JurnalPost.com - Bullying sering dianggap sebagai sesuatu hal yang biasa karena dibungkus dalam bentuk candaan atau lelucon. Tidak sedikit orang merasa bahwa mengejek, menyindir, atau menghina yang dilakukan adalah hal yang biasa. Namun, pada kenyataannya tidak semua orang dapat menerima candaan dengan cara yang sama. Ketika sebuah ucapan atau tindakan membuat orang lain merasa sakit hati, malu, atau takut, atau tertekan maka tindakan tersebut sudah bukan lagi sekedar candaan. Di balik tawa yang muncul, terdapat dampak psikologis yang dapat mempengaruhi korban, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh sebab itu bullying tidak boleh dianggap hal yang biasa karena dapat menimbulkan masalah yang serius untuk kehidupan korban.
Pada dasarnya, tindakan bullying merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan menyakiti, merendahkan, atau mengintimidasi orang lain, baik melalui perkataan, tindakan fisik, maupun lewat media sosial. Dengan tindakan ini sehingga dapat membuat korban merasa tidak nyaman, takut, hingga kehilangan rasa kepercayaan diri. Sayangnya, tindakan bullying sering dianggap hal yang wajar karena pelaku sering berlindung di balik alasan seperti “cuma bercanda” atau “jangan terlalu baper”. Kalimat tersebut sering kali digunakan untuk membenarkan tindakannya yang sebenarnya menyakiti perasaan orang lain. Akibatnya, korban justru dianggap terlalu sensitive atau berlebihan dalam menganggapi situasi tersebut, padahal setiap orang memiliki perasaan yang berbeda.sesuatu yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu terasa menyenangkan bagi orang lain. Oleh karena itu, candaan seharusnya tidak dilakukan dengan mengorbankan perasaan orang lain.
Dapak bullying tidak boleh dianggap sebagi hal yang biasa, karena dampaknya seringkali tidak selalu terlihat secara langsung. Korban bullying umumnya sering mengalami tekanan psikologis seperti stress, cemasa, kurang percaya diri, bahkan dapat menjadi depresi. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu kesehatan mental dan membuat korban sulit percaya pada orang lain. Jika bullying terjadi secara terus-menerus dapat mempengaruhi prestasi akademik, hubungan sosial, dan perkembangan kepribadian seseorang. Oleh karena itu, bullying bukan masalah biasa yang dapat dianggap sebagai hal yang normal untuk dilakukan.
Selain itu, kebiasaan untuk menganggap bullying sekedar candaan atau lelucon dapat membuat perilaku buruk ini terus berulang. Jika lingkungan sekitar memandang ejekan dan penghinaan sebagai hal yang wajar, maka para pelaku akan merasa bahwa tindakan yang mereka perbuat dapat diterima. Seiring berjalannya waktu, perilaku saling menghormati akan kian hilang. Pada kenyataanya, lingkungan yang dapat dikatakan sehat seharusnya membuat setiap orang dapat merasa aman dan dihargai.
Kemajuan teknologi dan semakin maraknya penggunaan media sosial juga telah membuat bullying berkembang menjadi cyberbullying atau perundungan di dunia maya. Saat ini, seseorang dapat dengan mudah menerima hinaan, ejekan, atau penyebaran hal kurang pantas melalui internet. Dampaknya juga sering kali lebih parah karena komentar negatif dapat menyebar dengan cepat dan sulit untuk dihilangkan. Akibatnya, korban tidak hanya menghadapi tekanan dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari banyaknya orang di media sosial. Menggunakan media sosial harus dengan bijak dan bertanggung jawab sangat diperlukan agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi orang lain.
Oleh karena itu, dalam mengatasi bullying kita perlu untuk lebih dapat memahami dan menghargai perasaan orang lain dalam berinteraksi sehari-hari. Candaan seharusnya dapat menciptakan suasana yang menyenangkan tanpa membuat orang lain merasa tersinggung atau terluka. Selain itu sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar juga harus turut dalam mengajarkan dan menanamkan bahwa menghormati orang lain itu penting. Setiap orang perlu memahami bahwa apa yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu membuat orang lain merasa lucu atau terhibur. Dengan adanya kesadayan tersebut, perilaku bullying tidak lagi dianggap hal yang normal atau wajar dan dapat dicegah sebelum menjadi kebiasaan yang dapat merugikan orang lain.
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa bullying bukan hanya sekedar candaan biasa yang dapat dianggap hal yang dapat diabaikan. Perilaku bullying ini dapat memberikan dampak nyata bagi korban mulai dari terganggunya kesehatan mental, menurunnya rasa percaya diri, dan juga rusaknya hubungan sosial korban. Oleh karena itu, sudah seharusnya masyarakat menjadi lebih sadar atau peka dan tidak menormalisasi perilaku bullying dalam bentuk apapun itu juga menumbuhkan rasa saling menghormati. Menghargai sesama dan menjaga perasaan orang lain merupakan langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan saling mendukung.
Oleh: Vanesa Berliana Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda