembangkan pendekatan yang tidak hanya mengejar peningkatan produksi daging olahan, tetapi juga mengarah pada konsep zero waste production atau produksi dengan meminimalkan limbah.

Bagian ikan yang tidak digunakan sebagai bahan utama masih memiliki peluang untuk diolah menjadi produk turunan setelah melewati proses yang sesuai.

IKLAN

Salah satu pemanfaatannya dapat diarahkan menjadi bahan baku tepung ikan maupun bahan pakan.

Potensi tersebut bukan tanpa dasar. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat bahwa hasil samping industri pengolahan ikan dapat berupa kepala, tulang, kulit, sirip hingga jeroan. Sejumlah bagian itu masih mempunyai potensi ekonomi ketika diproses menjadi produk lain, termasuk bahan tepung ikan dan pakan.

Bagi UMKM, pendekatan tersebut membuka kemungkinan agar sisa produksi tidak semata-mata dipandang sebagai limbah yang harus dibuang.

Pemanfaatannya berpotensi mengurangi sisa produksi sekaligus membuka peluang penciptaan nilai tambah dari bahan yang sebelumnya tidak digunakan.
Fishballer Diserahkan kepada UMKM Gading

Implementasi program kemudian dilanjutkan dengan penyerahan teknologi kepada mitra.

Tim Fishballer PKM-PI ITS menyerahkan alat pengolahan ikan lele kepada UMKM Gading pada Jumat, 31 Juli 2026, di Balai RW 06 Rungkut Kidul, Surabaya.

Kegiatan tersebut turut diikuti unsur masyarakat setempat, termasuk ketua RW, pengurus RT, Karang Taruna, serta pelaku UMKM Gading.

Penyerahan alat juga disertai sosialisasi mengenai pengoperasian dan pemanfaatan teknologi dalam proses pengolahan ikan lele. Tim turut menyediakan buku panduan agar penggunaan dan perawatan alat dapat dilakukan oleh mitra secara mandiri.

Pendampingan menjadi bagian penting karena keberhasilan penerapan teknologi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan alat.

Pelaku UMKM perlu memahami cara pengoperasian, prosedur keselamatan kerja, pemeliharaan rutin, hingga penanganan apabila terjadi kendala saat teknologi digunakan.

Dengan pendekatan tersebut, Fishballer diharapkan tetap dapat digunakan setelah rangkaian kegiatan PKM-PI berakhir.

Teknologi Berangkat dari Kebutuhan Pelaku Usaha

Pengembangan Fishballer menunjukkan bagaimana inovasi mahasiswa dapat diarahkan untuk menjawab persoalan yang ditemui langsung oleh pelaku usaha.

Teknologi tidak hanya dikembangkan sebagai prototipe, tetapi ditempatkan dalam proses produksi nyata milik UMKM.

Bagi UMKM Gading, sistem pengolahan yang lebih terintegrasi berpotensi membantu memangkas tahapan pekerjaan manual, membuat proses pengolahan lebih terstruktur, sekaligus membuka ruang peningkatan kapasitas produksi.

Pada saat yang sama, perhatian terhadap kepala, tulang, kulit, dan bagian ikan lainnya memberikan perspektif berbeda terhadap hasil samping produksi.

Bagian yang sebelumnya berpotensi berakhir sebagai limbah dapat dipertimbangkan sebagai bahan baku untuk produk berikutnya apabila memenuhi proses pengolahan dan standar yang diperlukan.

Melalui Fishballer, mahasiswa ITS berupaya mempertemukan teknologi, kebutuhan UMKM, efisiensi produksi, dan pemanfaatan hasil samping dalam satu sistem pengolahan lele.

Jika penerapannya dapat dilakukan secara konsisten, pendekatan semacam ini tidak hanya berpotensi membantu meningkatkan produktivitas UMKM, tetapi juga mendorong model produksi pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mahasiswa-its-bantu-umkm-gading-olah-lele-lewat-fishballer/97520/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 14.51 WITA

  • #Fishballer
  • #Inovasi Teknologi
  • #Mahasiswa ITS
  • #PKM-PI 2026
  • #Pengolahan Ikan Lele
  • #Rungkut Kidul
  • #UMKM Gading

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Pilihan Editor

  1. 1 Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian
  2. 2

    Dari Fermentasi dan Inovasi ke Modernisasi: Mengangkat Nilai Jual Tempe melalui Teknologi Modern

  3. 3

    Siapa MING VENUS? DJ Asal Surabaya yang Punya 101 Ribu Followers TikTok

  4. 4

    Dari Laboratorium ke Genggaman: Menelusuri Evolusi dan Cara Kerja Water Quality Field Test Kit

  5. 5

    Maraknya Penipuan Belanja Online, Siapa yang Bertanggung Jawab Melindungi Konsumen?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.