Makassar, Jurnalpost - Yayasan Perguruan Tingi Al-Gazali Makassar bersama Universitas Islam Makassar melaksanan Halal bi Halal, Senin (11/7) yang dilaksanakan di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, yang dihadiri seluruh civitas akademika UIM, Para Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, dan Para Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar.
Rektor Universitas Islam Makassar, Dr. Majdah MZ Agus A Nu'mang dalam sambutannya mengungkapkan, bahwasanya "Semoga berkah Idul Fitri dan Halal bi Halal hari ini menjadi momentum untuk menatap kedepan yang lebih baik, terlebih pada tahun ini, Insya Allah Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar bersama Universitas Islam Makassar akan membangun 3 gedung perkuliahan". Ujarnya.
"Hari ini merupakan, hari pertama masuk kerja, sengaja dilaksanakan Halal bi Halal untuk seluruh civitas akademika Universitas Islam Makassar saling memberi maaf dan saling menghalalkan kesalahan satu sama lain." Tambahnya.
Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anregurutta KH M Sanusi Baco dalam tausiahnya mengungkapkan tentang makna dan kebiasaan yang dilaksanakan Umat Islam Indonesia ketika menghadapi 1 Syawal (Idul Fitri) yakni, mengucapkan Minal 'Aidin Wal Faidzin, melaksanakan Silaturrahim, dan Halal bi Halal.
Pertama, makna Minal 'Aidin Wal Faidzin yang mengandung do'a dan harapan yang kita ucapkan kepada seluruh keluarga, tetangga, dan umat Islam pada umumnya yang biasanya diucapkan setelah melaksanakan Sholat Id serta berharap kepada Allah SWT untuk kembali menemukan kesucian, kembali fitrah, kembali menemukan kebenaran. Ujarnya.
Kedua, Silaturrahim adalah salah satu ajaran inti Agama Islam, Rasullullah SAW berkata "Siapa yang ingin umurnya diperpanjang dan reskinya diperbanyak, hendaklah ia melaksanakan Silaturrahim", secara bahasa Sila artinya menyambung, Rahim artinya tempat dikandungnya janin, tetapi secara luas makna dari kata Silaturrahim adalah menyambung tali persaudaraan yang telah putus.
Ketiga, Halal bi Halal bermakna adanya keseimbangan mau memberi maaf dan mau menerima maaf, kalau tidak seimbang berarti Halal bi Haram, kemudian dari segi bahasa Halal bi Halal bermakna menyelesaikan segala masalah, meluruskan tali yang kusut, dan mencairkan air yang beku. Momentum hari ini jadikanlah semua masalah menjadi selesai, memperbaiki yang kusut, dan mencairkan suasana yang beku.
Tampak hadir Mustasyar NU Sulsel yang juga mantan Ketua NU Sulsel KH Abdurrahman K, Wakil Ketua Yayasan Dr Arfah Shiddiq, Wakil Rektor I Prof Dr Arfin Hamid, Wakil Rektor II Dr Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III Dr Abd Rahim Mas P Sanjata, Wakil Rektor IV Dr Muammar Bakry, Para Dekan, Ketua Lembaga, dan Dosen UIM.
Penulis: Andy Muhammad Idris (Makassar)
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda