Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Sering Dianggap Bercanda, Bullying Justru Membahayakan

Sering Dianggap Bercanda, Bullying Justru Membahayakan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
18 Mei 2026, 11.55 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Bullying
Ilustrasi: Korban Perundungan

JurnalPost.com - Bullying sering dianggap sebagai sesuatu hal yang biasa karena dibungkus dalam bentuk candaan atau lelucon. Tidak sedikit orang merasa bahwa mengejek, menyindir, atau menghina yang dilakukan adalah hal yang biasa. Namun, pada kenyataannya tidak semua orang dapat menerima candaan dengan cara yang sama. Ketika sebuah ucapan atau tindakan membuat orang lain merasa sakit hati, malu, atau takut, atau tertekan maka tindakan tersebut sudah bukan lagi sekedar candaan. Di balik tawa yang muncul, terdapat dampak psikologis yang dapat mempengaruhi korban, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh sebab itu bullying tidak boleh dianggap hal yang biasa karena dapat menimbulkan masalah yang serius untuk kehidupan korban.

Pada dasarnya, tindakan bullying merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi orang lain, baik melalui perkataan, tindakan fisik, maupun lewat media sosial. Dengan tindakan ini sehingga dapat membuat korban merasa tidak nyaman, takut, hingga kehilangan rasa kepercayaan diri. Sayangnya, tindakan bullying sering dianggap hal yang wajar karena pelaku sering berlindung di balik alasan seperti “cuma bercanda” atau “jangan terlalu baper”. Kalimat tersebut sering kali digunakan untuk membenarkan tindakannya yang sebenarnya menyakiti perasaan orang lain. Akibatnya, korban justru dianggap terlalu sensitive atau berlebihan dalam menganggapi situasi tersebut, padahal setiap orang memiliki perasaan yang berbeda.sesuatu yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu terasa menyenangkan bagi orang lain. Oleh karena itu, candaan seharusnya tidak dilakukan dengan mengorbankan perasaan orang lain.

IKLAN

Dapak bullying tidak boleh dianggap sebagi hal yang biasa, karena dampaknya seringkali tidak selalu terlihat secara langsung. Korban bullying umumnya sering mengalami tekanan psikologis seperti stress, cemasa, kurang percaya diri, bahkan dapat menjadi depresi. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu kesehatan mental dan membuat korban sulit percaya pada orang lain. Jika bullying terjadi secara terus-menerus dapat mempengaruhi prestasi akademik, hubungan sosial, dan perkembangan kepribadian seseorang. Oleh karena itu, bullying bukan masalah biasa yang dapat dianggap sebagai hal yang normal untuk dilakukan.

Pelecehan Seksual di Indonesia
Baca Juga

Anak Korban Tidak Butuh Kasihan, Mereka Butuh Pendampingan Emosional yang Paham Trauma

Selain itu, kebiasaan untuk menganggap bullying sekedar candaan atau lelucon dapat membuat perilaku buruk ini terus berulang. Jika lingkungan sekitar memandang ejekan dan penghinaan sebagai hal yang wajar, maka para pelaku akan merasa bahwa tindakan yang mereka perbuat dapat diterima. Seiring berjalannya waktu, perilaku saling menghormati akan kian hilang. Pada kenyataanya, lingkungan yang dapat dikatakan sehat seharusnya membuat setiap orang dapat merasa aman dan dihargai.

IKLAN

Kemajuan teknologi dan semakin maraknya penggunaan media sosial juga telah membuat bullying berkembang menjadi cyberbullying atau perundungan di dunia maya. Saat ini, seseorang dapat dengan mudah menerima hinaan, ejekan, atau penyebaran hal kurang pantas melalui internet. Dampaknya juga sering kali lebih parah karena komentar negatif dapat menyebar dengan cepat dan sulit untuk dihilangkan. Akibatnya, korban tidak hanya menghadapi tekanan dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari banyaknya orang di media sosial. Menggunakan media sosial harus dengan bijak dan bertanggung jawab sangat diperlukan agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi orang lain.

Oleh karena itu, dalam mengatasi bullying kita perlu untuk lebih dapat memahami dan menghargai perasaan orang lain dalam berinteraksi sehari-hari. Candaan seharusnya dapat menciptakan suasana yang menyenangkan tanpa membuat orang lain merasa tersinggung atau terluka. Selain itu sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar juga harus turut dalam mengajarkan dan menanamkan bahwa menghormati orang lain itu penting. Setiap orang perlu memahami bahwa apa yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu membuat orang lain merasa lucu atau terhibur. Dengan adanya kesadayan tersebut, perilaku bullying tidak lagi dianggap hal yang normal atau wajar dan dapat dicegah sebelum menjadi kebiasaan yang dapat merugikan orang lain.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa bullying bukan hanya sekedar candaan biasa yang dapat dianggap hal yang dapat diabaikan. Perilaku bullying ini dapat memberikan dampak nyata bagi korban mulai dari terganggunya kesehatan mental, menurunnya rasa percaya diri, dan juga rusaknya hubungan sosial korban. Oleh karena itu, sudah seharusnya masyarakat menjadi lebih sadar atau peka dan tidak menormalisasi perilaku bullying dalam bentuk apapun itu juga menumbuhkan rasa saling menghormati. Menghargai sesama dan menjaga perasaan orang lain merupakan langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan saling mendukung.

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya
Baca Juga

Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

Oleh: Vanesa Berliana Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/sering-dianggap-bercanda-bullying-justru-membahayakan/93296/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 14.50 WITA

  • #Bullying
  • #Opini Mahasiswa

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Bertahan 15 Tahun, Usaha Katering Jajanan Ariani di Bojonegoro Kini Beromzet Rp14 Juta

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

  3. 3

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  4. 4

    Awali Hari dengan Salat Subuh Berjamaah dan Senam Pagi, MAN 1 Bulukumba Tanamkan Semangat Sehat Lahir dan Batin

  5. 5

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.