SURABAYA, JurnalPost.com — Pengalaman bekerja secara langsung di industri kreatif menjadi salah satu cara mahasiswa mengembangkan keterampilan yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui perkuliahan. Hal tersebut dirasakan Dinnar Maulana Ardiwijaya, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, selama menjalani program magang di CV Arindra Production.
Mahasiswa angkatan 2023 tersebut mengikuti kegiatan magang selama delapan minggu, mulai 20 Juli hingga 11 September 2026. Selama periode itu, Dinnar terlibat dalam pengelolaan media sosial, perencanaan konten, desain grafis, hingga mempelajari proses produksi audiovisual yang menjadi bagian dari kegiatan perusahaan.
Program magang ini merupakan bagian dari penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di Untag Surabaya, yang menekankan pencapaian kompetensi mahasiswa melalui pengalaman pembelajaran, termasuk praktik langsung di lingkungan profesional.
Bagi Dinnar, kesempatan bergabung dengan Divisi Media Sosial CV Arindra Production memiliki keterkaitan erat dengan bidang yang diminatinya, yakni broadcasting dan media digital.
“Magang ini bukan sekadar syarat kelulusan. Ini adalah kesempatan langsung untuk merasakan ritme kerja profesional, mempraktikkan teori komunikasi massa, serta merancang strategi konten yang relevan dengan target audiens,” ujar Dinnar.

Terlibat dalam Perencanaan dan Produksi Konten Media Sosial
CV Arindra Production merupakan rumah produksi yang berlokasi di Surabaya dan telah beroperasi sejak 2014. Perusahaan tersebut bergerak dalam berbagai layanan produksi audiovisual, mulai dari videografi, fotografi, pembuatan video profil perusahaan, dokumentasi kegiatan, hingga layanan siaran langsung atau live streaming.
Selama menjalani magang, Dinnar memperoleh tanggung jawab dalam kegiatan desain grafis dan perencanaan konten digital. Pekerjaan tersebut mencakup pembuatan desain unggahan Instagram, pengembangan materi visual interaktif, serta penyusunan naskah sederhana untuk kebutuhan dokumentasi klien.
Dalam proses pengerjaannya, Dinnar tidak hanya dituntut menghasilkan tampilan visual yang menarik, tetapi juga mempertimbangkan tujuan komunikasi dari setiap konten yang dibuat.
Pemilihan gambar, penggunaan elemen desain, penyusunan pesan, hingga penyesuaian format konten menjadi bagian penting agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens.
Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa pengelolaan media sosial perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas visual. Setiap konten juga memerlukan perencanaan yang mempertimbangkan karakter audiens, identitas perusahaan, dan tujuan publikasi.
Mempelajari Copywriting dan Strategi Publikasi Digital
Selain mengerjakan desain grafis, Dinnar turut mempelajari proses penyusunan strategi komunikasi melalui media sosial.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penggunaan copywriting atau penulisan pesan promosi yang disesuaikan dengan karakteristik platform digital.
Melalui kegiatan tersebut, ia mempelajari bagaimana sebuah pesan disusun secara ringkas, komunikatif, dan relevan agar mampu menarik perhatian pengguna media sosial.
Dinnar juga terlibat dalam penyusunan jadwal publikasi konten untuk mendukung konsistensi aktivitas digital perusahaan, khususnya melalui Instagram dan TikTok.
Perencanaan ini dilakukan dengan mempertimbangkan jenis konten, waktu publikasi, serta kecenderungan interaksi pengguna pada masing-masing platform.
Pemahaman terhadap algoritma dan karakteristik media sosial menjadi bagian dari proses pembelajarannya. Hal tersebut penting karena distribusi konten digital dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk relevansi informasi, keterlibatan pengguna, dan pola konsumsi audiens.
Melalui pengalaman tersebut, Dinnar memahami bahwa strategi media sosial tidak hanya berkaitan dengan jumlah unggahan, melainkan juga bagaimana perusahaan membangun identitas dan menjaga komunikasi dengan audiens secara berkelanjutan.
Mendapat Pengalaman Teknis Produksi Audiovisual
Pengalaman magang Dinnar tidak terbatas pada pengelolaan media sosial. Ia juga mendapat kesempatan mengenal sejumlah perangkat dan teknologi yang digunakan dalam kegiatan produksi audiovisual.
Salah satunya adalah penggunaan perangkat lunak vMix, yang dimanfaatkan untuk mendukung proses produksi dan pengelolaan siaran langsung.
Melalui pengenalan perangkat lunak tersebut, Dinnar memperoleh gambaran mengenai proses teknis yang diperlukan dalam sebuah produksi live streaming.
Ia juga mempelajari prosedur perakitan serta persiapan perangkat kamera yang digunakan dalam kegiatan produksi profesional.
Pengalaman tersebut memperluas pengetahuannya mengenai hubungan antara proses kreatif dan kebutuhan teknis dalam industri penyiaran.
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, pemahaman terhadap perangkat produksi menjadi keterampilan pendukung yang relevan, terutama ketika harus terlibat dalam pekerjaan yang menggabungkan perencanaan pesan, produksi visual, dan distribusi konten digital.
Menghubungkan Teori Perkuliahan dengan Kebutuhan Industri
Keterlibatan Dinnar dalam aktivitas CV Arindra Production memperlihatkan bagaimana konsep komunikasi yang dipelajari di perguruan tinggi diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Teori komunikasi massa, komunikasi visual, serta strategi penyampaian pesan menjadi dasar dalam memahami kebutuhan konten perusahaan.
Namun, praktik di lingkungan kerja juga memperkenalkannya pada berbagai aspek yang tidak selalu ditemukan dalam pembelajaran di kelas, seperti penyesuaian pekerjaan dengan kebutuhan klien, koordinasi tim, pengelolaan waktu, dan penyelesaian tugas berdasarkan target produksi.
Di sisi perusahaan, keterlibatan mahasiswa magang turut memberikan tambahan ide dan variasi dalam pengembangan materi promosi digital.
Sementara bagi Dinnar, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemampuan sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
“Harapannya, ilmu yang didapat dari bangku kuliah tidak hanya berhenti sebagai teori, tetapi benar-benar bisa memberikan kontribusi nyata bagi strategi digital perusahaan tempat magang,” ungkapnya.
Program magang ini juga menunjukkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan industri kreatif dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan dunia kerja.
Di tengah perubahan teknologi komunikasi dan meningkatnya penggunaan platform digital, kemampuan mengembangkan konten, memahami audiens, serta mengoperasikan perangkat produksi menjadi keterampilan yang semakin relevan.
Melalui pengalaman selama delapan minggu di CV Arindra Production, Dinnar memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan akademis sekaligus memperkuat keterampilan praktis sebagai bekal memasuki industri komunikasi dan media digital setelah menyelesaikan pendidikan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda