JURNALPOST.COM - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji, Dr Arman Bausat, mengatakan, diakui atau tidak, pembayaran klaim BPJS yang dilakukan per tiga bulan juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pelayanan terhadap pasien di RS.
"Dana klaim itu kan yang juga dipakai untuk biaya operasional, jadi kita tidak memungkiri juga memang itu sedikit banyak berpengaruh kepada pelayanan," kata Arman, kemarin.
Arman menjelaskan, waktu pencairan/pembayaran klaim yang cukup lama itu, dikatakannya bukan hanya kesalahan salah satu pihak saja. Tetapi pihak RS dan pihak BPJS disebutnya sama-sama memiliki andil penyebab keterlambatan tersebut.
"Saya tidak menyalahkan pihak BPJS. Pihak RS juga kadang agak lambat melengkapi dokumen administrasi yang dibutuhkan oleh BPJS untuk melakukan klaim. Tetapi kadang juga setelah dokumen admistrasinya sudah lengkap pihak BPJS yang sedikit terlambat memprosesnya karena harus dilakukan verifikasi lagi," paparnya.
Menurut Arman, secara teoritis sebenarnya pembayaran klaim itu bisa saja dilakukan setiap bulan, dengan catatan dokumen administrasi pengajuan pembayaran klaim benar-benar lengkap dan valid.
"Ada beberapa RS baik itu swasta maupun pemerintah yang jumlah pasiennya tidak terlalu banyak itu bisa melakukan pengajuan pembayaran klaim per bulan. Tetapi, untuk RS yang melayani ribuan bahkan puluhan ribu pasien per bulannya itu sedikit agak sulit untuk bisa melengkapi dokumen administrasi tepat waktu," ungkapnya.
Hal ini, lanjutnya, terkait dengan masalah kemampuan SDM dan peralatan (teknologi) yang memang saat ini masih terus membutuhkan perbaikan sistem dan kemampuan SDM.
"jujur saja, kita memang keterbatasan kemampuan SDM untuk mengoperasikan peralatan IT. Tapi saat ini hal itu twrus kita perbaiki," tutupnya. (*)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda