JurnalPost.com - Ramadhan tahun ini kembali pada era new normal, bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh keberkahan, dimana setiap umat Islam diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa, karena puasa merupakan rukun Islam yang ke-3. Sebagai umat Islam tentunya kita bisa merasakan kembali kebahagiaan menjalankan ibadah puasa dibulan Suci Ramadhan era new normal saat ini, seperti halnya tadarus, sholat tarawih, serta kebaikan kebaikan lainnya yang dianjurkan sejak awal bulan Ramadhan hingga meraih kemenangan di Hari Raya Idul Fitri.
Berbeda dengan Ramadhan pada tahun sebelumnya, dimana diberlakukan Pembatasan bersosial atau yang dikenal dengan istilah physical distancing. Hal ini mengharuskan masyarakat melakukan karantina dirumah masing-masing, dan sterilisasi dibeberapa tempat umum, seperti tempat beribadah, tempat transportasi umum, dan masih banyak lagi. Inilah yang membuat beberapa aktivitas ibadah maupun interaksi sosial lainnya dibulan Ramadhan tahun lalu terhambat, seperti tarawih, tadarus, kegiatan bakti sosial, tradisi takbir keliling membawa obor, dan masih banyak lagi kegiatan yang biasa dilakukan pada bulan yang penuh berkah tersebut terpaksa hilang sebab masih adanya wabah virus Covid-19. Oleh karena itu Ramadhan tahun 2023 disebut dengan era new normal karena mulai munculmya wajah Ramadhan yang baru dengan beraktivitas seperti yang terjadi pada saat sebelum pandemi berlangsung.
Hadirnya Ramadhan tanpa wabah virus Covid-19 ini membuat kita perlu memepersiapkan 2 hal yang paling penting dalam beribadah dan menjaga kesehatan setelah lama berdiam diri melakukan banyak aktivitas didalam rumah, tentu perlu adanya adaptasi dan kiat-kiat yang perlu dilakukan guna menjaga kesehatan dan kestabilan imun dalam menjalani ibadah puasa ditahun ini.
Pertama, dalam melakukan banyaknya kegiatan yang dilakukannya diluar ruangan membuat sistem kekebalan dan imunitas tubuh menurun, hal ini sudah dapat kita atasi sebelum Ramadhan, yang membedakan persiapan sebelum Ramadhan ini ialah pada sebelum Ramadhan keadaan tubuh kita dapat dijaga dengan pola makan yang baik. Setelah menjalankan ibadah puasa kita memiliki kelemahan yakni tubuh dalam keadaan kosong tidak boleh makan dan minum mulai dari waktu Imsak hingga adzan Maghrib. Strategi yang perlu dilakukan ialah dengan melakukan pola makan yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW. Caranya dengan bersahur, karena Nabi Muhammad telah menyampaikan dalam Hadits riwayat Bukhari bahwa sahur itu mengandung keberkahan, jadi makanlah. Walau hanya minum satu gelas air. Secara medis, dalam bersahur kita juga dianjurkan untuk minum sebanyak 4 gelas air mineral untuk memenuhi kebutuhan mineral dalam tubuh kita. Bisa juga diselipkan dengan minum pil suplemen atau 3 sendok madu sebagai daya imun tubuh kita.
Kemudian ketika berbuka Puasa Nabi menganjurkan berbuka dengan makanan yang manis, pada kala itu Nabi Muhammad selalu berbuka menggunakan 3 buah Kurma. Kurma mengandung karbohidrat sederhana yang baik dikonsumsi saat berbuka puasa, sebab kurma dapat mengembalikan energi kita selama sehari berpuasa. Kemudian barulah makan makanan yang berat dan minum air mineral yang cukup. Dilanjutkan dengan ibadah tarawih yang bisa juga digunakan sebagai bentuk olah raga tubuh, karena setiap gerakan sholat selain mengandung makna religius juga menjadi gerakan yang setara dengan berolah raga. Sebab setiap gerakannya membuat tubuh menjadi sehat, salah satunya gerakan sujud yang dilansir dapat memperlancar peredaran darah keseluruh tubuh. Jika kesehatan tubuh kita stabil bisa juga ditambahkan olahraga jogging atau olahraga ringan lainnya pada sore atau pagi hari.
Setelah memperhatikan hal-hal yang baik untuk tubuh kita, maka kita dapat fokus dalam beribadah, menyempurnakan fardhu dengan memperbanyak kegiatan-kegiatan sunnah, me-recharge iman dan ketaqwaan. Sebab pada bulan spesial ini Allah menunjukkan rasa cintaNya pada setiap makhluk yang ia Ciptakan dengan melipat gandakan semua kebaikan-kebaikan yang dilakukan pada Bulan Ramadhan ini. Maka kita bisa tetap menjalankan segala aktivitas, baik itu beribadah, mencari ilmu, mencari rezeki, dan berbagai kegiatan lainnya dengan khidmat tanpa terkendala masalah kesehatan.
Penulis: Wasiatul Marhamah, Mahasiswi tadris biologi uin khas jember
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda