Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Melirik Fenomena Penggunaan Tumbler di Kalangan Generasi Muda

Melirik Fenomena Penggunaan Tumbler di Kalangan Generasi Muda

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
18 Mei 2026, 20.16 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Penggunaan Tumbler
Ilustrasi Penggunaan Tumbler

Oleh: Novrisa Fitriana Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

JurnalPost.com - Taraf kehidupan sosial generasi saat ini adalah standar yang beredar di media sosial, tidak jarang sekali, terutama gen-Z yang ikut terbawa dengan arus media sosial seperti TikTok dan Instagram. Salah satu yang saat ini hangat dilakukan adalah dengan melakukan aksi peduli lingkungan melalui aksi membawa Tumbler saat keluar entah itu bekerja, nongkrong di cafe, bahkan saat melaksanakan pembelajaran di kelas. Tumbler adalah wadah minuman portabel yang dirancang untuk digunakan berulang kali sebagai alternatif ramah lingkungan yang umumnya terbuat dari stainless steel, kaca, atau plastik tebal, serta dilengkapi penutup rapat untuk menjaga suhu minuman dan mencegah tumpah.

IKLAN

Sejak akhir tahun 2025 ini Indonesia digemparkan dengan viralnya kasus drama sosial akibat unggahan seorang penumpang KRL bernama Anita yang kehilangan sebuah tumbler bermerek lokal Tuku. Berita ini kemudian menjadi titik awal munculnya trend membawa tumbler, banyak influencer yang turut meramaikan trend media sosial ini dan bermunculan merk dari yang lokal sampai merk global.

72084c82 26e9 413c bdbf 96fbb072ded4
Baca Juga

Fenomena Main Hakim Sendiri sebagai Ancaman terhadap Due Process of Law di Indonesia

Tentu saja hal ini adalah sesuatu yang positif untuk berkontribusi dalam upaya menjaga lingkungan. Tapi makin kesini, fungsi dari sebuah tumbler sendiri rasanya sudah melenceng dari tujuan awal untuk menjaga lingkungan. Entah kapan mulainya, tetapi sekarang tumbler sudah berubah fungsi ia bukan lagi sekadar tempat air minum biasa tapi sudah menjadi aksesori gaya, yang diam-diam menunjukkan branding sosial bahwa “aku peduli lingkungan”, sekaligus jadi penanda status sosial yang halus tapi terasa. Pertanyaannya sederhana, bagaimana bisa sebuah benda yang fungsinya sederhana untuk menampung air kini memikul makna dan simbol yang jauh lebih besar?

Awalnya, botol minum hanya kita lihat sebagai benda praktis yang fungsinya sederhana yaitu untuk menjaga kita tetap terhidrasi sambil mengurangi sampah plastik. Namun, ketika kesadaran lingkungan yang menguat ini, ditambah dengan diperkuat oleh konten konten di media sosial, ia berubah dari sekadar barang pakai menjadi simbol identitas status sosial, menuntut sebuah esensi keindahan dan trendy di dalamnya.

IKLAN

Hal ini menjadi lebih kuat saat sebuah benda mulai dikaitkan dengan nilai-nilai tertentu, seperti labeling peduli lingkungan, hidup sehat, atau kesadaran sosial yang tinggi, benda itu otomatis berubah fungsi. Ia bukan lagi sekadar benda biasa tapi alat untuk menyampaikan kepedulian yang nyata tapi sudah menjadi identitas sosial, dan mulailah muncul sebuah pergerakan yang memunculkan stigma dan hierarki sosial yang mengkategorikan status orang orang dengan tumbler yang harganya dan warnanya aesthetic dengan orang orang yang menggunakan botol minum reusable atau tumbler yang biasa biasa saja.

Di kalangan generasi muda saat ini tumbler sudah dianggap sebagai item fashion yang keren, sehingga tidak jarang sekali banyak yang membeli dan mengoleksi banyak tumbler bukan karena tupoksinya lagi, melainkan agar bisa matching dengan outfit kesehariannya. Hal ini tentu menjadi masalah tersendiri yang awalnya dibuat untuk menjaga lingkungan malah jadi bahan yang bisa ikut mengancam lingkungan. Pengalihan inilah yang patut kita refleksikan sebagai generasi muda yang bertanggung jawab.

kebakaran hutan di Kalimantan
Baca Juga

Hutan Kalimantan Terbakar: Bencana Alam atau Ada Campur Tangan Manusia?

Permasalahan ini tentu bukanlah hal yang sederhana, dari kacamata psikologi lingkungan dan psikologi sosial hal ini dipahami sebagai sebuah identitas sosial yang menjelaskan bahwa manusia secara alamiah mendefinisikan diri mereka melalui kelompok-kelompok sosial yang mereka masuki. Kita bukan hanya individu tapi kita adalah anggota komunitas, dan keanggotaan itu perlu dirayakan, ditandai, dan dikomunikasikan.

Tumbler sejatinya adalah solusi lingkungan yang genuine untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang juga merupakan tindakan yang penuh makna dari sisi  ekologis dan menjadi tindakan positif dalam kontribusinya untuk menjaga lingkungan saat ini. Dalam psikologi lingkungan, pro-environmental behavior yang mengakui bahwa nilai-nilai intrinsik lingkungan memang mendorong perubahan perilaku yang nyata.

Namun sebuah masalah muncul ketika motivasi ekstrinsik seperti pencitraan sosial mulai mendominasi motivasi intrinsik. Ketika para influencer mengoleksi banyak tumbler hanya karena ada edisi warna terbaru yang sedang viral, atau ketika seseorang merasa perlu mengganti botol yang masih berfungsi sempurna demi tumbler yang lebih "Instagramable", maka tujuan awal untuk menjaga lingkungan yang murni itu secara ironis justru berubah menjadi sebuah fenomena konsumsi yang berlebihan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/melirik-fenomena-penggunaan-tumbler-di-kalangan-generasi-muda/93326/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 03.24 WITA

  • #Opini Mahasiswa
  • #Penggunaan Tumbler

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mengenal Dasar Hukum Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, dari Warisan Adat hingga Tantangan Penerapannya

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

Pilihan Editor

  1. 1 Universitas Negeri Malang Hadirkan ElectroRace Kit untuk Pembelajaran IPA di MTs Sunan Kalijogo
  2. 2

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  3. 3

    Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

  4. 4

    Kisah Mamik Pemilik Toko Kelontong Sekaligus Agen BRILink di Bojonegoro Bantu Warga

  5. 5

    Tekuni Budidaya Ikan Lele, Salim Manfaatkan Layanan BRI Bojonegoro untuk Kembangkan Usaha

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.