Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Politik
  3. Jelang Pilkades, Kaum Intelektual Harus Berperan Aktif Dalam Memerangi Politik Uang

Jelang Pilkades, Kaum Intelektual Harus Berperan Aktif Dalam Memerangi Politik Uang

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
02 Mei 2021, 20.06 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
02 Mei 2021, 20.06 WITA · 4 menit baca
4 menit baca
Jelang Pilkades, Kaum Intelektual Harus Berperan Aktif Dalam Memerangi Politik Uang
Wahyu Rozi dan Ridho Azehar Selian (pemuda yang menolak politik uang)

JURNALPOST - Politik uang atau Money Politic adalah suatu bentuk pemberian berupa uang kepada seseorang dengan tujuan orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih sesuai dengan keinginan hatinya ataupun mengikuti keinginan orang lain untuk memilih seseorang sesuai dengan arahan dari pemberi uang tersebut. Aktivitas curang semacam ini sudah menyebar terlalu cepat bahkan ketingkat pemilihan kepala desa. Praktik politik uang itu sendiri sudah menjadi cara jitu untuk meraih suara bagi calon yang ambisius untuk menang. Tentu metode seperti ini sudah mencederai demokrasi Indonesia, menghalalkan segala cara dengan cara-cara yang kotor, meskipun bertentangan dengan aturan berlaku.

Dalam beberapa bulan kedepan, beberapa desa di Indonesia akan menjalani pesta demokrasi yaitu Pemilihan Kepala Desa serentak. Jelang Pilkades ini lah, kaum intelektual Indonesia harus berperan aktif meminimalisir tindakan atau praktik politik uang yang dilakukan oleh calon-calon kepala desa yang dengan sadar mencederai demokrasi bangsa. Tentu tindakan tercela seperti ini akan memudahkan bagi pemenang pemilu akan semena-mena dalam mengeluarkan kebijakan dengan mengedepankan kepentingan individu dan mengesampingkan kepentingan umum dan berpeluang besar untuk melakukan tindakan korupsi demi mengembalikan modal yang telah diberikan kepada masyarakat.

IKLAN

Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh kaum intelektual untuk meminimalisir praktik politik uang, antara lain : 1. Tanamkan pada diri sendiri bahwasanya menerima atau memberi uang dengan tujuan membeli suara adalah suatu perbuatan yang tercela dan merusak demokrasi bangsa.

Mahasiswi Ilmu
Baca Juga

Erick Komala Terima Penghargaan atas Dedikasi Memperkuat Toleransi dan Kebebasan Beribadah di Jawa Timur

2. Ajak keluarga terdekat untuk memilih yang ia sukai tanpa menerima segala bentuk apapun dengan tujuan untuk membeli suara. Karena keluarga terdekat lebih memahami dan lebih dekat secara emosial, tentu lebih memudahkan dalam tukar pikiran.

3. Sosialisasikan kepada masyarakat, baik melalui sosial media, media cetak ataupun melalui lisan dengan bahasa yang mudah dipahami kepada masyarakat luas terkait dampak negatif kedepan yang menimpa masyakarat yang disebabkan oleh politik uang itu sendiri.

4. Bekerjasama dengan lembaga yang terkait dalam memerangi politik uang dan laporkan bila praktik politik uang dilakukan oleh seseorang dengan tujuan membeli suara masyarakat.

IKLAN

Dapat kita ketahui bahwa, politik uang kemungkinan bisa terjadi karena adanya empat faktor :

Alit Kelakan
Baca Juga

Kongres X GPM Tetapkan Alit Kelakan sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

Pertama, faktor politik. Politik uang terjadi karena calon tidak memiliki program untuk kepentingan umum tetapi ngotot ingin menang.

Kedua, faktor hukum. Lemahnya regulasi tentang politik uang pada pemilu dari tahun ketahun menjadi sebuah kemunduran dalam menangani kasus praktik politik uang.

Ketiga, faktor budaya. Ada beberapa kebiasaan yang sudah menjadi budaya bagi masyarakat di Indonesia, yakni tidak pantas jika seseorang menolak pemberian dan terbiasa membalas pemberian tersebut.

Keempat, faktor ekonomi. Kecilnya penghasilan seseorang dan banyak kebutuhan atau tanggungan keluarga, menjadi alasan utama bagi masyarakat untuk menerima pemberian uang dari salah satu calon tersebut.

Hasto Kristiyanto Ajak Kader
Baca Juga

Kongres X GPM di TMII, Hasto Kristiyanto Tekankan Ideologi dan Kaderisasi

Hal-hal semacam ini, dengan cepat dimanfaatkan oleh politisi yang berduit untuk menjalankan praktik politik uang. Menjadi kaum intelektual yang sesungguhnya harus mampu melewati tantangan ini, apalagi berhadapan langsung dengan masyarakat yang sudah terbiasa menerima kebiasaan buruk ini, pasti mengeluarkan energi lebih untuk memberikan pandangan baru kepada mereka. Meskipun tidak harus kaum intelektual yang memerangi praktik politik uang melainkan masyarakat juga harus terlibat. Akan tetapi kaum intelektual lah yang sering disebut sebagai agen perubahan bukan masyarakat. (ridhoazehar selian)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/jelang-pilkades-kaum-intelektual-harus-berperan-aktif-dalam-memerangi-politik-uang/20418/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 07 November 2026, 08.31 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pengawasan Pemilu Berbasis Gender: Mengapa Harus Ada Perempuan dalam Struktur Pengawas Pemilu?

BOC Hong Kong Cabang Jakarta Perkuat Ekosistem Renminbi di Indonesia

Nina Bahtiar Resmi Gabung PSI, Perkuat Konsolidasi di Jawa Barat

"Beautiful" Versi Qeyrra Santino, Lagu Lama dengan Nuansa Baru

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

HUT ke-58, Semen Tonasa Gandeng BULOG Sediakan 580 Paket Sembako Murah di Pangkep

Mahasiswa Magister Psikologi UMP Tanamkan Nilai Kejujuran dan Kepedulian Sosial kepada Anak Panti Asuhan

Menyelamatkan Satu Kehidupan, Menyalakan Sejuta Harapan: Memaknai Pengabdian Kemanusiaan

Pilihan Editor

  1. 1 Praktik Orang Dalam dalam Rekrutmen Organisasi Mahasiswa: Ancaman terhadap Objektivitas dan Integritas
  2. 2

    Tim Abdimas FH UPNVJ Edukasi Hukum Waris dan Perlindungan Lansia di GKPI Tangerang

  3. 3

    Bagaimana SerpNames Membantu Pembeli Menemukan Koleksi Aged Domain Terbaru

  4. 4

    82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

  5. 5

    Mengokohkan Seni dan Budaya sebagai Bahasa Kemanusiaan Universal untuk Membangun Solidaritas Dunia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.