Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Hanya Takut Tertinggal Bukan Sedang Mencari Passion

Hanya Takut Tertinggal Bukan Sedang Mencari Passion

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
24 Mei 2026, 13.06 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Passion
Source picture: pixabay.com

Oleh: Pradjna Kirana Putriagindra

Generasi yang Sibuk Mencari Arah Hidup Salah satu pertanyaan yang paling sering menghantui anak muda hari ini adalah, Hidup kamu mau dibawa kemana? Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi bagi banyak orang, kalimat tersebut justru terasa menekan. Media sosial, seminar motivasi, hingga lingkungan pertemanan membuat generasi muda percaya bahwa setiap orang harus segera menemukan passion sejak usia muda. Akibatnya, banyak orang mulai merasa panik ketika hidupnya belum memiliki arah yang jelas.

IKLAN

Hari ini, anak muda berlomba mencari passion seperti sedang mengejar sesuatu yang wajib ditemukan secepat mungkin. Ada yang mencoba berbagai organisasi, ikut banyak pelatihan, membangun bisnis kecil-kecilan, mengambil magang di banyak tempat, bahkan terus memaksa dirinya terlihat produktif setiap saat. Semua dilakukan demi satu tujuan agar tidak terlihat tertinggal dibanding orang lain. Padahal, bisa jadi yang sebenarnya mereka cari bukanlah tujuan, melainkan rasa aman bahwa hidup mereka tidak kalah cepat dari orang lain.

72084c82 26e9 413c bdbf 96fbb072ded4
Baca Juga

Fenomena Main Hakim Sendiri sebagai Ancaman terhadap Due Process of Law di Indonesia

Media Sosial Membuat Semua Orang Terlihat Sudah Sukses Tekanan terbesar generasi sekarang datang dari media sosial. Setiap hari, anak muda melihat orang lain terlihat begitu yakin dengan jalan hidupnya. Ada yang sudah menjadi content creator sukses di usia 20 tahun, diterima magang di perusahaan besar, memiliki bisnis sendiri, atau berhasil mendapatkan banyak pencapaian sebelum lulus kuliah.

Tanpa disadari, semua itu membentuk standar baru tentang kesuksesan anak muda. Akhirnya, banyak orang merasa hidupnya berjalan terlalu lambat. Ketika melihat teman sebaya sudah memiliki pencapaian besar, mereka mulai mempertanyakan dirinya sendiri. “Kenapa aku belum menemukan tujuan hidup untuk didepan nanti?” “Kenapa aku masih bingung?” “Kenapa hidupku terasa biasa saja?”

Nyatanya, media sosial sering kali hanya memperlihatkan hasil akhir tanpa menunjukkan kebingungan, kegagalan, atau tekanan yang dialami seseorang di balik layar. Ironisnya, semakin sering seseorang membandingkan hidupnya dengan orang lain, semakin sulit ia mendengar apa yang sebenarnya ia inginkan untuk dirinya sendiri.

Tidak Semua Kesibukan Adalah Panggilan Hati Fenomena ini membuat banyak anak muda menjalani hidup dalam mode “coba semuanya”. Mereka mengikuti banyak kegiatan, berpindah minat dengan cepat, dan terus mencari sesuatu yang dianggap bisa menjadi passion hidupnya. Namun, tidak sedikit yang sebenarnya melakukan semua itu karena takut tertinggal. Takut dianggap tidak berkembang. Takut kalah pencapaian. Takut terlihat gagal di usia muda.

kebakaran hutan di Kalimantan
Baca Juga

Hutan Kalimantan Terbakar: Bencana Alam atau Ada Campur Tangan Manusia?

Akibatnya, banyak aktivitas dilakukan bukan karena benar-benar disukai, tetapi karena terlihat keren dan bernilai di mata sosial. Ada yang masuk organisasi hanya agar dianggap aktif. Mengikuti lomba demi mempercantik CV. Mengambil pekerjaan tertentu karena sedang tren. Bahkan ada yang memaksakan mimpi orang lain menjadi tujuan hidupnya sendiri.

