Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Konseling Keluarga: Kunci Ketahanan Keluarga di Era Modern

Konseling Keluarga: Kunci Ketahanan Keluarga di Era Modern

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
25 November 2025, 20.49 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Konseling Keluarga

Oleh: Siti Anisatus Zahrok Mahasiswi, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

JurnalPost.com - Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama tempat individu belajar memahami dunia. Di dalam keluargalah seseorang mengenal nilai, empati, tanggung jawab, serta cara menghadapi persoalan hidup. Namun, realitas sosial saat ini menunjukkan bahwa keluarga semakin sering dihadapkan pada tekanan dan tantangan baru. Arus modernisasi yang begitu cepat, tuntutan pekerjaan yang kian berat, serta budaya digital yang menyita perhatian membuat banyak keluarga mulai kehilangan kedekatan emosional. Komunikasi yang dulu dilakukan secara langsung kini bergeser menjadi serba singkat, bahkan minim interaksi berkualitas. Situasi seperti inilah yang kemudian memicu munculnya berbagai masalah, mulai dari miskomunikasi hingga konflik yang merenggangkan hubungan antaranggota keluarga.

IKLAN

Menanggapi kondisi tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur melalui bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) menghadirkan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui program konseling. Program ini bukan hanya menjadi solusi sesaat, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menciptakan keluarga yang lebih stabil, harmonis, dan resilien.

72084c82 26e9 413c bdbf 96fbb072ded4
Baca Juga

Fenomena Main Hakim Sendiri sebagai Ancaman terhadap Due Process of Law di Indonesia

Pelaksanaan program konseling keluarga dilakukan melalui Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS). Tempat ini difungsikan sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan seputar pembinaan ketahanan keluarga, edukasi pola asuh, hingga pendampingan psikososial dalam menyelesaikan konflik rumah tangga. Kehadiran PPKS juga membuka kesempatan bagi keluarga untuk belajar dalam suasana yang terbimbing, tanpa merasa dihakimi ataupun dianggap bermasalah.

Salah satu program andalan BKKBN Kaltim adalah Satyagatra Olah Bebaya, yang menekankan penguatan tujuh dimensi ketahanan keluarga atau Saptagatra. Melalui kegiatan olah pikir, olah rasa, olah raga, dan olah spiritual, program ini mendorong keluarga untuk menyeimbangkan aspek lahiriah dan batiniah. Tidak hanya fokus pada kemampuan ekonomi, tetapi juga pada kesehatan mental, hubungan emosional, serta spiritualitas yang menjadi pondasi bagi keharmonisan keluarga.

IKLAN

Pendekatan konseling dalam program ini menekankan bahwa konseling bukanlah hal tabu. Justru, konseling diposisikan sebagai sarana belajar untuk memahami diri sendiri, membuka ruang dialog, serta memperkuat rasa saling percaya. Selama ini, sebagian masyarakat menganggap konseling hanya diperlukan ketika konflik sudah memuncak. Padahal, konseling keluarga dapat menjadi pencegah munculnya persoalan yang lebih besar. Dengan adanya pendampingan, keluarga dapat mengidentifikasi akar masalah lebih awal dan belajar menyelesaikannya melalui komunikasi yang sehat.

Konseling keluarga yang dilaksanakan di bawah naungan PPKS BKKBN Kaltim ditangani oleh tenaga profesional seperti konselor dan psikolog. Mereka menggunakan pendekatan edukatif dan humanis, sehingga keluarga merasa dihargai dan diterima. Dalam situasi seperti perbedaan gaya pengasuhan antara suami dan istri, misalnya, konselor membantu menemukan titik temu tanpa membuat salah satu pihak merasa disalahkan. Begitu pula ketika terjadi kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak, konseling membuka ruang dialog agar setiap pihak dapat memahami dan didengar.

kebakaran hutan di Kalimantan
Baca Juga

Hutan Kalimantan Terbakar: Bencana Alam atau Ada Campur Tangan Manusia?

BKKBN Kaltim melalui bidang KSPK menekankan bahwa kesejahteraan keluarga tidak dapat diukur hanya dari harta benda. Kesejahteraan sejati mencakup terpenuhinya kebutuhan emosional, sosial, dan spiritual. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa Satyagatra Olah Bebaya menempatkan olah rasa dan olah spiritual sebagai aspek penting dalam pembentukan keluarga bahagia. Ketika anggota keluarga merasa aman secara emosional dan terhubung secara batiniah, mereka akan lebih siap menghadapi persoalan hidup.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan keluarga-keluarga di Kalimantan Timur dapat tumbuh menjadi lebih tangguh tanpa kehilangan nilai moral dan kearifan lokal. Keberadaan PPKS juga menjadi pusat rujukan bagi masyarakat yang ingin belajar tentang komunikasi efektif, pengasuhan positif, manajemen stres, maupun penguatan relasi dalam rumah tangga.

Sudah saatnya masyarakat melihat konseling keluarga sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Keluarga yang bersedia membuka diri terhadap pendampingan memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

Melalui komitmen kuat yang ditunjukkan BKKBN Kalimantan Timur, terutama bidang KSPK, upaya memperkuat ketahanan keluarga bukan sekadar wacana. Program seperti Satyagatra Olah Bebaya menjadi bukti nyata bahwa ketahanan keluarga dapat dibangun secara bertahap, terarah, dan penuh kepedulian. Sebab, keluarga yang kuat adalah fondasi bagi lahirnya generasi yang berkarakter, berdaya, dan siap menghadapi dinamika kehidupan di era modern.

Berani Berkata tidak
Baca Juga

Berani Berkata "Tidak": Mengapa Asertivitas Penting bagi Remaja Masa Kini

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/konseling-keluarga-kunci-ketahanan-keluarga-di-era-modern/88392/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.58 WITA

  • #Konseling Keluarga
  • #Opini Mahasiswa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Pilihan Editor

  1. 1 Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  3. 3

    Perpres Ojol: Benarkah Pengemudi Sudah Mendapat Perlindungan yang Adil?

  4. 4

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  5. 5

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.