Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Ketika Google Translate Semakin Pintar, Mengapa Bahasa Arab Tetap Perlu Dipelajari?

Ketika Google Translate Semakin Pintar, Mengapa Bahasa Arab Tetap Perlu Dipelajari?

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
11 Juni 2026, 20.45 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Google Translate

Oleh: Nurseha Mahasiswa Magister Pedagogi Universitas Lancang Kuning

JurnalPost.com - “Untuk apa belajar Bahasa Arab kalau sekarang sudah ada Google Translate?” Pertanyaan seperti ini semakin sering terdengar di ruang-ruang kelas. Bagi sebagian peserta didik, kemajuan teknologi dianggap telah menggantikan kebutuhan untuk mempelajari bahasa asing secara mendalam. Ketika sebuah kalimat dapat diterjemahkan hanya dalam hitungan detik melalui ponsel, belajar tata bahasa, kosakata, atau keterampilan berkomunikasi dalam bahasa asing dianggap tidak lagi sepenting dahulu.

IKLAN

Fenomena tersebut juga mulai dirasakan dalam pembelajaran Bahasa Arab di tingkat Madrasah Aliyah (MA) maupun sekolah yang menyelenggarakan mata pelajaran Bahasa Arab. Tidak sedikit siswa yang memandang Bahasa Arab sebagai mata pelajaran yang sulit, kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan dapat digantikan oleh teknologi penerjemah. Padahal, cara pandang semacam itu menyimpan persoalan yang lebih mendasar. Bahasa bukan sekadar alat untuk menerjemahkan kata demi kata. Bahasa adalah pintu masuk untuk memahami budaya, nilai, cara berpikir, dan peradaban suatu bangsa.

AI di Ruang Kelas
Baca Juga

AI di Ruang Kelas: Ancaman atau Kesempatan bagi Pendidikan?

Di era kecerdasan buatan saat ini, justru diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fungsi bahasa dalam kehidupan manusia. Teknologi memang mampu menerjemahkan teks dengan cepat. Namun, teknologi belum sepenuhnya mampu menangkap makna budaya, konteks sosial, maupun nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah bahasa.

Bahasa Arab memiliki posisi yang unik dalam sistem pendidikan Indonesia, khususnya di madrasah. Bahasa ini bukan hanya dipelajari sebagai bahasa asing, tetapi juga menjadi kunci untuk memahami sumber-sumber ajaran Islam yang digunakan oleh mayoritas penduduk Indonesia. Melalui Bahasa Arab, peserta didik dapat mengenal khazanah keilmuan Islam yang telah berkembang selama berabad-abad, mulai dari bidang agama, filsafat, pendidikan, hingga sains.

Sayangnya, pembelajaran Bahasa Arab masih sering menghadapi tantangan klasik. Banyak siswa menganggap pelajaran ini identik dengan hafalan kosakata dan aturan tata bahasa yang rumit. Akibatnya, pembelajaran terkadang lebih berorientasi pada penguasaan teori dibandingkan penggunaan bahasa secara nyata.

Jika kondisi ini terus berlangsung, siswa akan semakin sulit melihat manfaat praktis dari Bahasa Arab dalam kehidupan mereka. Di sinilah pentingnya melakukan transformasi cara pandang dan praktik pembelajaran Bahasa Arab di sekolah.

PPKn di Era Digital
Baca Juga

PPKn di Era Digital: Mampukah Menumbuhkan Nasionalisme Generasi Muda?

Pembelajaran Bahasa Arab perlu bergerak dari sekadar menghafal menuju membangun pengalaman berbahasa. Peserta didik perlu merasakan bahwa Bahasa Arab adalah alat komunikasi yang hidup, bukan sekadar kumpulan aturan yang harus diingat untuk menghadapi ujian.

IKLAN

Guru dapat memanfaatkan berbagai pendekatan yang lebih kontekstual, seperti diskusi sederhana, permainan bahasa, proyek kolaboratif, pemanfaatan media digital, maupun kegiatan yang menghubungkan Bahasa Arab dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Dengan cara ini, Bahasa Arab tidak lagi dipersepsikan sebagai mata pelajaran yang menakutkan, melainkan sebagai keterampilan yang bermanfaat.

Di sisi lain, perkembangan teknologi seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman. Justru teknologi dapat menjadi mitra dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab. Berbagai aplikasi, platform pembelajaran daring, video interaktif, hingga kecerdasan buatan dapat membantu siswa berlatih membaca, mendengar, berbicara, dan menulis secara lebih menarik.

Yang perlu ditekankan adalah bahwa teknologi harus digunakan untuk memperkuat proses belajar, bukan menggantikan proses berpikir. Ketika siswa hanya mengandalkan mesin penerjemah tanpa memahami maknanya, proses belajar menjadi dangkal. Sebaliknya, ketika teknologi digunakan untuk memperluas pengalaman belajar, maka kualitas pembelajaran dapat meningkat secara signifikan.

AI Bisa Menjawab
Baca Juga

Saat AI Bisa Menjawab Soal Matematika, Masihkah Siswa Perlu Berpikir?

Lebih dari itu, pembelajaran Bahasa Arab sebenarnya memiliki kontribusi penting dalam membangun kompetensi global peserta didik. Saat ini Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa internasional yang digunakan di berbagai negara dan menjadi bahasa resmi dalam berbagai forum internasional. Kemampuan berbahasa Arab dapat membuka akses terhadap pendidikan, beasiswa, penelitian, maupun peluang kerja di tingkat global.

Karena itu, pembelajaran Bahasa Arab seharusnya tidak lagi diposisikan semata-mata sebagai kewajiban kurikulum. Bahasa Arab perlu dipandang sebagai investasi kompetensi masa depan. Di tengah dunia yang semakin terhubung, kemampuan memahami lebih dari satu bahasa merupakan modal penting untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan.

Tentu saja, upaya tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak. Guru perlu terus meningkatkan kreativitas pembelajaran. Sekolah perlu menyediakan lingkungan belajar yang mendukung. Sementara itu, peserta didik perlu didorong untuk melihat Bahasa Arab sebagai keterampilan hidup, bukan sekadar mata pelajaran yang harus diselesaikan.

Masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan manusia memanfaatkan teknologi untuk memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman. Google Translate mungkin akan semakin pintar dari waktu ke waktu. Namun, kemampuan memahami makna, budaya, dan nilai yang terkandung dalam sebuah bahasa tetap menjadi keunggulan manusia.

Karena itu, di tengah kemajuan teknologi yang luar biasa, belajar Bahasa Arab tetap memiliki relevansi yang kuat. Bukan karena teknologi tidak mampu menerjemahkan bahasa, tetapi karena bahasa pada hakikatnya lebih dari sekadar terjemahan. Bahasa adalah jembatan untuk memahami dunia yang lebih luas, dan jembatan itu tetap perlu dibangun melalui proses pendidikan yang bermakna.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ketika-google-translate-semakin-pintar-mengapa-bahasa-arab-tetap-perlu-dipelajari/94347/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.22 WITA

  • #Opini Mahasiswa
  • #Universitas Lancang Kuning

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang
  2. 2

    Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  3. 3

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  4. 4

    Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

  5. 5

    Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.