Hari ini, passion sering berubah menjadi tuntutan sosial. Padahal, sesuatu yang benar-benar disukai biasanya tumbuh secara perlahan, bukan muncul karena tekanan untuk segera sukses. Generasi yang Takut Menjadi “Biasa Saja”

IKLAN

Yang lebih menyedihkan, banyak anak muda sekarang merasa hidup biasa adalah bentuk kegagalan. Media sosial membuat semua orang ingin menjadi luar biasa secepat mungkin. Akibatnya, proses hidup yang lambat sering dianggap memalukan. Padahal, tidak semua orang harus sukses di usia muda. Tidak semua orang langsung tau apa yang ingin mereka lakukan dalam hidupnya. Ada orang yang baru menemukan minat nya setelah bertahun-tahun mencoba banyak hal. Ada juga yang tumbuh melalui proses sederhana yang tidak terlihat keren di internet.

Namun, dunia digital membuat hidup terasa seperti perlombaan tanpa jeda. Anak muda akhirnya hidup dalam kecemasan yang terus-menerus. Mereka merasa harus selalu bergerak, selalu produktif, dan selalu punya pencapaian baru agar tidak kalah dari orang lain. Bahkan saat lelah pun, banyak yang tetap memaksa diri karena takut tertinggal terlalu jauh. Lingkungan seperti ini membuat banyak orang kehilangan kesempatan untuk benar-benar mengenal dirinya sendiri.

Berani Berkata tidak
Baca Juga

Berani Berkata "Tidak": Mengapa Asertivitas Penting bagi Remaja Masa Kini

Passion Tidak Selalu Datang dengan Cepat Salah satu kesalahan terbesar generasi sekarang adalah menganggap aspirasi harus ditemukan seperti jawaban pasti. Padahal, dalam kenyataannya, passion sering kali dibangun melalui proses panjang.

Seseorang bisa menyukai sesuatu karena terbiasa menjalaninya, bukan karena langsung merasa “ini dia tujuan-ku” sejak awal. Banyak orang sukses justru menemukan arah hidupnya setelah berkali-kali merasa bingung.

Lagi-lagi, media sosial jarang menunjukkan proses tersebut. Yang terlihat hanyalah hasil akhirnya, pencapaian, kesuksesan, dan kehidupan yang tampak terarah. Akibatnya, banyak anak muda merasa dirinya gagal hanya karena belum menemukan sesuatu yang benar-benar mereka cintai. Bingung di usia muda adalah hal yang sangat manusiawi.Tidak memiliki semua jawaban sekarang bukan berarti hidup sedang tertinggal.

Mungkin Kita Hanya Perlu Berhenti Membandingkan Diri Mungkin sudah saatnya generasi muda berhenti terlalu keras mengejar definisi sukses versi internet. Tidak semua orang harus bergerak dengan kecepatan yang sama. Tidak semua orang harus memiliki pencapaian besar sebelum usia tertentu.

Terkadang, hidup memang membutuhkan waktu untuk dipahami. Tidak apa-apa jika masih bingung. Tidak apa-apa jika jalan hidup terasa lambat. Dan tidak apa-apa jika belum menemukan passion sebesar yang dimiliki orang lain.

Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling cepat menemukan arah, melainkan siapa yang mampu menjalani prosesnya tanpa terus-menerus merasa kalah dari kehidupan orang lain. (PK)

Oleh: Pradjna Kirana Putriagindra Teknik Grafika dan Penerbitan, Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/hanya-takut-tertinggal-bukan-sedang-mencari-passion/93556/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 02.15 WITA

  • #Opini Mahasiswa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

Pilihan Editor

  1. 1 Plagiarisme di Kalangan Mahasiswa sebagai Pelanggaran Integritas Akademik
  2. 2

    FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

  3. 3

    Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  4. 4

    Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

  5. 5

    Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.