GROBOGAN, JurnalPost.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) Kelompok 61 menggelar program GELORA LITERASI atau Gerakan Literasi dan Olah Kreativitas Anak di Desa Sumurgede, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Program yang dilaksanakan di Balai Desa Sumurgede pada 8 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mengembangkan kreativitas anak sejak usia dini.
Sebanyak 53 anak mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 28 anak jenjang PAUD-TK dan 25 siswa kelas 3 sekolah dasar.
Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh 12 mahasiswa KKN-PPM UNIMUS Kelompok 61 bersama enam kader PKK Desa Sumurgede.
Program GELORA LITERASI dirancang setelah mahasiswa melakukan observasi selama pelaksanaan KKN di Desa Sumurgede. Dari hasil pengamatan, kegiatan yang mampu mendorong anak untuk lebih dekat dengan aktivitas membaca sekaligus menyalurkan kreativitas dinilai perlu diperkuat.
“Program ini berangkat dari hasil observasi kami di Desa Sumurgede. Kami melihat kegiatan literasi anak masih perlu diperkuat, sehingga kami mencoba mengemasnya melalui membaca nyaring dan mewarnai agar anak-anak lebih tertarik dan tidak merasa sedang mengikuti pembelajaran yang formal,” ujar perwakilan KKN-PPM UNIMUS Kelompok 61.
Karena itu, literasi tidak hanya diperkenalkan melalui aktivitas membaca secara formal. Mahasiswa mengemasnya menjadi kegiatan yang lebih menyenangkan melalui edukasi literasi, lomba membaca nyaring atau read aloud, serta lomba mewarnai.
Peserta dibagi berdasarkan kelompok usia dan jenjang pendidikan agar bentuk kegiatan serta tingkat kesulitan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.
Latih Kemampuan Membaca dan Keberanian Anak
Dalam lomba membaca nyaring, siswa sekolah dasar mendapat kesempatan membaca cerita secara bergantian di hadapan peserta dan pendamping.
Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk melatih kelancaran membaca, tetapi juga membangun keberanian dan rasa percaya diri anak ketika tampil di depan orang lain.
Sementara itu, anak-anak PAUD-TK dan peserta lainnya mengikuti kegiatan mewarnai sebagai media untuk mengekspresikan kreativitas dan imajinasi mereka.
Mahasiswa KKN bersama kader PKK bertindak sebagai fasilitator, pendamping, sekaligus membantu proses penilaian selama kegiatan berlangsung.
“Melalui GELORA LITERASI, kami ingin menghadirkan kegiatan belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Tidak hanya melatih kemampuan membaca, tetapi juga mendorong keberanian mereka untuk tampil dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitasnya,” katanya.
Antusiasme terlihat selama seluruh rangkaian GELORA LITERASI. Anak-anak aktif mengikuti kegiatan membaca maupun mewarnai dari awal hingga kegiatan berakhir.
“Antusiasme anak-anak cukup tinggi. Sebanyak 53 peserta mengikuti kegiatan dan mereka terlihat aktif sejak awal hingga selesai. Bagi kami, respons tersebut menunjukkan bahwa kegiatan literasi bisa menarik ketika disampaikan dengan cara yang sesuai dengan usia anak,” ujarnya.
Kombinasi aktivitas literasi dan kreativitas tersebut diharapkan membuat pengalaman belajar anak menjadi lebih menyenangkan sehingga membaca tidak dipandang semata-mata sebagai kegiatan akademik.
Peserta Membludak, Area Kegiatan Sempat Ditata Ulang
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN juga menghadapi tantangan karena banyaknya peserta yang berkumpul di satu lokasi.
Kondisi tersebut sempat membuat suasana kegiatan kurang kondusif. Tim KKN kemudian melakukan penataan ulang dengan memisahkan area peserta PAUD-TK dan siswa SD kelas 3.
Barisan meja, kursi, dan karpet digunakan sebagai batas sementara antarkelompok. Jarak peserta turut diatur, sementara beberapa kegiatan dilaksanakan secara bergantian agar suasana menjadi lebih tertib.
Pendamping tambahan juga ditempatkan pada masing-masing area sehingga anak-anak tetap memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan secara optimal.
Setelah dilakukan penataan, seluruh rangkaian GELORA LITERASI dapat dilaksanakan hingga selesai.
Diharapkan Menjadi Kebiasaan Berkelanjutan
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PPM UNIMUS Kelompok 61 berharap kegiatan literasi tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.
Aktivitas sederhana seperti membaca bersama, membaca nyaring, mendongeng, menggambar, dan mewarnai dapat dikembangkan menjadi kegiatan rutin yang melibatkan anak-anak di Desa Sumurgede.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti setelah KKN selesai. Membaca bersama, membaca nyaring, ataupun kegiatan kreatif sederhana bisa terus dilakukan agar kebiasaan membaca dan kreativitas anak-anak di Desa Sumurgede semakin berkembang,” tambahnya.
Selain GELORA LITERASI, mahasiswa KKN juga menjalankan sejumlah program individu sesuai bidang keilmuan dan kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, literasi digital hingga pengembangan keterampilan.
Seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan KKN-PPM UNIMUS Kelompok 61 yang berlangsung di Desa Sumurgede sejak 29 Juli hingga 27 Agustus 2026.
Program KKN tersebut dibimbing oleh Ratna Hardianingrum, S.T., M.Ars. dan melibatkan mahasiswa Farras Arrafi, Zaky Abdullah, Ahmad Munfaid, Aldo Frandika, Risky Farikhul Mahendra, Amanda Anggun Amelia, Amelia Azmi Fadhilla, Annisa Qurrotu Aini Ramadina, Amira Aulia Eka Saputri, Herlina Ayu Meldyana Permata Sari, Kusmiati Yulia Rahmatika, serta Aurellia Ivonnie Kristian Putri.
Keterlibatan perangkat desa, kader PKK, masyarakat, dan anak-anak dalam program tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya budaya membaca dan kreativitas anak di Desa Sumurgede.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda