SURABAYA, JurnalPost.com — Kemampuan berbicara di depan publik dan penguasaan bahasa Inggris menjadi dua kompetensi yang semakin penting bagi generasi muda. Kemampuan tersebut tidak hanya menunjang proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga membantu siswa membangun kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan kepada orang lain.
Upaya penguatan keterampilan tersebut terlihat dalam English Speech Competition yang menjadi bagian dari rangkaian Jatim Fest 2026 di Grand City Surabaya, Minggu (4/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), Zahrotul Munawwaroh, terlibat sebagai salah satu dewan juri.
Kompetisi yang terselenggara melalui kolaborasi Jatim Fest dan organisasi lingkungan Tunas Hijau itu diikuti siswa tingkat SD/MI dan SMP/MTs dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Bahasa Inggris Bertemu Isu Lingkungan
English Speech Competition mengangkat tema “Selamatkan Hutan, Jatim Penuh Pesona.”
Melalui tema tersebut, peserta tidak hanya ditantang menunjukkan kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga menyampaikan gagasan mengenai pelestarian lingkungan dan tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga kawasan hutan di Jawa Timur.
Peserta harus mengemas pesan lingkungan ke dalam pidato yang komunikatif, mudah dipahami, dan mampu menarik perhatian audiens.
Keterlibatan akademisi Ilmu Komunikasi dalam proses penilaian memberikan perspektif yang lebih luas karena kemampuan pidato tidak semata-mata ditentukan oleh penguasaan bahasa.
Public speaking juga berkaitan dengan kemampuan menyusun pesan, membangun argumentasi, menggunakan komunikasi nonverbal, hingga meyakinkan audiens.
Public Speaking Tak Hanya Soal Berani Tampil
Dalam pelaksanaannya, kemampuan peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek.
Selain isi dan kesesuaian pidato dengan tema, penilaian meliputi grammar dan vocabulary, pronunciation dan fluency, gesture, eye contact, penggunaan suara, kreativitas, serta daya persuasi.

Peserta juga diperbolehkan menggunakan properti sebagai pendukung penampilan selama tidak mengganggu jalannya kompetisi.
Zahrotul menilai para peserta menunjukkan persiapan yang cukup baik dalam menyusun materi maupun ketika tampil di hadapan audiens.
Sejumlah siswa dinilai mampu menggabungkan kemampuan berbahasa Inggris dengan teknik penyampaian yang komunikatif. Ada pula peserta yang menggunakan properti untuk memperkuat pesan yang disampaikan dalam pidatonya.
Pengalaman tampil di ruang publik seperti ini dinilai penting karena public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara dengan suara lantang.
Di dalamnya terdapat kemampuan mengelola rasa percaya diri, menyusun pesan secara sistematis, membaca audiens, menggunakan bahasa tubuh, hingga menyampaikan gagasan secara persuasif.
Kemampuan Bahasa Inggris Semakin Dibutuhkan
Penguatan keterampilan berbahasa Inggris sejak usia sekolah juga semakin relevan dengan perkembangan pendidikan dan kebutuhan komunikasi global.
Kemampuan berbahasa asing memberi ruang bagi peserta didik untuk mengakses informasi yang lebih luas sekaligus berkomunikasi dengan masyarakat dari latar belakang berbeda.
Karena itu, pembelajaran bahasa Inggris dapat berjalan beriringan dengan latihan komunikasi praktis seperti pidato, presentasi, diskusi, maupun kompetisi.
Pendekatan tersebut memungkinkan siswa tidak hanya memahami kosakata dan tata bahasa, tetapi juga terbiasa menggunakannya untuk menyampaikan gagasan secara langsung.
Pengalaman Praktik Bangun Kepercayaan Diri
Kegiatan seperti English Speech Competition memberikan kesempatan bagi siswa untuk menguji kemampuan yang telah dipelajari dalam situasi nyata.
Berbicara di atas panggung di hadapan juri dan audiens menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan sekadar berlatih di ruang kelas.
Siswa dituntut mengendalikan rasa gugup, menjaga kontak mata, mengatur intonasi, mengingat struktur pidato, serta tetap memastikan pesan dapat diterima audiens.
Pengalaman tersebut dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri sejak usia sekolah.
Keterlibatan dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur dalam kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk penerapan keilmuan komunikasi kepada masyarakat.
Perspektif akademik dan profesional dalam bidang komunikasi dapat digunakan untuk memberikan penilaian sekaligus mendorong siswa memahami bahwa kualitas sebuah pidato bukan hanya terletak pada bahasa yang digunakan, tetapi juga cara pesan tersebut disampaikan.
Melalui kegiatan semacam ini, pengembangan kemampuan komunikasi tidak berhenti pada pembelajaran teoritis.
Siswa memperoleh ruang untuk mempraktikkan kemampuan berbicara, menyampaikan gagasan mengenai persoalan lingkungan, sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda untuk semakin berani mengutarakan pendapat, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, dan lebih siap menghadapi kebutuhan pendidikan maupun dunia profesional pada masa mendatang.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda